Oct 22, 2002

Furla luncurkan Koleksi Musim Gugur/Dingin 2003

Menampilkan beragam model tas dengan rancangan dan sentuhan warna yang menawan


Jakarta, 21 Oktober 2002 - Pergantian musim dijadikan momentum bagi Furla, fashion brand ternama dari Italia, untuk memperkenalkan koleksi Musim Gugur 2002 dan Musim Dingin 2003. Beragam model tas dengan rancangan dan sentuhan warna menawan ditampilkan khusus untuk kaum wanita modern, dipadu dengan ragam aksesoris yang memikat. Tampilan yang elegan, feminin dan penuh gaya adalah nilai-nilai yang selalu dianut oleh tim perancang muda Italia yang bergabung dengan Furla.

Penonjolan pada perpaduan gaya klasik dan modern menjadi ciri khas Furla, dimana kualitas dan rancangan menjadi prioritas utama. Karakteristik ragam tas, sepatu dan aksesoris karya Furla adalah pada penampilan yang berbeda dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak heran kalau merk Furla menjadi jaminan sebuah kemewahan dimana koleksinya terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.

Penampilan yang modis dan berjiwa muda menyemangati rancangan Furla untuk koleksi Musim Gugur/Dingin 2003 kali ini, meliputi tas, sepatu, jam tangan dan perhiasan, dimana koleksi baru ini menawarkan tiga tema, yaitu kepolosan, mode tekno dan klasik trendy.

TEMA KEPOLOSAN
Tema kepolosan mengacu dan dipengaruhi oleh gaya tahun 1980-an. Energi yang memancar dari warna-warna kuat dan tegas seperti merah, fuchsia, dan ungu cemerlang terdapat dalam garis dan bentuk geometris. Bulat, persegi, silinder dan trapesium diolah menjadi rancangan yang sungguh menarik. Semua dengan detail jahitan yang eksklusif.




Tribeca, yang berbentuk trapesium dengan kombinasi multi-warna, adalah contoh paling kuat dari tema ini. Seri "Ecole" merupakan penafsiran kembali dari model tas sekolah, berwarna cerah. Dipadukan dengan sepatu kulit warna merah bermodel sepatu bayi dengan ujung bulat dan tanpa hak. Gembok dan kunci perak melengkapi seri ini. Mutiara-mutiara besar diuntai pada pita organza yang dipakai untuk kalung rantai, kalung leher (choker), dan gelang menjadi aksesoris bernada ceria. Jam tangan logam dengan tali jam yang menonjolkan bentuk-bentuk geometris dan jam-jam tangan dengan permukaan segi-empat menggabungkan grafik dan warna untuk menciptakan efek yang mengagumkan.

TEMA MODE TEKNO
Tema Mode Tekno memiliki bidang terbesar, dengan sentuhan bergaya yang mempersatukan disain dan fungsi yang menarik perhatian. Detail-detail jahitan yang tersembunyi dalam seri Techno ini, misalnya, dimana bagian-bagian dengan lipit-lipit didalam tidak hanya meningkatkan volume, tetapi juga menyuguhkan detail menarik dengan warna-warna kontras.

Dalam seri model Aspen, tas-tas unisex (untuk pria maupun wanita) dapat disesuaikan ukurannya dengan mengurangi atau memperbesarnya bila perlu. Pisahkan kedua 'kantung' tas dan persatukan kembali dengan jepit rancangan khusus yang menambatkan keduanya pada tali bahu.

Dalam seri Detroit, paku-paku keling yang menegaskan bentuk-bentuk bulat dan gepeng menggantikan setik jahitan dan sebenarnya merupakan bagian daripada tas. Hitam merupakan warna dasar, baik untuk kulit anak sapi maupun untuk kulit rusa. Bahan yang digunakan amat lembut, bahkan untuk jenis-jenis yang diproses. Permainan warna dengan label-label yang bersinar (fluorescent) yang dipasang pada latar belakang gelap yang kontras dalam seri Page. Rangkain sepatu dalam koleksi ini mempunyai penampilan sportif, ringan, dengan hak rendah dan tali-tali elastis. Unsur grafis sangat kuat disini. Hak sepatu model koil yang rendah untuk jenis mokasin dan boot dengan bentuk meruncing, diberi pelapis-dalam elastis berwarna kontras.


Bandul-bandul perak dalam bentuk salib, kait dan paku memberi nailai tambah pada perhiasan-perhiasan kristal Swarovski yang aneka warna. Rangkaian koleksi jam tangan yang anggun, walau berukuran besar. Permukaannya bundar atau persegi. Juga ada beberapa model jam tangan untuk pria.

KLASIK TRENDY
Mimi, salah satu model klasik dari Furla, dirancang ulang untuk pemakaian sehari-hari dengan tali bahu dari kulit berkualitas tinggi dengan aksesoris pita. Tas ini memakai bahan nappa yang anggun, sementara untuk malam hari dibuat dari beludru dengan aplikasi halus kristal-kristal Swarovski, yang dapat juga dilepas dan dipakai sebagai bros. Sebagai pasangannya kami tawarkan sandal dari kulit berkualitas tinggi, sepatu malam, dan sepatu boot dengan garis kontras hitam dan fuchsia yang sama.

Seri Sofia mempunyai keunikan tersendiri karena menggunakan kulit yang dikerjakan sedemikian rupa sehingga tampak seperti brokat timbul, yang permukaannya memantulkan cahaya dan bayangan. Rangkaian sepatu dalam seri Sofia amat menarik, sepatu malamnya berujung bundar dan terbuat dari kulit anak sapi, suede dan satin. Tas-tas dalam seri Seattle terkesan luas namun ringkas. Modelnya mengacu pada koper-koper jinjing yang digunakan dalam perjalanan dengan kereta kuda di masa lalu. Dibuat dari kulit anak sapi yang 'dimatangkan', atau kulit rusa, dua jenis kulit yang lembut dan berharga mahal. Sepatu boot hitam polos dengan pita dan gesper yang dapat dilepas. Koleksi perhiasan dalam seri ini menggunakan perak dan tembaga. Disain berciri garis sederhana yang mudah dikenali.

Perak: Perak FURLA disebut STERLING SILVER 925. Artinya dalam 1kg perak, 940 gram adalah perak murni dan 60 gram adalah tembaga. Bagian tembaga yang kecil ini diperlukan karena perak murni terlalu lunak dan mudah dipatahkan. Pada koleksi Furla Musim Gugur/Dingin 2003, semua perhiasan perak memakai galvanisasi rodium, yaitu salah satu logam mulia yang bernilai tinggi. Galvanisasi rodium mencegah perak menjadi hitam.



Galvanisasi: Proses galvanisasi adalah teknik perlindungan permulaan melalui pelapisan dengan logam (misalnya emas, perak, rhodium.) dengan beberapa ketebalan (antara 1 sampai 5 mikron) melalui proses elektrokimia. Jika logam yang digunakan adalah emas, maka proses galvanisasi disebut pelapisan emas, bila menggunakan rhodium disebut pelapisan rhodium.

Perak berlapis emas. Perhiasan berlapis emas mempunyai inti dari perak yang kemudian diberi lapisan-lapisan emas murni. Teknik pelapisan emas (bisa secara kimiawi atau secara mekanis) digunakan pada koleksi perhiasan Furla pada musim ini, dimana perhiasan diberi lapisan emas 2/3 mikron untuk menjamin keawetannya dan kemudian dipoles. Proses pemolesan merupakan proses terakhir pada permukaan logam (bisa dengan mesin atau dengan tangan) untuk mendapatkan permukaan seperti cermin.

Electroforming: Teknik ini juga berkembang dari suatu prototipe logam darimana diperoleh cetakan karet sehingga dapat dibuat produk perhiasan sebanyak yang diinginkan dengan cara menyuntikkan logam yang bertitik leleh rendah. Setelah dicetak, perhiasan dicelupkan ke dalam cairan yang dialiri listrik sehingga perak di dalam suspensi akan menempel pada perhiasan dan melapisinya secara merata. Ketebalan lapisan perak bervariasi tergantung pada lamanya pencelupan dan besarnya aliran listrik. Logam inti kemudian dikorosi total dengan cara mencelupkan perhiasan ke dalam cairan asam untuk menghasilkan perhiasan yang kosong di dalam. Akhirnya, perhiasan diselesaikan dan dipoles. Keuntungan dari perhiasan yang dibuat dengan cara ini adalah bobot yang amat ringan. Contoh perhiasan seperti ini adalah cincin dari seri Flower.

Kuningan: Kuningan adalah gabungan antara tembaga dan seng (persentase seng berkisar antara 5% sampai 50%) dengan daya tahan tinggi terhadap korosi/karat, terutama bila dilapisi dengan khrom.

Batu-batuan setengah mulia: Berlian, mirah, safir dan topaz akan selalu terpikirkan bila kita mendengar percakapan mengenai batu mulia. Namun, selain batu yang benar-benar merupakan permata, masih ada apa yang dinamakan batu-batuan setengah mulia, yang juga sangat anggun. Batu-batuan ini adalah batu alamiah yang terbentuk oleh proses kristalisasi batu selama berabad-abad. Furla merasa bangga dapat menawarkan koleksi yang memanfaatkan keindahan batu-batu setengah mulia yang bernilai tinggi, seperti kwarsa, garnet, kecubung, kornelian, aquamarin, peridot dan giok. Nilai dari batu tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran, warna, kebeningan, cahaya, kekerasan, kelangkaan, dan akhirnya, kesesuaiannya dengan mode.

Dipersiapkan oleh BizzComm!







Furla buka butik di Plaza Senayan, Jakarta

Butik dengan konsep baru yang mempersembahkan koleksi tas, sepatu dan aksesoris dengan rancangan menawan dari Italia


Jakarta, 21 Oktober 2002 - Pada hari ini, Furla secara resmi membuka butik barunya yang berlokasi di Plaza Senayan, Jakarta. Butik seluas 107 meter persegi yang dirancang dengan gaya Italia ini merupakan relokasi dari butik lama, juga di Plaza Senayan, dengan ruangan yang lebih luas, nyaman dan dengan penerapan konsep baru. Furla yang mulai beroperasi di Indonesia sejak Desember 1999 lalu kini memiliki 2 butik, berlokasi di Plaza Indonesia dan Plaza Indonesia. Dalam waktu dekat, Furla juga akan membuka butik ketiga di Kuta, Bali.

"Hadirnya butik baru Furla di Plaza Senayan dengan konsep baru ini kami harapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada para pelanggan kami," kata Alimansyah Haliman, Presiden Direktur PT. Ilindo Interprimo (Ilindo), selaku pemegang waralaba (franchise holder) Furla. "Kami juga ingin memberi kemudahan bagi masyarakat luas untuk memperoleh produk berkualitas dengan merk internasional," tambahnya.

Tampilan tata ruang butik yang bernuansa klasik tapi dengan sentuhan segar itu dirancang oleh Italcom. Material kayu dengan polesan warna abu-abu dipadu dengan stainless steel dan kaca cermin keabuan nampak mendominasi ruangan. Juga dipasang perangkat audio visual canggih yang memungkinkan Furla untuk memanjakan customer dengan window display yang istimewa.




Bertepatan dengan pembukaan akbar (grand opening) butik ini, digelar koleksi tas, sepatu dan aksesoris karya Furla untuk Musim Gugur-Dingin 2003 (Autum-Winter 2003). Rangkaian koleksi terbaru Furla tersebut kini sudah tersedia di dua butik Furla yang berlokasi di Plaza Indonesia dan Plaza Senayan, Jakarta. Koleksi Furla kali ini memiliki daya tarik modern, digabungkan dengan penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi. Koleksi ini ditujukan untuk kaum wanita yang mendambakan model tas bergaya Italia yang elegan dan mewah.

Furla Spa telah mempercayakan pemasaran produknya di Indonesia kepada Ilindo selaku franchisee. Sebagai catatan, Ilindo berkecimpung dalam bisnis pemasaran produk-produk fashion papan atas asal Italia yang berkelas internasional. Selain sebagai distributor Furla, Ilindo juga mengelola brand kelas dunia seperti Il Primo, Florsheim dan Replay.

Di negeri asalnya, Italia, sudah puluhan tahun lamanya Furla menapaki bisnis pembuatan tas dan sepatu wanita yang terbuat dari kulit berkualitas tinggi. Beroperasi sejak 1927, Furla Spa yang bermarkas di Bologna kini dikelola oleh generasi ketiga dari keluarga sang pendiri. Bisnis tas, sepatu dan aksesoris bermerk Furla kini telah menjangkau 59 negara, termasuk di Indonesia.

dipersiapkan oleh BizzComm!


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
Rina Trisiktanti
Brand Manager Furla (PT. Ilindo Interprimo)
Telp. : (021) 725-0088
Fax : (021) 724-6555
E-mail : rina@cbn.net.id
Website : www.furla.com

Oct 11, 2002

Galeri Kreatif Kertas menggelar pameran bertajuk "Art of Communications"

Bandung, 10 Oktober 2002 - Untuk yang pertama kalinya, "Galeri Kreatif Kertas" menggelar pameran bertajuk "Art of Communications" - sebuah seni berkomunikasi melalui kertas. Pameran yang sepenuhnya didukung oleh distributor kertas PT. Surya Palacejaya (SPJ) dan Hewlett-Packard ini digelar selama sebulan lamanya, mulai hari ini hingga 10 November 2002, bertempat di "Galeri Kreatif Kertas", Jalan Progo 19, Bandung, Jawa Barat.

Materi yang dipamerkan itu meliputi barang-barang cetakan seperti annual report, company profile, stationary, poster, leaflet, undangan, kalender dan lainnya. "Tujuan utama kami menggelar pameran ini adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat akan peranan kertas sebagai alat berkomunikasi," tutur Nachrudin Ramali, ketua panitia penyelenggara pameran. "Pameran ini juga sekaligus untuk lebih memasyarakatkan penggunaan kertas berkualitas tinggi, khususnya bagi keperluan bisnis. Untuk para perancang grafis, pameran ini juga dapat dijadikan ajang studi banding," tambahnya. Mengingat pameran ini terbuka untuk umum, ia berharap masyarakat luas dapat menyaksikannya, khususnya para pelajar, mahasiswa, perancang grafis dan pengusaha percetakan.

Pameran ini juga digelar guna menandai perayaan ulang tahun ke-2 "Galeri Kreatif Kertas" yang beroperasi sejak September 2000 lalu. Sebagai catatan, "Galeri Kreatif Kertas" dikelola oleh PT. Kreatif Kertas Primajaya. Menurut rencana, di galeri ini secara berkala akan dipamerkan karya-karya para perancang grafis di Bandung. Beberapa perguruan tinggi yang pernah menjalin kemitraan dengan Galeri "Kreatif Kertas" diantaranya Seni Rupa ITB, STISI, STDI, Unpar, STIEB Widyatama, NICE Institute dan Unikom.




"Galeri Kreatif Kertas" memiliki komitmen terhadap perkembangan dunia rancang grafis di Indonesia, salah satunya adalah dengan memberikan dukungan dan mensponsori orang-orang kreatif untuk terus berkarya.

Bergulirnya zaman digital dan internet yang mengunggulkan e-commerce dan membentuk sebuah 'komunitas tanpa kertas' (paperless society), tak otomatis membuat pasar kertas dunia rontok. "Walau kini pemakaian e-mail sebagai alat berkomunikasi kian mewabah di seluruh dunia, namun penggunaan kertas oleh masyarakat bisnis tetap tinggi," papar Nachrudin.

Dipersiapkan oleh Bizzcomm!

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
Sdr. Nachrudin Ramali
PT. Surya Palacejaya
Telp. : (021) 630-6106
Fax : (021) 631-9836
Website : www.suryapj.com

Sdri. Yenni Indrati
Galeri "Kreatif Kertas", Jl. Progo 19, Bandung 40115
Telp : (022) 422-0888
Fax : (022) 420-8445