Feb 13, 2007

Launching Misteri Pedang Skinheald II: Awal Petualangan Besar

Posted by: Esa Studio
E-mail: esa_studio1@yahoo.com
Date: Mon Feb 12, 2007 9:36 pm (PST)


Launching Misteri Pedang Skinheald II “Awal Petualangan Besar”

Novel Karya Anak Umur 14 Tahun, Tebal 660 Halaman

Kancah sastra Indonesia dalam beberapa tahun terakhir bukan sekedar dikuasai kaum dewasa, tetapi anak-anak berusia belia pun sudah memasukinya. Sederet nama penulis berusia muda bermunculan dan salah satunya adalah A. Ataka Awwalur Rizqi murid kelas III SMP yang bermukim di Jogyakarta.

Sebagai wujud apresiasi dan untuk mendorong krativitas para penulis muda, Bataviase Nouvelles Cafe-Galery bekerjasama dengan penerbit Copernican, Jagad Media, dan Bulanglinggi Event Management, mengundang Anda untuk bersama-sama mendengar kreativitas Ataka dalam mengurai imaji kanak-kanaknya menjadi sebuah karya besar yang mengisi awal 2007.

Ataka yang dibesarkan di Banyuwangi, Jawa Timur, kini tinggal bersama orangtuanya di Jogyakarta. Ia belum pernah mengunjungi Eropa, benua yang menjadi inspirasi khayalinya dalam menciptakan karya fiksi. Ataka menciptakan sebuah negeri dongeng lengkap dengan mahluk-mahluk khayali dan cerita fantastis dalam serial bukunya Misteri Pedang Skinheald ini. Ketekunannya dalam menulis terbukti dengan kemampuannya mencipta lima novel hanya dalam rentang waktu yang singkat, tiga karya di antaranya sudah diterbitkan dan dua sedang dalam persiapan naik cetak.
Jangan lewatkan kesempatan bertemu dengan Ataka secara langsung dan mendengar bagaimana Arswendo, sastrawan yang dikenal melahirkan karya-karya fenomenal seperti Senopati Pamungkas dan Keluarga Cemara ini mengupas karya Ataka.

Pastikan kehadiran Anda di Bataviase Nouvelles Cafe-galery untuk mengikuti acara kami:

Pemutaran Film Animasi (Sutradara: Sigit Aryansah)

Pameran Ilustrasi (Kara: Catur Ary)

Diskusi Fiksi Fantasi
Pembicara:
Arswendo Atmowiloto (Satrawan dan Praktisi Media)
A. Ataka Awwalur Rizqi (Penulis Novel Misteri Pedang Skinheald)

Host: Taufik Rahzen (Budayawan)

Sabtu, 17 Februari 2007

Pkl. 15.00-18.00 WIB.
(Khusus pameran ilustrasi 17-23 Februari 2007)

Café & Galeri Bataviase Nouvelles
Jl. Veteran I, No. 26 Jakarta

By: Copernican, Bataviase Nouvellese, Jagad Media, Bulanglinggi Event Management

Contact Person:
Maria D. Andriana 021-3814107
e-mail: andriek@yahoo.com

Menik/Ambar 021-6450006 081318517580
e-mail: meniksih@gmail.com

Faiz 0818466399
e-mail: ahsoul@plasa.com



Ringkasan Misteri Pedang Skinheald II:

Apa jadinya jika dua orang manusia, seorang penyihir, seorang Elf (peri/jin), dan Dwarf (manusia kate) bersatu dalam epik petualangan besar? Dengan membentuk barisan Lima Sekawan, tiga ras mahluk berbeda tersebut membelah benua Ethav Andurin untuk menyelamatkan dunia dari hitamnya kejahatan Baron, Topeng Kematian, Sepuluh Setan, dan Gilford sang Jendral Kegelapan. Selain itu, dari Burton menuju pulau Fa, perjalanan Lima Sekawan juga dihadang oleh gerombolan Goblin yang kejam dan licik serta sadisnya para Canibalic Man.

Novel Misteri Pedang Skinheald II “Awal Petualangan Besar” ini, akan membawa kita pada pilihan-pilihan keputusan Lima Sekawan dalam menghadapi peliknya kehidupan dunia antah berantah. Sebuah dunia yang berisi berbagai macam ras dan mahluk dengan karakter yang berbeda-beda seperti: manusia-manusia penggosip yang hidup di kota Hurton dengan walikotanya yang bodoh; penduduk Mariatta yang beradab, santun, ramah dan sangat mencintai tradisi masa lampau; penduduk desa Tron yang suka mencatat sejarah desa; Kaum Dwarf, yang mencintai kesenian dan gandrung akan seni bangunan tata kota; Golongan Elf yang terkenal dengan seni pembuatan pedang; Dark Elf, mahluk kutukan yang dipimpin King dan bisa bicara dengan burung karena mempunyai sihir tingkat tinggi; mahluk-mahluk buas di Padang Rumput dekat Pegunungan Mentari; Thel, manusia Kucing Laut yang jujur dan tidak bisa berbohong; Ava si manusia naga; Utward, mahluk Gostmorgana yang tidak bisa mati; Falcon dan Filder, burung-burung
raksasa seperti naga yang dimanfaatkan oleh golongan penyihir hitam dan mahluk-mahluk antah berantah lainnya.

Sementara Robin, yang mulanya hanya seorang guru muda di sekolah biologi Ayo Bertanam Singkong, dan karena angka kelahirannya membuat dirinya terseret ke dalam peperangan besar membasmi kejahatan karena dialah satu-satunya manusia yang ditakdirkan sebagai pembuka segel Pedang Skinheald. Lalu bisakah Eric, sang Kesatria Selatan dan Hayflay penyihir Putih Kelabu, juga Alva (Elf), serta Oni (Dwarf), mengawal Robin sampai ke pulau Fa untuk membuka segel Pedang Skinheald di atas bukit Launcher?

Ya, Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (Ataka), penulis cilik berumur 14 tahun yang masih duduk di kelas IX, SMP 5 Yogyakarta, begitu cermat, detail, dan dramatik mengisahkan epik petuangan besar Lima Sekawan dalam novel Misteri Pedang Skinheald II yang tebalnya sampai 660 halaman.

No comments: