Nov 16, 2003

Sampoerna Hijau gelar Pentas Akbar di Malang

Meriahkan suasana bulan suci Ramadhan bersama "Sampoerna Hijau Parade Bedug"

Malang, 16 November 2003 - Pada hari ini, kota Malang mendapat kehormatan atas digelarnya Pentas Akbar di Lapangan Rampal. Hadirnya panggung hiburan ini adalah sebagai puncak acara dari "Sampoerna Hijau Parade Bedug" yang dimeriahkan oleh kelompok komedi musikal TeamLo dan Geng Hijau - digelar usai sholat Tarawih hingga pukul 23.00 wib. Malang adalah kota kesepuluh di Jawa Timur yang dilintasi parade spektakuler ini. Usai menggelar 'Pentas Jalan' di Tulungagung dan 'Pentas Berhenti' selama tiga jam di kota Blitar, iring-iringan Parade Bedug langsung memasuki kota Malang. Pada saat yang sama, di Lapangan Rampal berlangsung Kontes Bedug dengan hadiah 6 ekor kambing, dan aneka ragam permainan menarik. Saat memasuki kota Malang, Balabag Percussion - kelompok seniman dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta - ikut memeriahkan suasana dengan memainkan beragam alat musik yang menghentak. Rangkaian acara tersebut digelar untuk mengisi kegiatan sebelum Buka Puasa.

Memasuki hari ke-22, Parade Bedug yang disponsori oleh Sampoerna Hijau itu kini melintasi Malang. Digelarnya parade bedug ini dipastikan akan mengguncang Malang, seperti juga terjadi di kota-kota lainnya. Tak salah, kalau bulan suci Ramadhan yang penuh makna religius bagi umat Islam di wilayah Propinsi Jawa Timur pada umumnya dan kota Malang pada khususnya, kian bertambah semarak dengan hadirnya acara spektakuler tersebut.

Peserta parade yang mengawal bedug raksasa bernama "Bedug Sampoerna Hijau" tersebut telah dilepas secara resmi di Bandar Lampung pada hari Minggu, 26 Oktober 2003 lalu. Iring-iringan itu kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa kota di Pulau Jawa dengan menyeberangi Selat Sunda menggunakan feri. Acara akbar yang digelar selama 23 hari ini tersebut - mulai 26 Oktober lalu hingga 17 November 2003 - kemudian melintasi 53 kota di Pulau Jawa, terbentang mulai dari Serang di Propinsi Banten hingga Pasuruan di Jawa Timur.

Sederet kota kunci di Pulau Jawa yang dilalui arakan keliling yang melibatkan ribuan pendukung acara ini diantaranya adalah Serang, Tangerang, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Salatiga, Semarang, Kudus, Gresik, Surabaya, Kediri, Malang, dan Pasuruan sebagai titik terakhir. Usai menghibur masyarakat di Gresik, Parade Bedug lalu akan menyusuri 11 kota lainnya, mulai dari kota Surabaya hingga Pasuruan.

"Parade bedug adalah acara tahunan yang rutin kami gelar selama bulan puasa dengan mengarak keliling bedug raksasa dipadu dengan panggung hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas dengan gratis," tutur Toni Darusman, brand manager Sampoerna Hijau. "Parade tahun ini adalah gelaran yang keenam kalinya sejak kami luncurkan pertama kali pada tahun 1999," tambahnya. Sebagai catatan, bedug raksasa yang diarak keliling tersebut hingga kini masih menyandang predikat sebagai bedug berukuran terbesar se Indonesia dan pernah mencetak Rekor MURI.

"Tujuan utama kami menggelar acara ini tiada lain untuk menyajikan hiburan positif kepada masyarakat luas selama bulan puasa," ungkap Toni. "Kami juga ingin mengangkat pentingnya nilai kebersamaan dalam penyelenggaraan acara akbar ini. Parade yang melibatkan secara langsung ribuan masyarakat luas di berbagai kota ini merupakan realisasi dari makna kebersamaan tersebut," tambahnya.

Selain itu, acara ini juga sebagai wujud perhatian serta apresiasi Sampoerna Hijau pada dunia seni budaya dengan dilibatkannya para seniman lokal. Agar tidak memberi kesan hanya pengulangan belaka, parade di bulan puasa kali ini dikemas lebih menarik dibandingkan dengan arak-arakan tahun sebelumnya, yaitu perpaduan antara konsep parade dengan kontes bedug. Untuk tahun ini, Parade Bedug dibagi menjadi 3 segmen, yaitu gelaran 'Pentas Jalan' di 18 kota, 'Pentas Berhenti' di 18 kota dan 'Pentas Akbar', juga berlangsung di 18 kota.

Komunitas Hijau juga dilibatkan dalam parade kali ini dengan peran sebagai escort team. Mereka adalah barisan pedagang nasi goreng di Bandung, para sopir angkot di Bogor, anggota Vespa Club di Solo, rombongan tukang ojek dan tak ketinggalan pula para pengayuh becak. Kalau pada penyelenggaraan tahun-tahun lalu hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, parade tahun ini 'menyeberang' ke Pulau Sumatra, dengan titik awal di Bandar Lampung.

Geng Hijau yang menjadi aikon Sampoerna Hijau ikut memeriahkan parade berskala nasional ini. Mereka terlibat penuh dalam panggung hiburan yang digelar di berbagai kota. Penampilan Geng Hijau yang kocak, beragam permainan menarik yang digelar, serta panggung hiburan, tentunya menambah semaraknya parade. Kelompok penghibur kreatif Padhyangan 6 telah sukses menghibur masyarakat Bandar Lampung dan Jawa Barat, sedangkan TeamLo mendapat giliran menghibur masyarakat Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Mereka benar-benar menampilkan komedi musikal nan segar.

Sedangkan para seniman yang tergabung dalam Kelompok Balabag dari STSI Solo akan memainkan ensemble bedug yang mengkombinasikan instrumen modern dan tradisional. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kontes bedug dan beragam permainan menarik seperti puzzle, lempar kapak, dart, merakit gerobak nasi goreng, pindah bangku dan lainnya. Sungguh sebuah hajatan akbar dengan makna yang sebenar-benarnya, bukan?

Sekilas Sampoerna Hijau

Sampoerna Hijau merupakan salah satu produk sigaret kretek tangan (SKT) unggulan dari PT. HM Sampoerna Tbk. (HMS). Ditujukan bagi pria dewasa (25-35 tahun) yang menghargai pentingnya kebersamaan baik dalam suka maupun duka, menikmati hidup yang sedang dijalani apa adanya, serta menghargai waktu saat beraktivitas bersama teman-teman. Rokok kretek ini pertama kali diproduksi pada 16 Juni 1968 di Denpasar (Bali) semasa almarhum Aga Sampoerna, generasi kedua dari pendiri HMS. Menapaki usia ke 35 tahun, Sampoerna Hijau yang menawarkan konsep good value for money kian populer dengan munculnya icon Geng Hijau yang kocak serta kompak.


"Sampoerna Hijau, Asyiknya Rame-Rame......."


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Elia Setiawan
Media Relations Officer
PT HM Sampoerna Tbk.
Telephone +62 31 843 1699
Facsimile +62 31 842 0232
E-mail: esetiawa@sampoerna.co.id

Radityo Djadjoeri
Facsimile +62 21 791 94838/790 2806
Facsimile +62 31 842 0232
Mobile Phone 081 7980 2250
Email: bizzcomm@indosat.net.id

1 comment:

Anonymous said...

This is good site to spent time on. allergy Read a useful article about tramadol tramadol