Dec 3, 1992

Sekilas tentang PT. Kushendy Asribusana

PT. Kushendy Asribusana merupakan anak perusahaan dari PT. CONCORD BENEFIT ENTERPRISES, yang khusus memasarkan produk-produk dengan konsep gaya hidup total yang trendy untuk kelompok pendapatan menengah ke atas di Indonesia.

Induk Perusahaan bermula sebagai garment manufacturing yang berdiri sejak 20 tahun yang lalu dengan menerima "Contract Order" dari merk-merk ternama Internasional dan mengekspornya ke negara-negara yang membutuhkan. Melihat Profil dari nama-nama produk Internasional yang ada, hal ini telah menunjukkan kepercayaan mereka kepada Concord yang berjalan selama dua dekade terakhir ini, karena itulah maka Manajemen Concord yakin dapat memenuhi pasaran dalam negeri yang terus meningkat atas merk-merk ternama Internasional tersebut dengan produksi yang berkwalitas dan trendy.

PT. Kushendy Asribusana terbentuk pada tahun 1988 didasari pada kemauan untuk memelihara pertumbuhan permintaan. Membidik kelompok pendapatan menengah ke atas baik pria ataupun wanita para eksekutif muda, remaja dewasa (young adult) yang bergaya hidup "young & trendy" (muda dan bergaya), maka perusahaan membawa LEE COOPER, CHEVIGNON, LAWMAN, JIL, SCANDALE, RED EARTH, CONVERSE dan sekarang PRINGLE OF SCOTLAND bagi masyarakat Indonesia yang mengutamakan kenikmatan kwalitas hidup.

History of Lee Cooper

Jeans are always being misinterpreted as rough, cold and western cowboys. This should not be the case. If we trace back the origin of 'Denim', the history goes all the way back to Europe. 'Denim' came from two French words 'de Nime' which means 'of Nime', where Nime is small town in south of France. The fabric was originally invented from Nime and as a result it is called 'Denim'. Italians used the fabric for the canvas for their carriages and exported the fabrics amongst other European countries. The fabric was then used for rough workwear in the mid 18th century. Levi Strauss, a German, emigrated to America in the year 1850 brought the idea of using the canvas fabric for the gold miners' workwear in West America.That is how the history of jeans started.

Between the period of late 18th century and beginning of 19th century, jeans were used as workwear clothing. In the period of 1960 to 1970, wearing jeans was a symbol of reistance to the traditional moral principles as well as emancipation of women in the society. Not until the beginning of 1980's, jeans was developed into a strong fashion trend in sport wear and casual wear.

Being an European origin, 'Denim Jeans' should have a touch of the European taste and character. A flavour of romance, warmth and most of all fashion shall be added onto a Jeans Brand.

Lee Cooper, a brand established in the year 1908 by Morris Cooper in England is now introduced to Indonesia as a Classical, Authentic, European and most of all Quality brand. The brand consists of a wide range. A "Total Head to Toe Design Concept with Creating Your Own Image in the Lee Cooper Homely Boutique" is now the main theme behind the Brand.

With the strong history background, a brand established in 1908, the Classical and Authentical feeling can be easily felt and seen in the "Basic Range of Product". Tremendous amount of effort and attention are paid on details of the quality, washing and fitting of the basic 5 pockets jeans. As a result, various fitting for male as well as female are built in the Basic range. Six fittings are introduced into the men's fit : Slim Fit, Regular Fit, Classic Fit, Comfort Fit, Supper Comfort and the Easy Fit; Seven fittings are introduced into the ladies fit : Stretch , Slim, Classic, Regular Comfort, Supper Comfort and Easy Fit; to gater for male and female with different taste of fittings and different body shape.


The fashion range of product proudly presents the utmost fashionable trend in Europe. With the trendiest spectrum of colour and styling, the feelings of colourful, cheerful, warmth, and romance are subtly built in the range.

Being at home is always the most comfortable moment in one's life. Choosing a wide variety of comfortable, smart and trendy outfit from your own wardrobe is always one's dream. Hence, the "Total Head to Toe Design Concept" with "Creating Your Own Image in the Lee Cooper Homely Boutique" provideds a warm atmosphere for customers with no discrimination of age, sex and race. With the idea of "Feel Yourself at Home. Choose your own outfit at your own wardrobe" a " Homely Boutique Concept" is implemented in Lee Cooper Boutiques and the Lee Cooper range.

Indonesian always give foreigners a warm, cheerful and kind impression. A country full of welcoming and love; a country full of joy and laughter; a country with fascinating sceneries and history. A country full of characters which match harmonisely with the Lee Cooper range of cheerful, colourful, warmth, romantic and historic.

Biodata singkat Jody Dharmawan

Jody Dharmawan lahir di Jakarta pada bulan Juni 1966 dari pasangan Hendro Dharmawan dan Wiryani. Ia menempuh pendidikan dasar di Pun U Wah Yan Primary School Hong Kong selama 7 tahun (1972 - 1979), lalu melanjutkan pendidikan menengah di Wah Yan College Hong Kong (1979 - 1984). Dua belas tahun menempuh pendidikan di Koloni Inggris tersebut menempa Jody menjadi pemuda yang mandiri. Jody yang hobby olahraga, fotografi, dan main musik ini juga aktif dalam kegiatan Palang Merah sebagai kadet dan pernah menjadi tutor di St. James's Settlement Mentally Handicap Institute di Hong Kong. Ia kerap mencetak prestasi dalam Public Speaking Contest dan dua kali berturut-turut mendapat penghargaan dalam Principal Awards pada tahun 1985 dan 1986.

Pada 1986 ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas London Inggris, dan pada tahun 1989 berhasil meraih gelar sarjana ekonomi (honour degree). Pengalaman kerja pertama kali ia rintis adalah sebagai trainee di Wai Wai Laundry (Hong Kong) selama 3 (tiga) bulan. Lalu ia bergabung dengan dengan PT. Winner Garment Manufacturing Corporation sebagai Coordinating Manager. Pada bulan Maret 1990 ia resmi menjabat sebagai General Manager PT. Kushendy Asribusana, perusahaan yang menjadi mitra Vivat Holding PLC (London) untuk memasarkan produk Lee Cooper di Indonesia. Mulai November 1992, perusahaan yang ia kelola juga mendapat kepercayaan untuk memasarkan jeans merk Lawman dari Hong Kong di Indonesia.

Kushendy Asribusana pasarkan jeans Lee Cooper dan Lawman

Jakarta, 2 Desember 1992 - Pasar busana jeans di Indonesia diperebutkan secara ketat oleh ratusan pemain, dari yang hanya bermodal merk lokal, merk bercitra internasional, bahkan beredar juga merk-merk bajakan. Dengan mengandalkan daya tarik masing-masing, busana jeans pun dijajakan di kaki lima, pasar tradisional, toko-toko hingga ke butik-butik yang bertebaran di pusat-pusat pertokoan ternama.

Salah satu pemain yang ikut meramaikan pasar busana jeans adalah PT. Kushendy Asribusana. Dimotori oleh Jody Dharmawan, PT. Kushendy Asribusana mulai menggebrak pasar pada awal tahun 1990 dengan memunculkan merk Lee Cooper dari Inggris. Pemegang lisensi Lee Cooper, Vivat Holding PLC, mempercayakan pemasaran Lee Cooper kepada PT. Kushendy Asribusana. Merk Lee Cooper mulai diperkenalkan pada tahun 1908 oleh Morris Cooper di Inggris dengan mengandalkan unsur-unsur klasik dipadu dengan keotentikan konsep rancangan dan kualitas produk. Dalam waktu singkat, Lee Cooper mulai menjelajah ke seluruh dunia.

Menurut Jody Dharmawan, pasar Indonesia cukup menarik untuk digarap, mengingat besarnya populasi penduduk dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang pernah mencapai 7 % per tahun. Kemitraan yang terjalin antara PT. Kushendy Asribusana dan Vivat Holding PLC adalah bertujuan untuk menanamkan citra Lee Cooper di benak masyarakat Indonesia. Didukung sekitar 180 karyawan, Lee Cooper kini memiliki sekitar 35 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Lee Cooper juga mengelola 5 butik yang dioperasikan secara langsung. Dengan promosi yang cukup gencar, produk Lee Cooper berikut aksesorisnya mulai dikenal masyarakat luas. Penekanan pada brand image dan didukung oleh kwalitas produk adalah perlu bagi Lee Cooper, mengingat sasaran pasarnya adalah untuk kelas menengah ke atas. Target pasar Lee Cooper adalah kaum muda berusia 15 tahun ke atas. Menurut Jody, pasar Lee Cooper memang disiapkan untuk medium high market. Dalam waktu singkat, posisi Lee Cooper di Indonesia kini setingkat di bawah Levi's yang menjadi pioneer disini.

Lee Cooper adalah satu-satunya jeans yang membedakan fitting untuk pria dan wanita. Sebelum dipasarkan di Indonesia, Lee Cooper melakukan riset dengan mengukur fitting sekitar 150 pria dan 150 wanita, untuk menentukan fitting standar orang Indonesia. Tujuannya adalah agar pas dikenakan orang Indonesia. Kini Lee Cooper memiliki 6 (enam) fitting pria dan 7 (tujuh) fitting wanita. Untuk pasaran Indonesia, pihak mitra lokal diberi kebebasan berkreasi, "Jadi kami bisa membuat beragam variasi, tetapi sebelum dipasarkan harus mendapat approval dari London", kata Jody.

Pada 1993, PT. Kushendy Asribusana mentargetkan bisa menjual sekitar 500 ribu potong jeans. Ia yakin, langkahnya bakal mulus menembus rintangan. Dengan pasar sasaran kaum muda, Lee Cooper kini mendirikan sebuah kelompok yang diberi nama Lee Cooper Club.

Pada akhir 1992, PT. Kushendy Asribusana mulai melebarkan sayap. Selain Lee Cooper , PT. Kushendy Asribusana juga dipercaya oleh Lawman Hong Kong untuk memasarkan produk-produk jeans bermerk Lawman. Pada tanggal 12 Desember 1992, akan dibuka butik Lawman yang pertama di Indonesia, dengan lokasi di The Atrium Segi Tiga Senen, Jakarta.

Perusahaan induk dari PT. Kushendy Asribusana adalah Winner Group. Perusahaan yang beroperasi sejak 1980 itu bergelut dalam bidang garment manufacturer dan sekaligus garment exporter. Pabrik Winner yang berlokasi di Bogor ini memproduksi beragam pakaian jadi atas pesanan dari leading buyer ternama, seperti Calvin Klein, Banana Republic, Liz Claiborne, Jantzen, GAP, Russ Togs, Eddie Bauer, Phillips Van Heusen, Charming Shoppes, Quelle, Sun's, Men's Rally, Marubeni, Woolrich, Foster Brothers dan Montgomery Ward.

Winner juga dikontrak Marks Spencer untuk memproduksi beragam pakaian jadi yang dijual di outlet yang tersebar di berbagai negara. Atas keunggulannya dalam mempertahankan mutu produk, pada tahun 1990 Winner Group menerima Liz Claiborne Award untuk Contractor Quality. Dari 3000 kontraktor yang tersebar di seluruh dunia, hanya 14 perusahaan yang terpilih, salah satunya adalah Winner dari Indonesia. Pada tahun 1991, Winner berhasil mencetak angka ekspor US $ 50 juta.