Nov 30, 2005

Program Gedung Kesenian Jakarta - Desember 2005

PROGRAM GEDUNG KESENIAN JAKARTA
DESEMBER 2005

PENGANTAR/FOREWORD

Salam Budaya,


Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa, kita sudah menuju ke penghujung
tahun, bulan Desember 2005. Waktu yang hampir genap setahun berjalan
menjadi bagian untuk dicermati. Sambil berjalan, Gedung Kesenian Jakarta
terus berusaha meningkatkan kinerjanya. Sebagai tempat berkesenian yang
bergengsi, memang bukan pekerjaan yang mudah dalam menghidupkan sebuah
gedung pertunjukan seperti Gedung Kesenian Jakarta, di tengah
persaingan yang begitu ketat seiring hadirnya tempat pertunjukan kesenian yang
makin marak di ibu kota Jakarta ini. Program-program pun menjadi modal
utama yang sarat kualitas dan makna, bagi peningkatan apresiasi
masyarakat terhadap seni pertunjukan. Begitu pula sarana fisik serta fasilitas
yang ada pun menjadi alat penting dalam mewujudkan hadirnya pementasan
seni pertunjukan yang berbobot dan variatif, ditunjang oleh sinergi
kerja yang tentunya harus terus ditingkatkan pula.

Untuk menutup tahun 2005, GKJ mengawalinya dengan pementasan Drama
Musikal Minahasa-Mapurengkey dengan judul TOAR DAN LUMIMUUT dengan
sutradara Remy Sylado, yang mengangkat budaya Minahasa sebagai sumber
inspirasi.

Jakarta World Music Festival hadir untuk pertama kalinya sebagai bagian
dari musik Indonesia yang makin berkembang mengimbangi kemajuan
perjalanan teknologi yang semakin aduhai dan canggihnya. Dialog budaya melalui
musik ditampilkan oleh seniman musik dari berbagai generasi dalam genre
yang berbeda pula, mudah-mudahan ini dapat menjadi acuan dalam
meningkatkan kreativitas bagi lahirnya karya-karya musik sebagai bagian dari
karya seni Indonesia.

Perkenankanlah kami selaku pimpinan dan seluruh karyawan Gedung
Kesenian Jakarta mengucapkan SELAMAT HARI NATAL 25 Desember 2005 bagi yang
merayakannya dan SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2006 bagi kita semua.
Maafkan jika ada kesalahan dan kekurangan kami dalam melayani para sahabat,
relasi, pecinta seni serta adik remaja yang telah berpartisipasi dalam
berkesenian di Gedung Kesenian Jakarta sepanjang tahun 2005 ini.

Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyertai kita dalam menyongsong
Tahun Baru 2006.



Marusya N.F. Nainggolan, MA

Direktur

_______________________________________________________

Jumat-Sabtu, 2-3 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Friday-Saturday, December 2-3, 2005 - 8pm


Drama Musikal Minahasa-Mapurengkey

TOAR DAN LUMIMUUT

Sutradara/Directed: Remy Sylado

Produksi/Production: Lembaga Kebudayaan Sulawesi Utara-Dapur Teater
Remy Sylado



Ditengah kedigdayaan era globalisasi yang menembus batas wilayah dan
budaya suatu bangsa, masyarakat Sulawesi Utara, khususnya yang tergabung
dalam Lembaga Kebudayaan Sulawesi Utara (LKSU) bersama Dapur Teater
Remy Sylado mengangkat salah satu seni tradisional Minahasa yaitu
Mapurengkey, dengan kisah "Toar dan Lumimuut". Dikemas dalam bentuk drama
musikal, perpaduan antara sastra, musik dan tari, hingga menjadi tontonan
teatrikal yang menarik dan dapat dinikmati masyarakat umum, khususnya
pencinta seni teater.

Mapurengkey adalah bentuk seni tradisional Minahasa yang
makin punah, karena khalayak penikmatnya dan yang mengapresiasi cenderung
langka. Bila ditilik dari bentuk teater dalam wacana teater Barat
dianggap 'teater total', yakni terpadunya antara sastra, musik dan tari,
maka mapurengkey merupakan contoh paling kasatmata dengan
kemungkinan-kemungkinan estetik yang leluasa di satu pihak dan etik yang terbatas di
lain pihak. Pergelaran ini juga didukung dengan sumber tulis Cina, Gu Shi
Nan Bei Fang.



Tickets price: Rp 75.000,- : Rp 50.000,- & Rp 35.000,-





Rabu & Jumat, 7 & 23 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Wednesday & Friday, December 7 & 23, 2005 - 8pm


KOMEDI BETAWI

Sutradara/Directed: Syaiful Amri

Penata Musik/Music Director: Andi Suhandi

Penata Panggung/Stage Manager: Djudjun Cs.

Pemain/Players: H. Bolot, H. Bodong, Hj. Nori, Edi Oglek, Rini SBB,
Kubil, Rita Hamzah, Rudi Sipit, jaya, Madih, dll.

Bintang Tamu/Guest Stars: Artis-artis Ibukota



MESSTER (7 Desember 2005)

Keserakahan dan kesenangan kerap terjadi dimana-mana dalam situasi
apapun. Sayangnya ini dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung
jawab dan tanpa wujud nyata, korbannya orang-orang yang tidak bersalah.
Demikian pula yang terjadi dengan si Pitung, namanya dijadikan kambing
hitam setiap ada keonaran oleh kelompok orang pengecut tak bertanggung
jawab.



MACAN KEMAYORAN (23 Desember 2005)

Penindasan tak ada habisnya. Tak perduli sesama anak bangsa demi
kekuasaan, hati nurani menjadi buta. Korban pun berjatuhan, ibarat
peribahasa, siapa yang menanam bibit dia yang akan menuai. Adalah Macan
Kemayoran, seorang pribumi yang berani melawan kezoliman tanpa pamrih demi
harkat dan harga diri bangsa khususnya warga Betawi.



Invitation/Information: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Prop. DKI
Jakarta, T. (021) 5263236





JAKARTA WORLD MUSIC FESTIVAL 2005

Gedung Kesenian Jakarta, 9 s.d. 16 Desember 2005



Jumat, 9 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Friday, December 9, 2005 - 8pm


NERA

Gilang Ramadhan, drum

Donny Suhendra, gitar

Adi Darmawan, bass

Krisna Prameswara, keyboard

Ivan Nestorman, vocal

Featuring: Indra Lesmana, Trie Utami



Nera yang artinya "sinar", adalah sebuah band yang dibentuk untuk
mengakomodasi keinginan pendukungnya membuat sesuatu yang baru, unik, kaya
musikal namun groovy, popular dan dapat mengiringi gerak tari. Grup yang
dimotori Gilang Ramadhan dalam album pertamanya banyak mengeksplorasi
ritmis khasanah tradisi nusantara dengan dominasi drum selain sentuhan
vokal yang macho dari Ivan Nestorman asal Flores juga didukung musisi
bereputasi yang dikenal luas pecinta musik, khususnya jazz dan world
music.

Mungkin, ini bagian dari kegelisahan musisi. Mencari
formulasi dan menemukan sesuatu yang berbeda di dunianya, musik.



Tickets price: Rp 75.000,- & Rp 50.000,-





Senin, 12 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Monday, December 12, 2005 - 8pm


DISCUS

Iwan Hasan, gitar, 21 string harpguitar, keyboards, vocal

Fadhil Indra, Keyboards, rindik, kempli, gong, electronic percussion,
vocal

Anto Praboe, clarinet, flute, suling, puik-puik, bass clarinet,
saxophones, vocal

Eko Partitur, violin, vocal

Kiki Caloh, bass

Hayunaji, drums, tawo-tawo

Krisna Prameswara, keyboards

Yuyun, vocal



Discus, sebuah band yang memilih jalur progresif sebagai ajang
kreativitas, mengawali debutnya di mancanegara dan meraih sukses luar biasa.
Formasi lengkap terbentuk tahun 1996, album pertama "1st" dirilis
perusahaan rekaman Italia, Mellow Records, tahun 1999 dan mendapat ulasan dari
majalah-majalah musik di Amerika Serikat, Perancis, Brazil, Belgia dan
Italia, sangat baik. Tampil di festival musik progresif Amerika
Serikat, ProgDay 2000, North Carolina USA dan beberapa kota. Tahun 2001
diundang tampil di festival Baja Prog V, Mexico. Album kedua ".tot licht!"
dirilis perusahaan rekaman Perancis, Musea Records, tahun 2003. Di tanah
air, Discus menerima penghargaan AMI-Samsung Award kategori musik
progresif untuk pertama kalinya, tahun 2004. Oktober 2005 Discus diundang
tampil dalam festival ProgSol Switzerland serta konser di Jerman dan
mendapat sukses. Tahun 2006 mendatang, Discus diundang tampil pada festival
Zappanale di Jerman, sebuah festival tahunan terbesar untuk menghormati
komponis Frank Zappa, dan satu-satunya grup musik Asia yang akan tampil
di festival tersebut.

Penampilan Discus di GKJ kali ini akan didukung oleh
bintang tamu Kompiang Raka, penyanyi jazz Andien, penyanyi pop Fadly dari
band Padi dan growler metal Krisna Suckerhead.



Tickets price: Rp75.000,- & Rp 50.000,-





Selasa, 13 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Tuesday, December 13, 2005 - 8pm


SAPTO RAHARDJO - INNISISRI

KALANGAN II


Musisi/Musicians: Innisisri, Sapto Rahardjo, SP. Joko, Azied Dewa



Bertolak dari pemahaman akan ekplorasi bunyi dan ritmik sebagai bagian
dalam pergelaran, jarak bukan lagi kendala buat mereka untuk menyatukan
karya yang sama sekali belum pernah dipertemukan. Perkusionis Innisisri
dan ahli gamelan/techno Sapto Rahardjo yang sangat terkenal di blantika
musik Indonesia bersama musikus serba bisa Joko dan Azied (personil
Kiai Kanjeng) mencoba mewakili potensi kreatif bangsa kita dalam merespon
arus kebudayaan modern yang hadir dengan jubah musik kontemporer. Bila
musisi atau komponis bicara lewat bahasa musik dan mengacu pada aspek
kreatifnya, bukan berarti aspek komersial harus ditinggalkan, yang
tersaji adalah ekplorasi bunyi sebagai tonggak pementasan.



Tickets price: Rp 50.000,- & Rp 40.000,-





Rabu, 14 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Wednesday, December 14, 2005 - 8pm


RAHAYU SUPANGGAH & KOMUNITAS BUNYI I LA GALIGO



Rahayu Supanggah is an international acclaimed Indonesian composer who
is leading pioneer of New Music in Indonesia. He has composed and
collaborated with impressive coterie of artist, directors, choreographers
worldwide in the field of music, film and dance.

Kali ini Komunitas Bunyi I La Galigo akan menbawakan beberapa karya
antara lain: Pra Bumi, Dunia Mula-Mula, Menggantung Asa, Elong Osong,
Batik-batik, Voyage, Mawar Mekar.



Tickets price: Rp 50.000,- & Rp 40.000,-





Jumat, 16 Desember 2005 - Pukul 20.00 Wib.

Friday, December 16, 2005 - 8pm


IKJ World Music

Vonty S Nahan - Pongki Nuzirwan - Epi Martison


SUNGAI KAHAYAN II

Komposisi: Vonty S. Nahan

HANYA MANUSIA, CAPUNG

Komposisi: Pongki Nuzirwan

BETAWI PLUS

Komposisi: Epi Martison



Tiga komposer alumni IKJ jurusan musik tampil bersama, Vonty S. Nahan,
Pongki Nuzirwan dan Epi Martison. Vonty menampilkan "Sungai Kahayan II"
sebuah komposisi musik tentang kerusuhan/peperangan antar suku
berdasarkan musik pentatonik Kalimantan: la, do, re, mi, sol. Pongki
menampilkan dua komposisi; "Hanya Manusia" kombinasi musik tradisi dan modern,
berkisah tentang manusia yang serba kekurangan, dan berusaha menemukan
kehidupan yang terbaik, namun semua itu tak terlepas takdir Tuhan yang
menentukan semuanya. "Capung" sebuah komposisi tentang penghijauan, alam
yang bersih merupakan suatu kebutuhan hidup jika kita ingin tetap
sehat. Dan Epi menampilkan "Betawi Plus", komposisi musik untuk perkusi,
berkembang dari musik tradisi Betawi, satu garis terisi beragam motif dari
tehyan, gambang, kendang dan instrumen perkusi non Betawi. Motif dan
pola rhythm tersebut merupakan kombinasi dari kontras dinamika pada
bagian perkusi.



Tickets price: Rp 50.000,- & Rp 40.000,-





Pimpinan dan Staf Gedung Kesenian Jakarta

Mengucapkan

Selamat Natal & Tahun Baru 2006


GEDUNG KESENIAN JAKARTA
Jalan Gedung Kesenian No.1, Jakarta 10710.

T. (021) 3808283, 3441892 - F. (021) 3810924

E-mail: gkj@pacific.net.id
Website: www.gkj-online.com



Ungkapkan opini Anda di:

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com


Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

No comments: