Mar 2, 2005

Konser The PRODIGY Dibuka AGRIKULTURE

Konser The PRODIGY "Live in Jakarta" yang Insya Allah akan
dilaksanakan di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2005 pukul 8 malam rencananya akan dibuka oleh penampilan dari AGRIKULTURE.

AGRIKULTURE, Band electronic dance Indonesia yang beranggotakan dua DJ terkemuka Indonesia, yaitu DJ Anton dan DJ Hogi ini kariernya telah mencapai satu dekade di dunia dance musik Indonesia dan mancanegara, bersama instrumentalis/komposer handal Aditya. Band ini telah meremix dan show bersama artis-artis besar, seperti Kris Dayanti, Slank, dan Shanty.

Khusus untuk acara konser The PRODIGY mendatang, AGRIKULTURE akan mengajak DJ Winky (Junko), DJ Cream (Soul Menace), dan Fan DFMC (Kripik
Peudeus/Javabass) untuk berkolaborasi.

Tiket untuk konser The PRODIGY "Live in Jakarta" yang disponsori oleh Djarum Black Cappuccino ini sudah dapat diperoleh di tiket-tiket box di Jakarta dan beberapa kota lainnya seharga RP 250.000,-.

Selain tiket The PRODIGY, tiket untuk konser CAKE, SIMPLE PLAN, AVRIL LAVIGNE dan MAKSIM - ADDIE MS juga sudah dapat diperoleh.

Dan juga bagi mereka yang ingin menguji keberuntungannya, JAVA
Musikindo juga menyiapkan 30 tiket gratis bagi pemenang beberapa kuis yang digelar di website www.javamusikindo.com

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi JAVA Musikindo,
Plaza Mutiara Lantai 2,
Suite 201 Jalan Lingkar Mega Kuningan Kav. E 1,
Kawasan Mega Kuningan Jakarta 12950
Telpon : (021) 579 88623 - 5

atau ke
info@javamusikindo.com


www.theprodigy.com

It's Java's Event.
JAVA Musikindo
Maret 2005
www.javamusikindo.com

Sikap PKS Sumbar terhadap rilis ICW

BAYANAT
tentang
PEMBERITAAN 38 ANGGOTA DPR RI DIDUGA KORUPSI, BERUPA SUAP
DAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG JABATAN.
(satu berasal dari FPKS DR. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc Datuk Rajo Bandaro Basa)

ICW MEMFITNAH KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Realese ICW menyatakan bahwa:
1.Irwan Prayitno menerima dana perjalanan dari Pertamina
2.Komisi VIII DPR RI mendukung penjualan tanker Pertamina
3.Melakukan indikasi korupsi (penyalahgunaan kekuasaan).
4.Kasus tersebut tidak diusut

Penjelasan :
1.Ketua DPR RI pada waktu itu sudah menjelaskan kepada publik bahwa rombongan Komisi VIII tidak menggunakan dana Pertamina. Selain itu Pertamina pun menyebutkan tidak memberikan dana kepada Komisi VIII.

Perjalanan tersebut adalah resmi karena merupakan tugas komisi VIII untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan Eksekutif.

2.Komisi VIII DPR RI semenjak awal menolak penjualan tanker Pertamina tersebut bahkan telah diputuskan pada rapat pleno Komisi VIII yang kemudian dikuatkan dengan keputusan pimpinan DPR RI. Pada Rapat Paripurna DPR RI juga dibacakan oleh Ketua DPR RI bahwa DPR RI menolak penjualan tanker tersebut bahkan saat ini komisi VII membuat Panja tentang penjualan tanker tersebut.

3.Komisi VIII sama sekali tidak menyalahgunakan kekuasaan karena
kepergiaannya tidak menggunakan dana Pertamina dan tidak menyetujui kebijakan penjualan tanker oleh Pertamina.

4.Kasus ini tidak pernah menjadi suatu perkara sehingga tidak
diperlukan suatu pengusutan. Di samping itu, kasus tersebut telah selesai pada enam bulan yang lalu ketika tuduhan tersebut sudah diklarifikasi.

Kesimpulan :
1.Pernyataan ICW menyesatkan publik karena tidak berdasarkan bukti dan kebenaran. Mereka hanya menggunakan data media bukan investigasi secara ilmiah
2.Diduga ICW melakukan character assasination (pembunuhan karakter) dan black campaign (kampanye hitam) kepada IP yang sedang maju untuk Cagub Sumbar.
3.Diduga ICW mengalihkan kasus yang sebenarnya yaitu penjualan tanker yang diduga merugikan uang negara ratusan milyar rupiah kepada perjalanan rombongan Komisi VIII DPR RI.

Sikap Kader :
1.Melakukan tabayun (cek dan ricek) terhadap segala macam informasi media yang diperkirakan akan semakin meningkat hingga kampanye pilkada
2.Husnudzon (sangka baik) dan tsiqoh (percaya) lebih dahulu kepada Al Akh terlebih yang maju untuk menjadi calon pimpinan daerah.
3.Selalu waspada terhadap segala macam serangan pihak lawan yang akan mengalahkan kita dalam Pilkada 2005.
4.Segera menangkis segala informasi tersebut kepada kalangan eksternal dan mensosialisasikan kemenangan pilkada.
5.Diminta kader Partai Keadilan Sejahtera tidak melakukan tindakan destruktif dan emosional.

Padang, 28 Februari 2005

DEWAN PIMPINAN WILAYAH
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
SUMATERA BARAT




H. MAHYELDI ANSHARULLAH, SP
Ketua Umum

=====
Erwin Febrian Safra
Email: erwin_fs@yahoo.com

Mar 1, 2005

LG Electronics mencatat penjualan 10 juta AC

Jakarta, 1 Maret 2005 – LG Electronics (LGE), sebagai produsen air conditioner terkemuka dunia, berhasil mencatat penjualan 10 juta unit AC selama tahun 2004. "Keberhasilan ini merupakan prestasi puncak dan baru pertama kali di dunia karena belum ada catatan yang menyamai angka tersebut," ujar General Manager Sales & Marketing PT. LG Electronics Indonesia (LGEIN), Sung Khiun di Jakarta saat menyampaikan informasi yang diperolehnya dari Japan Air Conditioning, Heating & Refrigerator News (JARN).

Dalam jurnal bisnis bidang AC, JARN, disebutkan perusahaan riset
pasar kelas dunia, Fuji Keizai melaporkan LGE berhasil menjual lebih dari 10 juta unit AC serta menguasai 20 % market size pasar AC dunia yang mencapai 52 juta unit sepanjang 2004. "Keberhasilan LGE yang sangat mengesankan ini diraih dalam kompetisi yang sangat ketat sejalan dengan makin banyaknya produk AC dari Cina maupun persepsi di masyarakat bahwa
produk dari Jepang lebih canggih teknologinya," papar Sung Khiun.

Di tahun 2004 lalu pun LGE berhasil menciptakan seri "2 in 1 plus" yaitu peningkatan kualitas dari seri sebelumnya bernama "2 in 1". Sistem ini secara umum memungkinkan dua unit AC indoor dengan satu unit outdoor. Yang membedakan dengan seri terbaru adalah telah dilengkapinya penyaring udara pada sistem kerja unit AC. "Dengan harga jual sama, produk AC LG jenis ini banyak diminati konsumen karena lebih efisien," tukas Sung Khiun.

Dari Importir Menjadi Nomor Satu

Menurut Head of Public Relations LGEIN, Widi Nugroho Sahib,"LGE
memulai bisnis AC pada tahun 1968 di saat kondisi dalam negeri Korea Selatan mengalami ketergantungan sangat besar terhadap produk impor." Tekad menekuni bisnis AC itu, lanjut Widi, diikuti keberhasilan pada tahun 2000 dengan meluncurkan model baru bernama "Digital Whisen" yang unggul dengan teknologi lapisan plasma guna melindungi lebih lama komponen teknisya.

Sekalipun bila dibandingkan dengan Jepang dan Amerika Serikat yang lebih dulu masuk bisnis AC dunia, LGE terhitung masih baru sebagai produsen berskala global, namun berkat kegigihan melalui beragam krisis selama 30 tahun lamanya, AC LGE dapat dikenal di seluruh dunia.

Berbagai upaya dilakukan LGE hingga berhasil mencatat angka penjualan AC sebanyak 4,1 juta unit di tahun 2000, kemudian 4,9 juta unit selama tahun 2001 dan 6,7 juta unit pada tahun 2002. Setahun kemudian 8 juta unit AC terjual sampai akhirnya tahun 2004 lalu meraih angka 10 juta unit di seluruh dunia. "Langkah LGE untuk meraih prestasi itu diperoleh lewat jaringan penjualan di 148 negara," tandas Sung Khiun. Posisi nomor satu dalam penjualan AC pun dipertahankan LGE di lebih 40 negara
diantaranya Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Australia, dan Arab Saudi.

Kini LGE bertekad agar di masa depan dapat melanjutkan prestasi
penjualan AC itu dengan berusaha menduduki posisi puncak di pasar global.

Latar belakang yang menjadikan LGE meraih posisi nomor satu adalah :
1. Periode penjualan selama 5 tahun berturut - turut
2. Memastikan kecanggihan teknologi terbaik di dunia lewat
keunggulan inovasi
3. Strategi pemasaran yang berbeda di masing-masing wilayah di
dunia
4. Dukungan karyawan LGE yang memiliki motivasi kerja yang tinggi

Paparan tersebut menunjukan gigihnya LGE untuk meriah prestasi
penjualan AC di dunia. Berikut grafik angka penjualan AC LGE
dibanding penjualan AC secara kumulatih di seluruh dunia.