Feb 18, 2007

Finna Huang merambah ke bisnis pakaian anak dengan menggaet Chateau de sable

Chateau de sable, French style dengan harga terjangkau

Membeli baju impor bagi anak-anaknya kini makin menjadi pilihan para orangtua. Selain memiliki kualitas yang biasanya lebih baik, membeli baju impor juga dipilih karena dapat menjadi alat untuk menunjukkan status sosial pemakainya. Wajar saja, untuk membeli baju impor mereka perlu merogoh kantong lebih dalam karena label harga yang dipasang pada baju impor memang jauh lebih mahal dibandingkan harga pakaian lokal.

Di antara berbagai pilihan pakaian impor anak-anak yang ada, kini Chateau de sablehadir meramaikan pasar Indonesia dengan konsep harga yang tidak sebombastis rival-rivalnya. Dengan tetap mengutamakan kualitas, merek pakaian anak yang memiliki desain yang sangat khas Perancis ini berani memasang sebagian besar produknya dengan harga sekitar dua ratus ribuan.

Diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia 3 bulan hingga 12 tahun, produk yang didesain oleh desainer muda Perancis, Stephanie Lemaire ini, setidaknya memiliki dua karakter penting yang menjadi keunggulannya. Pertama, seluruh produk dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dari Perancis untuk menjamin kenyamanan si kecil. Kedua, desainnya yang simple dan elegan sangat sesuai dengan usia dan karakter anak
yang masih sangat belia.

"Château de sable adalah langkah kedua saya setelah sukses mendirikan The Jakarta Women & Children’s Clinic (JWCC). Saya menghadirkan Chateau de sable di Indonesia karena saya melihat ini adalah sebuah karya yang merepresentasikan perhatian akan detail dan dedikasi terhadap kualitas yang dikombinasikan dengan tradisi Perancis yang kaya kreatifitas serta modern," tutur Finna Huang pemilik Chateau de
sable Indonesia.

Butik perdana diresmikan pada 28 Februari 2006 lalu di Mal Pondok Indah II, dimana Chateau de sable meluncurkan koleksi pakaian pesta anak terbaru yang terbuat dari sutra terbaik India yang dikombinasikan dengan organza, hasil karya Stephanie Lemaire.

Sekilas tentang Chateau de sable

Merek Château de sable merupakan hasil kreasi perancang muda berbakat dari Perancis, Stephanie Lemaire. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai desainer pakaian merek-merek Perancis, saat ini dia menjadi desainer untuk koleksinya sendiri dengan merek Chateau de sable. Koleksinya ini pertama kali diluncurkan di awal tahun 2002.

Kata Château de sable yang berarti istana pasir merujuk pada kegiatan membangun istana pasir, yaitu aktivitas bermain yang biasa dilakukan anak-anak di pantai French Riviera.

Saat ini Chateau de sable memiliki 10 butik yang tersebar di 6 negara, yaitu Singapura, Malaysia, Jepang, Belgia, Taiwan dan Indonesia.

Sekilas tentang Finna Huang, pemilik Chateau de sable Indonesia

Setelah sukses memulai debut pertamanya mendirikan The Jakarta Women & Children’s Clinic, sebuah klinik di bilangan Prapanca yang menyediakan segala fasilitas untuk memenuhi kebutuhan obstetrik & ginekologi bagi perempuan dan pediatrik untuk anak-anak, kini Finna Huang bersiap melanjutkan langkah bisnis keduanya dengan menghadirkan Château de sable di Indonesia.

Sejak berusia 12 tahun, putri sulung pengusaha sukses dari Surabaya, Harry Susilo, pendiri PT Sekar Group yang terkenal di industri makanan seperti kerupuk, kecap, garam dan bumbu berlabel Finna ini, sudah meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan sekolah menengah di Singapura dan langsung terbang ke Amerika Serikat untuk mencapai
jenjang sarjana Business Administration di Babson College dengan magna cum laude. Di usia 21 tahun, gelar MBA dari Boston University telah dikantonginya. Ia juga sempat menjadi karyawan termuda di perusahaan Accenture dan Dell Singapura.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Finna Huang
Tel. (021) 727 999 11

No comments: