Sep 18, 2004

Pelajar Indonesia raih penghargaan di ajang Olimpiade Informatika Internasional

Meraih 2 Medali Perak, 1 Perunggu dan Honorable Mention pada IOI XVI 2004 di Yunani

Athena, 18 September, 2004 - Walau pemakaian komputer belum
begitu memasyarakat di negeri kita, namun dua siswa Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang 'International
Olympiad in Informatics' (IOI) XVI. Acara bergengsi ini berlangsung seminggu lamanya di Athena, Yunani - sejak 11 September hingga 18 September 2004. IOI kali ini diikuti sebanyak 300 pelajar dari 80 negara.

David Santoso Anggakusuma, siswa SMAK Tarakanita 2 Jakarta dan Derianto Kusuma, siswa SMAK Kanisius Jakarta, masing-masing berhasil meraih medali perak di ajang Olimpiade Komputer Internasional tersebut. Medali perak digondol oleh Andrian Kurniady dari SMAK Sang Timur Jakarta. Sedangkan Roberto Eliantoro Adiseputra dari SMAK Kolese Santo Josef Malang berhasil meraih Honorable Mention.

Keempat siswa SMU tersebut dikirim ke ajang internasional karena sebelumnya telah lolos seleksi di TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) 2004. David Santoso Anggakusuma berhasil meraih total nilai 375 (ranking 62), dan Derianto Kusuma meraih nilai 365 (ranking 70) - keduanya meraih medali perak. Andrian Kurniady
yang meraih medali perunggu mengumpulkan nilai 345 (ranking 85). Roberto Eliantoro Adiseputra tidak berhasil meraih nilai optimal (hanya 145) karena jatuh sakit pada saat pertandingan hari kedua -namun akhirnya berhasil meraih penghargaan khusus.

"Peringkat pertama dalam IOI tahun ini diduduki oleh Paul Jeffreys dari Inggris dengan total nilai 565 dari total nilai maksimal 600, sedangkan peringkat kedua dan ketiga diraih oleh siswa dari China dengan nilai 560 dan 530," ujar Fauzan Joko Sularto, deputy leader TOKI.

"Sebenarnya pada hari pertama kompetisi nilai siswa-siswa Indonesia tidak terlalu bagus, namun bersyukur pada hari kedua mereka dapat bangkit dan berjuang lebih maksimal sehingga meraih hasil seperti sekarang ini," tutur Fauzan. Menurutnya, nilai mereka sebenarnya sudah cukup tinggi, bila diasumsikan pada IOI dua tahun lalu, dengan nilai mereka seperti sekarang ini sudah dapat meraih 3 medali emas. "Namun, memang ada sedikit perubahan model penilaian pada IOI kali ini, sehingga secara umum nilai dari seluruh peserta memang lebih tinggi dari biasanya", tambahnya.

"Keberhasilan siswa Indonesia meraih prestasi terbaik ini, merupakan bukti bahwa siswa atau pelajar Indonesia tak tertinggal dalam penguasaan teknologi dan informasi (TI)," ujar Fauzan. Namun
ia menyayangkan, tak semua lembaga pendidikan di Indonesia
mengedepankan TI, agar pelajar Indonesia terbiasa berhadapan dengan piranti canggih komputer.

Di tengah sorotan tajam dunia internasional pada Indonesia, paling tidak para pelajar tersebut dapat mempersembahkan hasil terbaik yang mereka bisa lakukan demi mengharumkan bangsa Indonesia di dunia internasional, khususnya melalui ajang informatika ini.

Setelahnya berakhirnya seluruh rangkaian acara, termasuk kunjungan ke Kedutaan Besar RI di Athena, rombongan pun harus kembali ke Tanah Air. Rombongan direncanakan akan mendarat dengan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno- Hatta (Cengkareng) pada hari Senin, 20 September 2004, sekitar pukul 18.00 wib.

Menurut Fauzan, sepulang dari Athena, Panitia TOKI akan langsung disibukkan dengan persiapan seleksi dan pembinaan 30 TOKI 2005 yang akan dilaksanakan di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) pada akhir bulan ini. IOI XVII menurut rencana akan diselenggarakan di Polandia pada 18 - 25 Agustus 2005 mendatang.

dipersiapkan oleh BizzComm!

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
Fauzan Joko Sularto
TOKI, Deputy Leader

HP: 0816-11381880
E-mail: fauzanjk@yahoo.com
Website: www2.toki.or.id


No comments: