Jan 27, 2005

Music & Fashion Emergency for Tsunami Victims: 50 selebritis, penyanyi dan model bergabung dalam acara amal

Jakarta, 26 Januari 2005 - Acara amal bertajuk Fashion and Music Emergency for Tsunami Victims adalah kegiatan amal yang dilakukan sendiri oleh para selebritis sebagai bagian dari sikap solidaritas mereka pada masyarakat Aceh dan Sumatera Utara. Kegiatan ini akan dilakukan hari ini pada tanggal 26 Januari 2005 Jam 9 Malam di Embassy Club, Komplek Taman Ria, Jakarta. Diawali dengan Press Conference jam 19.00 WIB di Wonderbar (Embassy Club).

Kegiatan ini bukan kegiatan pertama yang dilakukan oleh masyarakat sebagai
bentuk dari solidaritas pada masyarakat Aceh dan Sumatera Utara namun ini
adalah kegiatan pertama yang dilakukan sendiri oleh kaum sosialite,
selebritis, penyanyi dan model.

Salah satu keunikan kegiatan ini adalah mereka sendiri yang akan turun
sebagai panitia dan menjadi model selain para model papan atas lainnya
tentunya dengan membawakan koleksi Debut pret a porter dan Urban Crew,
koreografi ditangani oleh Bernard dari B Management. Model dan selebritis
yang akan turun sebagai model adalah Olga Lidya, Sausan, Marini Zurmanis,
Ina Thomas, Dina, Kiki, Ochi, Dechi, Melissa Karim, Noni Chirilda, Mario
Lawalata, Yuni, Albert, Ichi, Dave Hendrik, Ivy Batuta, Hudi Prayoga, Ully
Herdinansyah, Kiki Utara, Deli Makmur, Kinaryosi, Pamela, Winda Sigar,
Alex Abbad, Ani Anwar, Alex Look, Fabiola, Putri, Indra Herlambang, Nien,
Naila, Elfara, Koemita, Sarach Sechan, Icha, Ichi, Iwan Sastro, Yama
Carlos, Tiara, Ronald V. Gaghana, Mutia, Harsya Soebandrio.

Di panggung musik penyanyi yang akan turut ambil bagian adalah Mayang,
Dewi Gita, Ira Swara, Thomas Djorgie, Anda Bunga, Bonita, Maliq de
Essential dan Rieka Roeslan. Panggung akan dimeriahkan oleh dua MC kondang
Indra Bekti dan Indie Barend yang akan membawakan berbagai game untuk
menghangatkan suasana. Di akhir acara suasana party akan dibangun oleh
penampilan DJ Ardi Pite (Electra 666), DJ Random, dan DJ Anton (Future).

Kaum Socialite yang menjadi host pada malam itu adalah Andrew Santoso, Bernard, Vivi Asmoro, Dewi Ivo, Dandan Hamdani, Yoyo, Vera Alexandra, Ebba, Aryadipa, Yudha Budhisurya, Arie Kondang, Bona Budhisurya, Natalia Sumasid, Glen Ranti, Clarisa Sumasto, Reza Budhisurya, Michael Wirjono, Ponti, Peter Maulana, Vicky Supit, Shasha, Erma, Sarah Murad, Uak Ujang, Syuli Bambang, Becky Tumewu, Wendy Suweno, Dian Purba, Joanna, Alex, Yayang, Ai, Aline, Faried Indika, Ririn, Lexy Sahertian, DJ Noxx, DJ Agooes, Jeniffer, Ivan Gunawan, Naro, Atin, Nicholas Saputra, Bedu, Renita Pontoh, Cally Surya, Ninda, Mega, Edwan Potrait, Karina Cepot, Dina Cepot, Carol Sumendap, Amela Wirjono, Ippe, Eja, Eja, Chacha, DJ Romy, Kiki Gani, Titi DJ, Cut Keke, Abi, Yeddy, Faisal Diah, Shelomita, Cut Mini, Teuku Zacky, Nova Eliza, Cut Tari, Teuku Firmansyah, Rudy Walakandau, Ichwan Toha, Era Soekamto, Samuel Mulia, Aida Nurmala, Marissa, Ance Tjondronegoro, Paundra, Mimi Ajie, Nia Dinata, Tine, Ketut, Tata, Nino. Untuk kegiatan amal ini ditunjuk Aida Nurmala Isa sebagai spoke person.

Kegiatan 100% amal ini, seluruh perolehan penjualan tiket Rp.75.000 pada malam itu dan hasil dari para sponsor akan disumbangkan kepada Yayasan Cinta Aceh yang memiliki program membangun MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di NAD. Diharapkan kegiatan ini akan memicu banyak pihak untuk menunjukkan sikap solidaritas yang sama pada korban bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Jan 25, 2005

National Geographic persembahkan kehidupan laut pada pameran "Deep Sea Geography"

Jakarta, 25 Januari 2005 - Hari ini fotografer majalah National
Geographic Emory Kristof menggelar pameran foto bertema Deep Sea Photography. Emory adalah fotografer majalah National Geographic selama 30 tahun (1964-1994), dan sekarang menjadi seorang kontributor in residence untuk majalah yang sama.

Sekitar 40 foto dari kedalaman 50 hingga 4000 meter, yang diambil di berbagai lokasi di Benua Artik, Jepang, Kalifornia, Bermuda, hingga Danau Baikal di Rusia, dipersembahkan kepada publik di Indonesia hingga tanggal 28 Januari 2005. Sebagian besar foto-foto tersebut, menurut penuturan Emory dipotret dengan menggunakan robot dan kamera yang dirancang khusus untuk mampu bertahan dan memotret dengan baik di laut dalam. Karena kondisi khusus tersebut, semua peralatan fotografi yang dipakai Emory memerlukan modifikasi khusus dan berharga sangat mahal, dengan ide rancangan Emory sendiri, dibantu para insinyur dan ilmuwan. " Selama 30 tahun saya telah menjadi pakar keteknikan foto dibandingkan menjadi fotografer," kata Emory.

Salahsatu karya foto laut dalam Emory yang fenomenal adalah foto
reruntuhan kapal Titanic, yang berhasil dipotret untuk pertama kalinya setelah tenggelam menghantam gunung es di Cape Race, Newfoundland tahun 1912. Foto-foto lain yang tak kalah fenomenal adalah berbagai biota laut dari perairan yang tak pernah tersentuh sinar matahari, dan beberapa diantaranya termasuk dalam spesies baru dan masih misterius.

Emory telah membuat 39 artikel untuk majalah National Geographic, dan telah menerima berbagai penghargaan di bidang fotografi. (lihat biodata Emory di halaman lain press release ini)

Tahun ini Emory merencanakan sebuah ekspedisi di perairan Laut Banda, di Kepulauan Maluku. Ekspedisi tersebut akan memetakan penyebaran biota laut secara vertikal. Dan menurut informasi yang dikeluarkan oleh tim ekspedisi Banda, survey tersebut merupakan yang pertama dilakukan di kawasan Banda dan sekitarnya. Dalam ekspedisi tersebut, akan ikut pula enam lembaga penelitian luar negeri dan para peneliti dari Indonesia.

Emory akan membawa semua peralatan canggihnya ke Banda untuk
menyebarkan pengetahuan baru kepada dunia mengenai kekayaan laut
dalam Indonesia, khususnya laut Banda.

BIODATA EMORY KRISTOF

Fotografer in residence Majalah National Geographic

Emory Kristof dikenal sebagai pelopor dan inovator di bidang
fotografi bawah air dengan menggunakan robot kamera dan remotely
operated vehicles (ROVs). Kristof menciptakan desain awal untuk
system elektronik kamera yang dipasang di ROV Argo, yang berhasil
memotret bangkai Titanic untuk pertama kalinya.

Ia memimpin sebuah survey fotografi bangkai kapal perang Alabama milik tentara Konfederasi, tahun 1992 di perairan Perancis. Tahun 1993 ia juga ikut ekspedisi bangkai kapal San Diego, kapal dagang asal Spanyol dari abad ke-16, yang karam di perairan Filipina. Di tahun 1995 ia memimpin ekspedisi pengangkatan kapal Edmund Fitzgerald dari Amerika Serikat, dan menayangkan dalam sebuah cuplikan liputan televisi berkualitas tinggi mengenai kehidupan di laut dalam.

Karya fotografinya telah membuka dan menggali kehidupan di dunia laut dalam. Artikel Kristof dan Bill Cursinger berjudul "Mengetes Perairan Rongelap" telah dipublikasikan di majalah National
Geographic edisi April 1998. Kisah itu mengungkapkan kehidupan
bawah air di perairan Kepulauan Marshall yang telah terkontaminasi limbah nuklir. Bulan Agustus 1991, foto-foto Kristof tentang Titanic muncul di majalah National Geographic dalam artikel berjudul "Tragedi Dalam Tiga Dimensi". Foto tersebut diambil tahun 1991 menggunakan sistem pencahayaan densitas tinggi, yang menghasilkan detil yang sangat luarbiasa melalui penyuntingan melalui komputer 3-Dimensi.

Kristof lahir tahun 1942, masuk jurusan jurnalistik di Universitas Maryland di College Park dan meraih gelar sarjana tahun 1964. Ia menjadi fotografer majalah National Geographic selama periode 1964-1994, dan telah menulis 39 artikel untuk majalah itu.

Karya Kristof telah memenangkan banyak penghargaan, baik dalam bidang tulisan maupun fofografi, termasuk NOGI Award for Arts dari Underwater Society of Amerika tahun 1988, dan Explorers Club Lowell Thomas Award dari Underwater Exploration tahun 1986. Dalam tahun yang sama, Kristof dan Robert Ballard menerima American Society of Magazine Publishers Innovation in Photography Award untuk foto-foto yang mereka hasilkan dari ekspedisi Titanic.

Kristof juga dihadiahi J.Winton Lemen Fellowship Award tahun 1998
oleh U.S. National Press Photographers Association yang mereka sebut sebagai, "salah seorang dalam profesi kita yang paling inovatif dan imajinatif, dengan minat yang sangat khusus dalam foto-foto dari kedalaman samudera,yang dipersembahkannya kepada pembaca majalah National Geographic."

Untuk keterangan lebih lanjut:
Bayu
Staf Redaksi National Geographic Magazine-Indonesia
Email: bayu@gramedia-majalah.com
Phone: 021-533-0170

Jan 24, 2005

Majalah JalanJalan kini terbit

Jakarta, 24 Januari 2005 - PT. INDOMULTI MEDIA, sebuah perusahaan penerbitan yang sejak lama dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap dunia kepariwisataan dalam negeri, awal tahun ini, menghadirkan majalah jalanjalan, panduan jelajah khatulistiwa.

Dengan tujuan membangkitkan semangat berwisata penduduk Indonesia, majalah jalanjalan hadir menghantarkan kupasan lengkap mengenai daerah kunjungan wisata, budaya, dan gaya hidup. Tak lupa berita-berita singkat mengenai perkembangan terbaru di dunia kepariwisataan.


Melalui jalanjalan kita diajak untuk bersama-sama menjelajahi
tempat-tempat wisata menarik dan eksotis di seluruh pelosok nusantara hingga ke
mancanegara. Tak lupa kupasan lengkap mengenai sport, gaya hidup dan
night entertainment dari berbagai sudut kota di Indonesia. jalanjalan
juga menghadirkan informasi lengkap mengenai tempat belanja menarik dan
unik, yang pasti bermanfaat bagi para pecinta belanja.

Jalanjalan berusaha memenuhi kebutuhan wisatawan nusantara dengan
memberikan informasi-informasi terpilih yang tak hanya bermanfaat bagi para
wisatawan tapi juga pelaku industri pariwisata di dalam negeri.

Jalanjalan memposisikan diri sebagai panduan utama yang perlu dimiliki
wisatawan nusantara yang ingin menjelajahi nusantara. Selama ini ada
anggapan bahwa wisatawan nusantara adalah “wisatawan kelas dua”, setelah
wisatawan mancanegara. Namun saat dunia pariwisata diguncang krisis
keamanan global terbukti wisatawan domestik mampu menyangga kelangsungan
hidup industri pariwisata dalam negeri. Untuk itu kami mencoba
memberikan satu panduan agar wisatawan domestik tidak merasa dianak-tirikan
sehingga minat mereka untuk berwisata semakin meningkat.

PT. INDO MULTI MEDIA merupakan perusahaan penerbitan majalah ternama
berbahasa Inggris sejak tahun 1992. Dengan fokus utama mengembangkan
dunia, pariwisata dan gaya hidup. PT. Indo Multi Media memproduksi Jakarta Java Kini, Hello Bali dan Garuda Inflight Magazines (Bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin) dan Indonesia Travel News.


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi :
Sekretariat Majalah jalanjalan
Aurum Building, Lantai dasar

Jl. Ampera Raya No. 37
Cilandak, Jakarta 12560
Tel. 021-780 2960
Fax. 021-780 2962
E-mail: editor_jr@indomulti.co.id editor_imm@yahoo.com

Jan 19, 2005

MTV Asia Aid siap menggebrak dunia

50 CENT, ALICIA KEYS, ASHA BHOSLE, BIRD THONGCHAI MCINTRYE, GOOD CHARLOTTE, HOOBASTANK, JAY CHOU, JENNIFER LOPEZ,
KELLY CLARKSON, MOBY, NAMIE AMURO, NELLY, RICKY MARTIN,
RONAN KEATING, SIMPLE PLAN, SITI NURHALIZA, SLANK, STING,
TATA YOUNG & ZHANG ZIYI MEMBERIKAN DUKUNGAN PENUH KEPADA
MTV ASIA AID, USAHA AMAL YANG DILAKUKAN SECARA GLOBAL YANG AKAN DIADAKAN DI BANGKOK PADA 3 FEBRUARY 2005 MENDATANG.

CNN akan membuat 'vignette' dalam rangka mendukung upaya ini

MTV Asia Aid akan tayang secara bersamaan di seluruh Saluran MTV secara global & memberikan kesempatan secara terbuka bagi seluruh media penyiaran lain untuk memberikan dukungan secara cuma-cuma

UNICEF akan menjadi organisasi resmi yang akan menerima hasil pengumpulan amal di pan-regional, dikumpulkan dari dana lokal dari seluruh wilayah yang berbeda-beda


BANGKOK/SINGAPORE/HONG KONG - 19 January 2005: Artis-artis dari berbagai penjuru dunia memberikan dukungan mereka terhadap usaha amal MTV Asia Aid ini, menampilkan Alicia Keys (US), dengan penampilan secara LIVE dari Asha Bhosle (India), Bird Thongchai McIntyre (Thailand), Good Charlotte (US), Hoobastank (US), Jay Chou (Taiwan), Kelly Clarkson (US), Namie Amuro (Japan), Simple Plan (Canada), Siti Nurhaliza (Malaysia), Slank (Indonesia), dan Tata Young (Thailand). Superstar Internasional Jennifer Lopez akan memberikan kontribusi berupa rekaman penampilannya di acara ini, tidak hanya J'lo rekaman special dari berbagai macam artis internasional seperti ; 50 Cent, Moby, Nelly, Ronan Keating, Ricky Martin, Sting, Zhang Ziyi, juga akan ditampilkan di acara ini, di Bangkok, Thailand 3 February 2005 IMPACT Arena. CNN International juga akan memberikan dukungannya berupa pembuatan vignette yang dikemas secara special, yang menampilkan dukungan yang berkelanjutan bagi usaha ini. Selain menayangkannya di seluruh saluran MTV di seluruh dunia, MTV Asia Aid juga memberikan kesempatan secara terbuka bagi media penyiaran lain dalam jangkauan global untuk ikut berpartisipasi secara cuma-cuma untuk memaksimalkan distribusi dan meningkatkan pengumpulan dana sebanyak-banyaknya kepada organisasi resmi yaitu UNICEF, termasuk juga pengumpulan dana tambahan dari penduduk lokal.

"Acara MTV Asia Aid ini bertujuan untuk mengajak pemirsa untuk ikut serta dalam penindak lanjutan dukungan terhadap usaha ini. MTV memainkan perannya dalam hal ini mengingat uniknya hubungan kami dengan anak muda secara global. Acara musik global ini bertempat di Thailand, kampung halaman dari budaya yang kaya akan musik, dan ini akan menjadi tempat yang sangan sempurna untuk mengadakan peluncuran gerakan worldwide," kata Frank Brown, President, MTV Networks Asia Pacific.

Sebagian besar dana akan dikumpulkan dan dikonribusikan kepada UNICEF, dan dana yang terkumpul di Thailand juga akan diberikan ke "Rajaprajanugroh Foundation dibawah Royal Patronage" dan "The Government House - Disaster Relief Fund"; dan pengumpulan dana di India juga akan diserahkan ke Prime Minister's Relief Fund. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana memberikan dana via online, SMS atau kunjungi website www.mtvasiaaid.com.

"MTV Asia Aid akan berusaha menarik perhatian masyarakat terhadap kehancuran yang disebabkan musibah tsunami yang mengakibatkan kematian jutaan orang," kata Richard Bridle, Deputy Regional Director, UNICEF. "dukungan yang berkelanjutan dari komunitas dunia ini akan memainkan peran terbesar yang pernah ada, yaitu sebagai satu keluarga besar, komunitas local dan pemerintah yang bersama-sama memberikan bantuan kepada mereka yang terkena musibah dalam usaha perbaikan jangka panjang".

CNN, jaringan pemberitaan terbesar di dunia, akan membuat 9 vignette mengenai keadaan pasca-tsunami. "Sementara ribuan orang meninggal dan masih banyak lagi yang belum ditemukan, tragedy kemanusiaan bagi mereka yang selamat dari bencana tsunami masih terus berkembang. Dengan menggabungkan sumber daya dari tim CNN yang masih bekerja di tempat yang terkena bencana bersama MTV Asia Aid, kami dapat menyorot usaha perbaikan yang sedang berlangsung dan kesulitan yang ditemui di seputar laut Hindia," ujar Rena Golden, Senior Vice President, CNN International.

Sebuah ide baru dibuat secara cemerlang untuk memberikan sesuatu hal yang baru sebagai acara amal. Logo pohon palm telah dibuat sebagai tanda the resilience and spirit of the people affected, dan sebagai symbol kehidupan di wilayah yang terkena bencana. Selama acara berlangsung pesan-pesan yang berisi harapan dan dukungan dari pemirsa di seluruh dunia akan diputarkan di layer lebar di panggung, yang membuat semua orang dapat ikut berpartisipasi dalam usaha ini.

Untuk menyebarkan pesan-pesan dan harapan kepada masyarakat secara lebih luas, MTV Networks Asia akan membuat MTV Asia Aid bebas ditayangkan oleh seluruh media penyiaran secara Cuma-Cuma. Bersama-sama dengan MTV Global Network yang mana meraih lebih dari satu milyar pemirsa potensial, bertujuan agar acara ini dapat disaksikan oleh tiga perempat televise-televisi di seluruh belahan dunia.

MTV Asia Awards 2005 akan disiarkan secara terpisah sebagai program acara satu jam yang akan menampilkan rekaman dari nominasi dan pemenang. Tanggal dan waktu penayangan akan diumumkan nanti.

Official partners untuk MTV Asia Aid adalah Toyota Motor Corporation, HP dan Samsung. Support lokal Sinyal Kuat Indosat di Indonesia, 5425 di Korea, DiGi Telecommunications Sdn Bhd di Malaysia, Addict Mobile di the Philippines, StarHub di Singapore dan Heineken di Thailand. MTV Asia Aid juga mendapatkan dukungan kuat dari Tourism Authority of Thailand. Thai Airways sebagai official airline MTV Asia Aid.

To broadcast the MTV Asia Aid benefit rights free and cost free, please contact Sara Piot (piot.sara@mtvne.com) in London on +44 20 7478 6314, Ed Wells (ed.wells@mtv-asia.com) in Singapore on +65 6420 7164 or Christopher James (chris.james@mtv-asia.com) in Singapore on +65 6420 7163.

###

Note to Editor:

Press information is available at www.mtvasiaaid.com/press/
(User Name: mtvpress and Password: mtvasiaaid)

About MTV Networks Asia Pacific
MTV is the world's largest television network and the leading multimedia brand for youth. It is also Asia's Most Watched Music Channel in Asia Pacific (PAX 2004), viewed by more young adults than any other music channel. In 2004, MTV was named 'World's Most Valuable Media Brand' for the fifth consecutive year, ranking in the top 50 of The World's Most Valuable Brands overall (research by Interbrand in cooperation with BusinessWeek). MTV Networks Asia Pacific operates ten 24-hour programming services - MTV Australia, MTV China, MTV India, MTV Indonesia, MTV Japan, MTV Korea, MTV Mandarin, MTV Philippines, MTV Southeast Asia and MTV Thailand. Including programming blocks in various parts of Asia, MTV has a combined distribution of more than 180 million homes. MTV Networks International reaches more than 400 million households in 166 territories.

For further information:
Heng Yee Shan
Director, Network Communications
MTV Asia (Singapore)
P: 65-6420-7280 (direct)
P: 65-6221-8166 (switch)
F: 65-6221-6016
Email: heng.yeeshan@mtv-asia.com

Sasha Rafi
Assistant, Network Communications
MTV Asia (Singapore)
P: 65-6420-7125 (direct)
P: 65-6221-8166 (switch)
F: 65-6221-6016
Email: sasha.rafi@mtv-asia.com

UNICEF Contact:
Liza Barrie
P: 1 212 326 7593 (direct)
Email: lbarrie@unicef.org

CNN Contact:
Inez Ho
P: 852 3128 3538
Email: inez.ho@turner.com


Websites: www.mtvasia.com, www.mtvchinese.com, www.mtvchina.com,
www.mtvkorea.co.kr, www.mtvindia.com; www.mtv.com.au; www.mtvjapan.com; www.mtvthailand.com

Jan 11, 2005

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan lobby FATF

Jakarta, Selasa 11 Januari 2005 - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono siang ini di ruang kerjanya menerima Dr.Yunus Husein, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Yunus Husein, didampingi oleh empat wakil Kepala PPATK masing - masing Dr. I Gde Made Sadguna, Wakil Kepala bidang Riset, Analisis dan Kepatuhan, Drs. Priyanto, Wakil Kepala bidang Administrasi, Brigjen Pol. Drs. Susno Duadji, S.H., M. Sc. Wakil Kepala bidang Hukum dan Kepatuhan, dan Bambang Setiawan, S.E., Ak., M.B.A Wakil Kepala bidang Teknologi Informasi.

Dalam pertemuan satu setengah jam tersebut, Yunus Hesein menyampaikan progress pembangunan rezim anti pencucian uang di Indonesia yang telah dan akan dilakukan oleh PPATK serta kendala-kendala yang dihadapi.

Masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masih
dimasukkannya Indonesia dalam daftar negara-negara yang tidak
kooperatif dalam memerangi pencucian uang atau disebut NCCT list karena tiga defisiensi yaitu belum adanya legislasi mengenai bantuan hukum timbal balik kepada negara lain (mutual legal assistance), tingkat kepatuhan PJK dalam pelaporan, dan belum adanya keputusan pengadilan yang berlandaskan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Lebih lanjut Yunus Husein melaporkan kepada Presiden mengenai rencana kunjungan (on-site visit) Tim Review dari Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF) tanggal 27-28 Januari 2004 ke Indonesia dalam rangka melakukan review atas kebijakan dan implementasi rezim anti pencucian uang di Indonesia.

Yunus menjelaskan pula bahwa penilaian FATF tersebut selain
dipengaruhi oleh penilaian terhadap implementasi rezim anti pencucian uang di Indonesia, juga tidak terlepas dari faktor-faktor politis.

Untuk itu diharapkan pemerintah melakukan pendekatan diplomasi tingkattinggi yang dilakukan oleh Presiden, para menteri dan pejabat negara lainnya kepada kepala pemerintahan negara-negara yang memiliki pengaruh kuat dalam keanggotaan FATF antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, HongKong, New Zealand dan Uni Eropa.

Presiden dalam kesempatan itu diharapkan pula memberikan dukungan yang kuat terhadap operasionalisasi PPATK antara lain yang berkaitan dengan penyesuaian PP No.9 Tahun 2003, Keppres tentang remunerasi pimpinan dan pegawai PPATK.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kesempatan tersebut menyambut baik atas hal-hal dan permasalahan yang disampaikan oleh PPATK dan meminta kepada menteri yang terkait untuk dapat segera menindaklanjuti dan menyelesaikan kendala yang dihadapi.

Presiden sendiri menyatakan akan melakukan pendekatan terhadap kepala-kepala negara yang mempunyai pengaruh kuat dalam keanggotaan FATF sebagaimana disampaikan oleh PPATK. Begitu juga dengan kendala operasional yang dialami oleh PPATK, Presiden telah memerintahkan menteri terkait untuk segera mengatasinya.

Hubungi :
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
Telp.: (62-21) 3862579-83
Faks.: (62-21) 3866337
E-mail: natsir.kongah@ppatk.go.id
Website: www.ppatk.go.id

Jan 10, 2005

Joint Statement: People's Solidarity Movement for Aceh (SEGERA) and Front of Democratic Struggle of Aceh People

This is joint statement issued on January 10, 2005 by People's Solidarity Movement for Aceh (SEGERA) and Front of Democratic Struggle of Aceh People

GOVERNMENT'S PEACE NEGOTIATION APPEAL

The intention of Indonesian President of Susilo Bambang Yudoyono's to open peace negotiation and to end arm conflict should be appreciated by all Indonesian people. It positive signal supposed to be welcomed by Free Aceh Movement (GAM).

Although it action is late compare to the Srilanka government's action to Tamil group, However, it is appropriate thing to do. It will crete positive atmosphere to humanitarian assistance and reconstruction process.

We urge both party - Indonesian government and Free Aceh Movement to put priority to the humanitarian work, recovering and reconstruction. The ongoing political debate of option to freedom or special autonomy should be restrained. All parties must agree to indefinite armistice and to end as (any form of) military operation. It will open wider opportunity to national or international humanitarian assistance.

Historically, every peace negotiation find the death end. It was the consequences of excluding Aceh civil society from peace negotiation. Therefore, the negotiation must involve of civilians element, student, political organization and political figure. It is also significant to involve United Nation. The Previous negotiations fail since there is no neutral element that owns the authority to give a sanction to one who violates the negotiation. The involvement of UN will be significant to observe the implementation of negotiation results.

Today Aceh people must deal with psychological traumatic, therefore ambition of each parties to win it's political proposal should be restrain. Recovering trauma, Rebuilding damaged-infrastructure, and reconstruction of Aceh should be the first priority of the peace negotiation.

To pave the way of peace negotiation, military operation has to be transformed into humanitarian operation. In the humanitarian operation in the form of civil mission, military must leave their weapon. The weapon will only bring trauma and fear to People of Aceh.
To begin peace negotiation government must release all political Free Aceh Movement's political prisoners.

Therefore, SEGERA and FPDRA state the following;

1. Urging the Free Aceh Movement (GAM) to openly welcomes Indonesian government's peace proposal.

2. Peace negotiation requires armistide, transforming the Indonesian Military's War function to the humanitarian or civil mission.

3. Both party must involve all political spectrum in Aceh; Students, political organization, religious leader, community figure into the negotiation

4. Both party must involve United Nation as a neutral and authorize party to give a sanction to one who violate negotiation.

5. After the negotiation process, all involving element must work together to build Aceh in reconstruction and democratic process.

This statement is made in one intention to build boarder solidarity to rebuild Aceh democratically and justly.


Jakarta 10 Januari 2005

People's solidarity movement for Aceh
Democratic Struggle front for Aceh People


Arie Arianto
Coordinator of SEGERA

Thamrin Ananda
Spokeperson of FPDRA