Oct 26, 2003

"Sampoerna Hijau Parade Bedug" siap mengguncang Bandar Lampung

Road show selama 23 hari, melintasi 54 kota di 6 propinsi

Bandar Lampung, 26 Oktober 2003 - Pada siang hari ini, resmi akan dibuka acara spektakuler bertajuk "Sampoerna Hijau Parade Bedug" di area parkir GOR Saburai, Bandar Lampung. Peserta parade yang mengawal bedug raksasa bernama "Bedug Sampoerna Hijau" tersebut bakal dilepas oleh Lilian Si dari PT HM Sampoerna Tbk. dan Toni Darusman, brand manager Sampoerna Hijau yang disaksikan pejabat setempat. Mereka secara simbolis akan menabuh bedug bertalu-talu di atas truk tronton sebagai tanda bahwa parade sudah bisa dimulai. Tak lama kemudian, kelompok seniman asal Solo Balabag Percussion memainkan beragam alat musik yang menghentak. Penampilan parade bedug itu dipastikan akan mengguncang Bandar Lampung. Tak salah, kalau bulan suci Ramadhan yang penuh makna religius bagi umat Islam di Lampung kian bertambah semarak dengan hadirnya acara spektakuler tersebut.

Usai menggelar kontes bedug dan Pentas Akbar semalam suntuk yang dihibur oleh Padhyangan 6 di Bandar Lampung, menurut rencana peserta parade akan meneruskan perjalanan ke beberapa kota di Pulau Jawa dengan menyeberangi feri. Acara akbar yang digelar selama 23 hari ini tersebut (mulai 26 Oktober hingga 17 November 2003) kemudian akan melintasi 53 kota berikutnya di Pulau Jawa, terbentang mulai dari Serang di Propinsi Banten hingga Pasuruan. Sederet kota kunci di Pulau Jawa yang akan dilalui arakan keliling yang melibatkan ribuan pendukung acara ini diantaranya adalah Serang, Tangerang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kudus, Surabaya, Kediri, Malang, dan Pasuruan sebagai titik terakhir.

.../2

Siaran Media "Sampoerna Hijau Parade Bedug" Siap .............
26 Oktober 2003
Hal. 2 dari 3

"Parade bedug adalah acara tahunan yang rutin kami gelar selama bulan puasa dengan mengarak keliling bedug raksasa dipadu dengan panggung hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas dengan gratis," tutur Toni Darusman, brand manager Sampoerna Hijau. "Parade tahun ini adalah gelaran yang keempat kalinya sejak kami luncurkan pertama kali pada tahun 2000," tambahnya. Sebagai catatan, bedug raksasa yang akan diarak keliling tersebut bernama "Bedug Sampoerna Hijau" yang hingga kini masih menyandang predikat sebagai bedug berukuran terbesar se Indonesia dan pernah mencetak Rekor MURI.

"Tujuan utama kami menggelar acara ini tiada lain untuk menyajikan hiburan positif kepada masyarakat luas selama bulan puasa," ungkap Toni. "Kami juga ingin mengangkat pentingnya nilai kebersamaan dalam penyelenggaraan acara akbar ini. Parade yang melibatkan secara langsung ribuan masyarakat luas di berbagai kota ini merupakan realisasi dari makna kebersamaan tersebut," tambahnya. Selain itu, acara ini juga sebagai wujud perhatian serta apresiasi Sampoerna Hijau pada dunia seni budaya dengan dilibatkannya para seniman lokal.
Agar tidak memberi kesan hanya pengulangan belaka, parade di bulan puasa kali ini dikemas lebih menarik dibandingkan dengan arak-arakan tahun sebelumnya, yaitu perpaduan antara konsep parade dengan kontes bedug. Untuk tahun ini, Parade Bedug dibagi menjadi 3 segmen, yaitu gelaran 'Pentas Jalan' di 18 kota, 'Pentas Berhenti' di 18 kota dan 'Pentas Akbar', juga akan berlangsung di 18 kota.

Komunitas Hijau juga akan dilibatkan dalam parade kali ini sebagai escort team, seperti barisan pedagang nasi goreng di Bandung, sopir angkot di Bogor, Vespa Club di Solo, rombongan tukang ojek dan tak ketinggalan pula para pengayuh becak. Kalau pada penyelenggaraan tahun-tahun lalu hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, parade tahun ini 'menyeberang' ke Pulau Sumatra, dimana acara pembukaan Parade Bedug akan berlangsung di Area Parkir GOR Saburai, Lampung, pada hari Minggu, 26 Oktober 2003 mendatang.

..../3

Siaran Media "Parade Bedug Sampoerna Hijau" Siap ................
26 Oktober 2003
Hal. 3 dari 3

Geng Hijau yang menjadi aikon Sampoerna Hijau dipastikan akan hadir untuk memeriahkan parade berskala nasional ini. Mereka juga akan terlibat penuh dalam panggung hiburan yang bakal digelar di kota-kota yang dilalui parade ini. Penampilan Geng Hijau yang kocak, beragam permainan menarik yang digelar, serta panggung hiburan, tentunya akan menambah semaraknya parade. Kelompok penghibur kreatif Padhyangan 6 dan TeamLo secara bergantian juga akan menampilkan komedi musikal nan segar. Sedangkan para seniman yang tergabung dalam Kelompok Balabag dari STSI Solo akan memainkan ensemble bedug yang mengkombinasikan instrumen modern dan tradisional. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kontes bedug dan beragam permainan menarik seperti puzzle, lempar kapak, dart, merakit gerobak nasi goreng, pindah bangku dan lainnya. Sungguh sebuah hajatan akbar dengan makna yang sebenar-benarnya, bukan?

Sekilas Sampoerna Hijau

Sampoerna Hijau merupakan salah satu produk sigaret kretek tangan (SKT) unggulan dari PT. HM Sampoerna Tbk. (HMS). Ditujukan bagi pria dewasa (25-35 tahun) yang menghargai pentingnya kebersamaan baik dalam suka maupun duka, menikmati hidup yang sedang dijalani apa adanya, serta menghargai waktu saat beraktivitas bersama teman-teman. Rokok kretek ini pertama kali diproduksi pada 16 Juni 1968 di Denpasar (Bali) semasa almarhum Aga Sampoerna, generasi kedua dari pendiri HMS. Menapaki usia ke 35 tahun, Sampoerna Hijau yang menawarkan konsep good value for money kian populer dengan munculnya icon Geng Hijau yang kocak serta kompak.

"Sampoerna Hijau, Asyiknya Rame-Rame......."


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Meta Rostiawati Radityo Djadjoeri
Media Relations Officer Bizzcomm!
PT HM Sampoerna Tbk. Telephone +62 21 791 94838
Telephone +62 21 526 7205 Facsimile +62 21 790 2806
Facsimile +62 21 526 7260/61 H/P 081 7980 2250
E: mrostiaw@sampoerna.co.id Email: bizzcomm@indosat.net.id

Oct 22, 2003

Sekilas tentang PT H.M. Sampoerna

PT H.M. Sampoerna Tbk., salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia, masuk dalam jajaran perusahaan keluarga terbesar di dunia yang masih tetap berkiprah dari generasi ke generasi. Sejarah perusahaan ini tak dapat dipisahkan dari keberadaan keluarga Sampoerna secara turun temurun. Kesuksesan diawali dari perintisan bisnis oleh Liem Seeng Tee, dilanjutkan kesuksesan Liem Swie Ling membangun pondasi bisnis yang kokoh, lalu kemudian diteruskan hingga kini oleh Putera Sampoerna dan Michael Joseph Sampoerna, putranya.

GENERASI PERTAMA

Sejarah perusahaan ini berawal jauh sebelum 1913 ketika Liem Seeng Tee dan isterinya, Tjiang Nio, mendirikan perusahaan dengan nama Handel Maastchapij Liem Seeng Tee yang kemudian berubah menjadi NV Handel Maastchapij Sampoerna (H.M. Sampoerna). Usai Perang Dunia II, nama perusahaan tersebut di-Indonesia-kan menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna dengan tetap menonjolkan inisial HM.

Kesempatan besar muncul pada awal 1916, ketika Liem Seeng Tee membeli berbagai jenis tembakau dalam jumlah besar dari seorang pedagang tembakau yang bangkrut bisnisnya. Sejak itu Liem Seeng Tee dan Tjiang Nio, isterinya, mencurahkan seluruh tenaganya untuk mengembangkan bisnis tembakau.

Ditengah situasi keuangan yang sulit, Liem Seeng Tee tetap bertekad menjadikan perusahaannya sebagai "Kerajaan Tembakau" dengan menempatkan karakter bahasa Mandarin "Wang" (yang dalam dialek Hokkian disebut "Ong") yang berarti "raja" di depan produk unggulannya 'Dji Sam Soe'. Kemudian ia menggabungkan simbol "Wang" dengan huruf Mandarin "Ren" yang berarti "orang", sehingga menghasilkan paduan kata yang bermakna "Sampoerna". Hal ini sangat jelas menggambarkan keinginan Liem Seeng Tee untuk menghasilkan produk tembakau yang terbaik dan meraih predikat sebagai 'raja rokok kretek'.

Sangat menarik untuk diketahui bahwa jumlah huruf pada merk 'Dji Sam Soe' adalah 9 dan bila angka "234" dijumlahkan juga akan menjadi 9. Selain itu, pada setiap kemasan 'Dji Sam Soe' terdapat 9 bintang bersudut sembilan. Jumlah huruf dalam angka "Sampoerna" juga ternyata 9. Ini berhubungan dengan kepercayaan di Cina Selatan tentang angka 9 sebagai angka keberuntungan.

Rangkaian produk awal yang dibuat Sampoerna antara lain 'Sampoerna Star', 'Summer Palace', dan 'Statue of Liberty'. Merk 'Sampoerna Star' termasuk salah satu rokok berfilter yang pertama di Indonesia.

Sejak awal Liem Seeng Tee bertekad untuk menghasilkan produk yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dari rokok murah bermerk 'Djangan Lawan', sampai ke rokok yang berharga lebih mahal karena terbuat dari tembakau pilihan dan rempah alami.

Mulai awal 1940, bisnis PT H.M. Sampoerna terus tumbuh dengan pesat. Produksi gabungan rokok lintingan tangan dan lintingan mesin mencapai kurang lebih 3 juta batang setiap minggunya. Untuk melinting 'Dji Sam Soe' saja diperlukan sekitar 1.300 pekerja.

Perang Dunia II yang dimulai dengan pendaratan tentara Jepang di Pulau Jawa, memporak-porandakan asset perusahaan ini. Liem Seeng Tee ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara selama masa perang. Pabriknya digunakan oleh pasukan Jepang untuk membuat rokok bermerk 'Fuji'. Seusai perang, tiada secuilpun harta benda keluarga ini yang tertinggal selain merk 'Dji Sam Soe'.

Dengan berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun lamanya, keluarga ini perlahan-lahan mulai membangun kembali bisnisnya. Hal ini juga ditunjang dengan keberhasilan 'Dji Sam Soe' di pasar, sehingga pada 1949 kondisi usaha PT H.M. Sampoerna sudah dapat dikatakan pulih kembali.

Pada 1956, Liem Seeng Tee wafat dalam usia 63 tahun.

GENERASI KEDUA

Setelah wafatnya Liem Seeng Tee, roda perusahaan dijalankan oleh kedua puterinya, Liem Sien Nio dan Liem Hwee Nio, beserta suami masing-masing. Kerja keras mereka ternyata tidak memberikan hasil yang memuaskan karena terjadi perubahan politik dan keadaan ekonomi Indonesia yang kian memburuk pada akhir tahun '50-an dan awal '60-an.

Liem Swee Ling yang lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna, lalu memimpin tampuk perusahaan. Beliau adalah putra kedua dari pasangan Liem Seeng Tee dan Tjiang Nio. Masuknya manajemen Aga Sampoerna berbeda dengan almarhum ayahnya yang selalu hadir dan mengawasi proses pembuatan rokok dari awal hingga akhir. Aga memanfaatkan beberapa tenaga profesional pada tingkatan manajer. Kunci sukses Aga Sampoerna adalah pada kemampuan dan kemauannya untuk bekerja sama dengan semua tingkatan karyawan. Dengan modal kepiawaian berbicara dalam berbagai ragam bahasa, Aga Sampoerna dapat dengan mudah berbaur dengan seluruh pekerja dan membangun hubungan yang bersifat pribadi. Kepekaannya ini tampak dari upah pelinting di Sampoerna yang selalu paling tinggi di Jawa Timur.

Pada 16 Juni 1968, Aga Sampoerna mulai memproduksi rokok kretek bermerk 'Sampoerna A' di Denpasar, Bali. Kini merk tersebut lebih dikenal dengan sebutan 'Sampoerna Hijau'. Di masa itu pula muncul merk 'Panamas Kuning'. Kini sigaret kretek tangan buatan Surabaya tersebut lebih banyak beredar di wilayah Sumatra.

Aga Sampoerna wafat di Singapura pada tanggal 13 Oktober 1995.

GENERASI KETIGA

Putera Sampoerna, putera kedua Liem Swie Ling, mulai aktif dalam perusahaan pada awal '70-an. Lalu pada 1978, Putera dipercaya untuk mengelola pabrik baru di Malang. Namun usaha keras untuk mengembangkan perusahaan terhadang oleh kebakaran yang terjadi di pabrik Taman Sampoerna pada 1979. Akan tetapi dengan kerja keras seluruh karyawan, Sampoerna tetap dapat mempertahankan produksi rokoknya dari Malang. Dalam waktu 24 jam setelah kejadian itu, rokok 'Dji Sam Soe' kembali hadir di masyarakat, walau dalam jumlah terbatas.

Dengan kian berkembangnya perusahaan, ruang untuk produksi di Taman Sampoerna dan di Malang menjadi kian terbatas, sehingga pada 1982 manajemen memutuskan pemindahan pusat usaha ke kawasan industri Rungkut, Surabaya. Sejak saat itu, telah banyak prestasi yang berhasil dicetak, antara lain pendirian laboratorium kontrol untuk memenuhi standar internasional dan perolehan lisensi untuk transportasi komersial bagi PT Sampoerna Transportasi Nusantara (STN). STN dimanfaatkan untuk keperluan distribusi produk-produk Sampoerna. Pada 1989, muncul ide brilian Putera Sampoerna dalam mengembangkan jajaran merk rokok berlabel 'A', ditandai dengan peluncuran A Mild - rokok dengan kadar tar dan nikotin terendah. Produk ini meraih sukses di pasaran karena dapat memenuhi keinginan masyarakat luas yang kian berpikiran modern. Selain itu, masih ada beberapa merk rokok lainnya yang diproduksi PT H.M. Sampoerna di masa kepemimpinan Putera Sampoerna, diantaranya adalah merk 'A International'.

Keberhasilan lainnya adalah dengan terdaftarnya PT H.M. Sampoerna sebagai perusahaan publik pada 27 Agustus 1990. Ketika itu, PT. H.M. Sampoerna Tbk berhasil menjual sahamnya sebanyak 27 juta lembar dengan harga Rp 12,600 per lembar saham. Sejak saat itu, saham PT H.M. Sampoerna Tbk selalu menduduki lapisan saham papan atas (blue chip).

GENERASI KEEMPAT

Pada 27 Juni 2001, Michael Joseph Sampoerna menduduki posisi sebagai Presiden Direktur sekaligus sebagai Chief Operating Officer dan Chief Financial Officer PT. H.M. Sampoerna Tbk.

Sedangkan Putera Sampoerna kini tetap aktif di perusahaan sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna Tbk.

"Sampoerna Hijau Parade Bedug" kembali digelar

Road Show Selama 23 Hari, Melintasi 54 kota di 6 propinsi

Jakarta, 22 Oktober 2003 - Bulan suci Ramadhan yang penuh makna religius bagi umat Islam bakal kian semarak dengan hadirnya acara spektakuler bertajuk "Sampoerna Hijau Parade Bedug". Acara road show ini akan kembali digelar selama 23 hari, mulai 26 Oktober hingga 17 November 2003, melintasi 54 kota di 6 propinsi, terbentang mulai dari Lampung di Pulau Sumatra hingga Pasuruan, Jawa Timur. Sederet kota kunci yang akan dilalui arak-arakan keliling yang melibatkan ribuan pendukung acara ini diantaranya adalah Lampung, Tangerang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Kudus, Surabaya, Kediri, Malang, dan Pasuruan sebagai titik terakhir.

"Parade bedug adalah acara tahunan yang rutin kami gelar selama bulan puasa dengan mengarak keliling bedug raksasa dipadu dengan panggung hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas dengan gratis," tutur Toni Darusman, brand manager Sampoerna Hijau. "Parade tahun ini adalah gelaran yang keempat kalinya sejak kami luncurkan pertama kali pada tahun 2000," tambahnya. Sebagai catatan, bedug raksasa yang akan diarak keliling tersebut bernama "Bedug Sampoerna Hijau" yang hingga kini masih menyandang predikat sebagai bedug berukuran terbesar se-Indonesia dan pernah mencetak Rekor MURI.

"Tujuan utama kami menggelar acara ini tiada lain untuk menyajikan hiburan positif kepada masyarakat luas selama bulan puasa," ungkap Toni. "Kami juga ingin mengangkat pentingnya nilai kebersamaan dalam penyelenggaraan acara akbar ini. Parade yang melibatkan secara langsung ribuan masyarakat luas di berbagai kota ini merupakan realisasi dari makna kebersamaan tersebut," tambahnya. Selain itu, acara ini juga sebagai wujud perhatian serta apresiasi Sampoerna Hijau pada dunia seni budaya dengan dilibatkannya para seniman lokal.


Agar tidak memberi kesan hanya pengulangan belaka, parade di bulan puasa kali ini dikemas lebih menarik dibandingkan dengan arak-arakan tahun sebelumnya, yaitu perpaduan antara konsep parade dengan kontes bedug. Untuk tahun ini, Parade Bedug dibagi menjadi 3 segmen, yaitu gelaran 'Pentas Jalan' di 18 kota, 'Pentas Berhenti' di 18 kota dan 'Pentas Akbar', juga akan berlangsung di 18 kota.

Komunitas Hijau juga akan dilibatkan dalam parade kali ini sebagai escort team, seperti barisan pedagang nasi goreng di Bandung, sopir angkot di Bogor, Vespa Club di Solo, rombongan tukang ojek dan tak ketinggalan pula para pengayuh becak. Kalau pada penyelenggaraan tahun-tahun lalu hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, parade tahun ini 'menyeberang' ke Pulau Sumatra, dimana acara pembukaan Parade Bedug akan berlangsung di Area Parkir GOR Saburai, Lampung, pada hari Minggu, 26 Oktober 2003 mendatang.

Geng Hijau yang menjadi aikon Sampoerna Hijau dipastikan akan hadir untuk memeriahkan parade berskala nasional ini. Mereka juga akan terlibat penuh dalam panggung hiburan yang bakal digelar di kota-kota yang dilalui parade ini. Penampilan Geng Hijau yang kocak, beragam permainan menarik yang digelar, serta panggung hiburan, tentunya akan menambah semaraknya parade. Kelompok penghibur kreatif Padhyangan 6 dan TeamLo secara bergantian juga akan menampilkan komedi musikal nan segar. Sedangkan para seniman yang tergabung dalam Kelompok Balabag dari STSI Solo akan memainkan ensemble bedug yang mengkombinasikan instrumen modern dan tradisional. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kontes bedug dan beragam permainan menarik seperti puzzle, lempar kapak, dart, merakit gerobak nasi goreng, pindah bangku dan lainnya. Sungguh sebuah hajatan akbar dengan makna yang sebenar-benarnya, bukan?

Sekilas Sampoerna Hijau

Sampoerna Hijau merupakan salah satu produk sigaret kretek tangan (SKT) unggulan dari PT. HM Sampoerna Tbk. (HMS). Ditujukan bagi pria dewasa (25-35 tahun) yang menghargai pentingnya kebersamaan baik dalam suka maupun duka, menikmati hidup yang sedang dijalani apa adanya, serta menghargai waktu saat beraktivitas bersama teman-teman. Rokok kretek ini pertama kali diproduksi pada 16 Juni 1968 di Denpasar (Bali) semasa almarhum Aga Sampoerna, generasi kedua dari pendiri HMS. Menapaki usia ke 35 tahun, Sampoerna Hijau yang menawarkan konsep good value for money kian populer dengan munculnya icon Geng Hijau yang kocak serta kompak.


"Sampoerna Hijau, Asyiknya Rame-Rame......."


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Meta Rostiawati Radityo Djadjoeri
Media Relations Officer Bizzcomm!
PT HM Sampoerna Tbk. Telephone +62 21 791 94838
Telephone +62 21 526 7205 Facsimile +62 21 790 2806
Facsimile +62 21 526 7260/61 Mobile Phone 081 7980 2250
E: mrostiaw@sampoerna.co.id E: bizzcomm@indosat.net.id

Oct 20, 2003

Aspira Oil menggelar uji ketahanan berkendara selama 24 jam, untuk membuktikan diri sebagai pelumas berkualitas tinggi

Bogor, 20 Oktober 2003 - Aspira Oil, pelumas produksi PT. Astra Komponen Indonesia (ASKI), pada hari ini menggelar acara menarik bertajuk "Uji Ketahanan 24 Jam" yang berlangsung di Sentul International Circuit, Bogor. Sebanyak 18 pembalap Ibu Kota akan menguji ketangguhan kendaraan roda dua yang menggunakan pelumas bermerek Aspira Oil selama 24 jam nonstop. Secara bergantian, mereka akan mengendarai berbagai merek sepeda motor bebek 4T sejak Senin siang, 20 Oktober hingga Selasa siang, 21 Oktober 2003.

"Tujuan utama kami menggelar acara ini tiada lain untuk membuktikan bahwa pelumas yang kami pasarkan memiliki kualitas prima dan layak untuk digunakan segala jenis kendaraan bermotor," tutur Harry Widjaja, business operation director ASKI. "Ini adalah kesempatan langka karena sampai saat ini hanya Aspira Oil yang berani melakukan uji coba ketahanan berkendara 24 jam lamanya," tambahnya. Beberapa merek pelumas ramai-ramai menonjolkan diri sebagai oli yang paling berkualitas, tetapi tak pernah membuktikan keunggulannya melalui ajang uji ketangguhan seperti dilakukan Aspira Oil.

Jenis oli yang digunakan pada acara ini adalah Aspira Maxima 4T Motorcycle Oil yang memiliki kemampuan standar API SG/CD, SAE 20W-50. Pelumas ini memiliki kemampuan kerja prima, kondisi yang stabil karena merupakan pelumas bahan bakar bensin jenis multigrade yang dirancang untuk sepeda motor empat langkah dan mesin yang mensyaratkan API Service SG, termasuk mesin-mesin yang mempunyai tingkat output tinggi.


Pada kesempatan ini, Aspira Oil juga mengumumkan rencana perubahan kemasan produk Aspira Maxima dari kaleng ke botol plastik warna merah. Menurut rencana, kemasan baru tersebut akan diluncurkan pada awal November 2003.


Sekilas Aspira Oil

Aspira Oil dipasarkan oleh PT. Astra Komponen Indonesia (ASKI) sebagai anak perusahaan PT. Astra Otoparts Tbk. Saat ini Aspira Oil memasarkan 3 jenis produk yaitu Aspira Maxima 4T Motorcycle Oil (pelumas sepeda motor 4 langkah); Aspira Maxima Gasoline Engine Oil (pelumas mobil berbahan bakar bensin), dan Aspira Maxima Diesel Engine Oil (pelumas untuk mesin diesel).



"Astra, ahlinya otomotif di Indonesia menghadirkan pelumas Aspira"


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Johanes Salim
Head - Marketing Department
PT Astra Komponen Indonesia
Telephone +62 21 651 1518
Facsimile +62 21 651 0089
E-mail: johanes.salim@aspira.astra.co.id