Mar 2, 2005

Sikap PKS Sumbar terhadap rilis ICW

BAYANAT
tentang
PEMBERITAAN 38 ANGGOTA DPR RI DIDUGA KORUPSI, BERUPA SUAP
DAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG JABATAN.
(satu berasal dari FPKS DR. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc Datuk Rajo Bandaro Basa)

ICW MEMFITNAH KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Realese ICW menyatakan bahwa:
1.Irwan Prayitno menerima dana perjalanan dari Pertamina
2.Komisi VIII DPR RI mendukung penjualan tanker Pertamina
3.Melakukan indikasi korupsi (penyalahgunaan kekuasaan).
4.Kasus tersebut tidak diusut

Penjelasan :
1.Ketua DPR RI pada waktu itu sudah menjelaskan kepada publik bahwa rombongan Komisi VIII tidak menggunakan dana Pertamina. Selain itu Pertamina pun menyebutkan tidak memberikan dana kepada Komisi VIII.

Perjalanan tersebut adalah resmi karena merupakan tugas komisi VIII untuk melakukan kontrol terhadap kebijakan Eksekutif.

2.Komisi VIII DPR RI semenjak awal menolak penjualan tanker Pertamina tersebut bahkan telah diputuskan pada rapat pleno Komisi VIII yang kemudian dikuatkan dengan keputusan pimpinan DPR RI. Pada Rapat Paripurna DPR RI juga dibacakan oleh Ketua DPR RI bahwa DPR RI menolak penjualan tanker tersebut bahkan saat ini komisi VII membuat Panja tentang penjualan tanker tersebut.

3.Komisi VIII sama sekali tidak menyalahgunakan kekuasaan karena
kepergiaannya tidak menggunakan dana Pertamina dan tidak menyetujui kebijakan penjualan tanker oleh Pertamina.

4.Kasus ini tidak pernah menjadi suatu perkara sehingga tidak
diperlukan suatu pengusutan. Di samping itu, kasus tersebut telah selesai pada enam bulan yang lalu ketika tuduhan tersebut sudah diklarifikasi.

Kesimpulan :
1.Pernyataan ICW menyesatkan publik karena tidak berdasarkan bukti dan kebenaran. Mereka hanya menggunakan data media bukan investigasi secara ilmiah
2.Diduga ICW melakukan character assasination (pembunuhan karakter) dan black campaign (kampanye hitam) kepada IP yang sedang maju untuk Cagub Sumbar.
3.Diduga ICW mengalihkan kasus yang sebenarnya yaitu penjualan tanker yang diduga merugikan uang negara ratusan milyar rupiah kepada perjalanan rombongan Komisi VIII DPR RI.

Sikap Kader :
1.Melakukan tabayun (cek dan ricek) terhadap segala macam informasi media yang diperkirakan akan semakin meningkat hingga kampanye pilkada
2.Husnudzon (sangka baik) dan tsiqoh (percaya) lebih dahulu kepada Al Akh terlebih yang maju untuk menjadi calon pimpinan daerah.
3.Selalu waspada terhadap segala macam serangan pihak lawan yang akan mengalahkan kita dalam Pilkada 2005.
4.Segera menangkis segala informasi tersebut kepada kalangan eksternal dan mensosialisasikan kemenangan pilkada.
5.Diminta kader Partai Keadilan Sejahtera tidak melakukan tindakan destruktif dan emosional.

Padang, 28 Februari 2005

DEWAN PIMPINAN WILAYAH
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
SUMATERA BARAT




H. MAHYELDI ANSHARULLAH, SP
Ketua Umum

=====
Erwin Febrian Safra
Email: erwin_fs@yahoo.com

No comments: