Feb 11, 2007

Siaran Pers Departemen Komunikasi dan Informatika

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Jl. Medan Merdeka Barat No 9. Jakarta Pusat 10110

* *

*Press Release*



*Pemerintah Akan Lakukan Pemulihan Dalam Waktu Singkat *


Jakarta 09/02/2007 20:51
Pemerintah akan terus berupaya melakukan pemulihan keadaan karena bencana banjir dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Untuk itu ada beberapa prioritas tindakan yang akan tarus dilakukan.

Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan bahwa para korban banjir dan para pengungsi sudah terevakuasi di tempat yang aman. Kemudian mereka tidak kekurangan bahan pangan dan persediaan air bersih. Selain itu kebutuhan pakaian juga akan terus diupayakan pemenuhannya oleh pemerintah.

Pemerintah juga terus berupaya melakukan berbagai tindakan pembersihan sampah dan lumpur. Sampai saat ini Dinas Kebersihan telah mengangkut tak kurang dari 11.500 m3 atau 2500 ton sampah tambahan ke beberapa Lokasi Penampungan Sementara (LPS) sejak 1 Pebruari lalu. 50-60 truk telah dioperasikan untuk mengangkuti sampah-sampah tersebut. Pemerintah juga akan menambah sarana semisal truk dan kendaraan berat lainnya untuk melakukan upaya ini.

"Jika masih kurang, kita akan sewa dari Tanjung Priuk," ujar Kalakhar Bakornas PB, Syamsul Ma'arif yang juga bertindak sebagai pemimpin rapat koordinasi antara Bakornas dengan tim penanganan banjir, Sabtu (10/02).

Upaya lain adalah menyediakan 18 toilet kontainer yang bergerak ke beberapa
titik posko pengungsian. Tindakan ini dirasa sangat efektif bagi para pengungsi. Tak hanya itu saja, pemerintah juga akan terus menginventarisir kantor pelayanan publik yang rusak karena banjir. Hal itu dilakukan terkait dengan keadaan saat ini yang dapat dipastikan banyak warga membutuhkan pelayanan publik yang cepat. Untuk itu ke depan, pemerintah akan mengupayakan agar pengurusan surat-surat penting semisal akta
kelahiran, tanah dan sebagainya akan dilakukan dengan jemput bola.

Sementara korban banjir bertambah 5 orang di Jawa Barat hingga total saat ini menjadi 24 orang. Mayoritas korban meninggal disebabkan karena tenggelam atau terseret arus banjir.

Pengungsi di DKI mengalami perubahan yang berfluktuasi, saat pagi hanya sekitar 17.000 orang, namun malam naik menjadi 77.106. Hal ini dikarenakan mereka mendatangi posko banjir untuk mendapatkan bantuan pangan dan beristirahat di malam hari, sementara di siang harinya melakukan pembersihan rumah.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:

Muslimin Kulle
Biro Umum dan Humas
Gedung depan Depkominfo, lt.5
Jl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat 10110
Telp : 021 - 3865320

Sukartono
Pusat Pelayanan Informasi
Gedung belakang Depkominfo, lt.1
Jl. Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta Pusat 10110
Telp : 021 – 3859625

No comments: