Sep 25, 2003

Tonggak sejarah Raymond Weil

Proses pembuatan Raymond Weil

Setiap arloji RAYMOND WEIL merupakan hasil daripada sebuah proses pengembangan yang panjang dimana keahlian teknis digabungkan dengan keindahan disain. Dengan mengikuti instink dan menganalisa pasar, tim RAYMOND WEIL selalu berusaha meningkatkan mutu dan memperluas macam produk yang dihasilkan. Mereka menyampaikan ide-ide dan intuisi mereka kepada tim perancang yang kemudian akan menggunakan bakat mereka untuk memberi wujud dan substansi kepada proyek ini.

Setelah desain dipelajari, dibahas dan dimodifikasi, dibuatlah suatu prototipe sehingga model dapat dipelajari dalam format tiga-dimensi. Begitu disain dirampungkan, kerangka jam dan gelangnya dapat diproduksi. Kemudian, diciptakan cakra angka - yaitu muka arloji. Lusinan variasi disain akan diuji terlebih dahulu sebelum memilih beberapa disain. Setelah itu masih harus dipilih tangan-tangan arloji, mengepas gerakan jam dan memeriksa bermacam detail penting sebelum tampilan arloji menjadi nyata.

Akhirnya tiba saatnya untuk merakit arloji. Pada saat itu masing-masing arloji sudah menjalani pengujian pada setiap tahap pembuatan dan mengalami 360 kali pemeriksaan.
Dengan inspirasi berdasarkan semangat dan antusiasme yang sama, Raymond Weil dan Olivier Bernheim telah membangun jaringan perwakilan internasional yang kokoh dan terpercaya. Para distributor ini menjamin kualitas arloji merek RAYMOND WEIL, yang dilengkapi garansi satu tahun dan pelayanan purna-jual yang prima.

Dalam triwulan terakhir, RAYMOND WEIL, perusahaan arloji berbasis di Jenewa (Geneve), telah mencapai posisi yang sangat bagus di antara galaksi para pembuat jam tangan Swiss yang paling dikenal dan paling terkenal di dunia.

Kebijakan perusahaan yang bersifat tegas namun sekaligus penuh gairah, didasarkan pada keahlian dan presisi. Dengan menggunakan semua teknologi modern yang ada, RAYMOND WEIL hanya memproduksi produk dengan kualitas tanpa cela. Memang, keinginan untuk selalu mengejar kesempurnaan adalah salah satu kunci suksesnya dimana setiap model dibuat dengan penuh perhatian dan kecermatan yang sama.

Namun, apa gunanya kesempurnaan teknis bila tanpa jiwa? Sebuah jam tangan dengan 'sentuhan seni' adalah jawabnya. Dengan berlalunya waktu, merek ini seolah-olah mewakili dunia budaya, seni dan musik. Karena itu sebagian besar koleksi arloji mengambil inspirasi dari karya-karya musik besar seperti Parsifal, Don Giovanni dan Othello. Karya-karya ini mewujudkan kecintaan RAYMOND WEIL akan musik klasik, opera dan kesenian. Masing-masing koleksi mempunyai ciri khas tersendiri. Suatu disain yang spesifik, sehingga satu rangkaian produk mencakup berbagai model yang mewakili perpaduan yang harmonis antara yang tradisional dan yang kontemporer. RAYMOND WEIL sangat mementingkan daya tarik estetika dari disain arloji, yang disempurnakan hingga detail terkecil.

Setiap hari semenjak didirikan, RAYMOND WEIL memproduksi arloji-arloji yang anggun. Apakah dengan disain tradisional, atau untuk olahraga atau kesempatan-kesempatan formal, mode yang mutakhir, dari emas baja atau lapis emas, dengan tali kulit atau gelang, arloji-arloji RAYMOND WEIL dengan caranya masing-masing merupakan gabungan kesederhanaan disain dengan bahan-bahan yang berkelas.

Visi bisnis RAYMOND WEIL dapat disimpulkan dengan hanya beberapa kata: kreasi, inovasi, dan evolusi. Ketiga aspek ini menjadi ciri tetap dalam kode etik profesional perusahaan, yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan kesan mendalam dan menyenangkan pelanggan. Mari rayakan saat-saat terindah dalam hidup bersama RAYMOND WEIL.


Tonggak sejarah RAYMOND WEIL

1976: RAYMOND WEIL mendirikan RAYMOND WEIL S.A. di Jenewa (Swis) pada saat pasar untuk jam tangan/arloji sedang mengalami resesi yang sangat hebat.

1979: RAYMOND WEIL memilih gerakan kuarsa dan meluncurkan koleksi "Golden Eagle", terdiri dari arloji-arloji baja untuk dipakai dalam kegiatan olahraga. Ini merupakan suatu sukses besar.

1982: Oliver Bernheim, menantu Raymond Weil, bergabung dalam perusahaan sebagai manajer pemasaran dan penjualan. Kini ia menjabat Presiden-Direktur dan CEO.

1983: RAYMOND WEIL meluncurkan koleksi "Amadeus", terinspirasi dari film layar lebar karya sutradara Forman. Semenjak itu penamaan koleksi arloji RAYMOND WEIL diambil dari karya musik klasik dan opera.

1984: Peluncuran kampanye iklan yang baru untuk koleksi
'Amadeus'.

1985: Peluncuran koleksi "Fidello": arloji-arloji yang berpenampilan halus dan tipis ini, dengan gelang rantai berlapis emas 18 karat. RAYMOND WEIL mencetak satu kesuksesan lagi dalam dunia jam tangan.

1986: RAYMOND WEIL merayakan ulang tahunnya ke-10, ditandai dengan peluncuran koleksi "Othello". Teknologi yang begitu canggih dan modern (gerakan ultra-datar dengan ketebalan hanya 1,2 mm) dipadu dengan disain yang anggun. Koleksi ini memberi kontribusi besar terhadap kesuksesan dan citra RAYMOND WEIL yang begitu cepat melambung.

1988: Peluncuran koleksi "Traviata". Arloji-arloji dengan kaca berwarna dan cakra angka yang multi-warna telah menjungkir-balikkan nilai estetika tradisional.

1989: RAYMOND WEIL mengambil tempat di antara nama-nama besar dalam industri jam Swiss dan meluncurkan kampanye iklan "Islande".

1991: Pasar bergerak. Segmen arloji mewah semakin tumbuh semakin besar. RAYMOND WEIL meluncurkan koleksi "Persifal". Arloji-arloji pertama yang terbuat dari baja anti-karat dan emas 18-karat.

1992: Peluncuran koleksi "Amadeus 200 Collection", arloji-arloji olahraga pertama yang kedap air hingga 20 meter dan koleksi perhiasan "Parsifal" dari emas 18 karat dan berlian.

1993: Peluncuran tiga model "Parsifal" baru : GMT, Square dan Automatic

1994: RAYMOND WEIL membentuk citra baru dan memilih dunia tari untuk iklan terbarunya yang berjudul "Precision Movement". Perusahaan juga meluncurkan koleksi arloji-arloji baru yang dinamakan "Tradition Mechanique", dilengkapi dengan gerakan-gerakan otomatis atau manual.

1995: RAYMOND WEIL meluncurkan iklan baru untuk bioskop dan televisi.

1998: Saat berulang tahun ke-20, RAYMOND WEIL menciptakan "Duo Jubile" edisi terbatas, yaitu arloji pria dari baja anti-karat dengan tampilan dua zona-waktu, mengelilingi pergelangan tangan. Peluncuran "W1", suatu koleksi jam tangan 'avant-garde' yang terbuat dari serat baja dan karbon.

1998: Peluncuran tiga rangkaian produk baru: "Don Giovanni", berbentuk segi-empat dari baja. Tema yang tersedia dengan ukuran untuk wanita atau versi mini, dan Allegro, arloji trendy dari baja atau lapis emas kuning.

1999: Peluncuran kampanye iklan baru berjudul "Celebrate The Moment". Kreasi baru RAYMOND WEIL berpusat pada konsep yang menggabungkan sifat keras dan perasaan mendalam. "Persifal Aspiration" berbentuk empat persegi. "Don Giovanni Chronograph" dengan tali kulit. "W1 chronograph", dalam ukuran untuk pria dan wanita dan "Tango" mini.

2000: Tahun ini dilihat sebagai titik balik dengan langkah baru terpadu dimana berlian, kulit mutiara dan baja ber-stau untuk membentuk variasi-variasi baru dalam koleksi Parsifal, Don Giovanni, Chorus dan Tango.

2001: RAYMOND WEIL merayakan 25 tahun berdirinya dan memperbarui koleksi "Othello". Koleksi arloji Othello merupakan karya yang sungguh menawan, perpaduan sempurna antara keberanian dan kemisteriusan. Terbuat dari kaca safir cembung yang sangat kuat, dengan pemantulan dari cakra angka yang hitam dan bezel biru tua pekat. Dua garis vertikal memotong kontinuitas kaca dari desain satu-potong. Koleksi Othello tampil dalam empat versi, yaitu arloji pria, arloji wanita, arloji wanita versi mini, dan versi otomatis yang digrafir oleh RAYMOND WEIL: "aux cotes de Geneva". RAYMOND WEIL juga telah menjalin kerjasama sponsor global dengan Bond, kelompok musik klasik pop yang lagi naik daun di seluruh dunia.

2002: RAYMOND WEIL memberi nafas baru kepada koleksi Othello. Othello yang dulu berwarna biru tua, kini tersedia model baru berwarna kuning dan merah-muda. Sebagai puncak karyanya, perusahaan meluncurkan "Don Giovanni" seri terbaru, versi yang unik dengan dimensi yang luar biasa.

2 comments:

Vicksy said...

wah bagus blognya, dapet informasi lagi ttg istilah per-jam-an. thx!

Anonymous said...

I like use viagra, but this no good in my life, so viagra no good.