Apr 14, 2007

Besok, para selebritis dan tokoh masyarakat gelar kampanye "Rasa Peduli Autisme"

Besok (Minggu, 15 April 2007), para selebritis dan tokoh masyarakat serta masyarakat luas akan menggelar kampanye "Rasa Peduli Autisme" di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Acara akan dimulai tepat pada pukul 10 pagi. Selanjutnya akan digelar konperensi pers di Dome Cafe, Plaza Indonesia mulai pukul 11.30 wib. Dimohon kehadiran rekan-rekan wartawan untuk meliput acara tersebut.
 
Beberapa selebritis dan tokoh masyarakat yang memastikan untuk hadir adalah Farhan, Annisa Tri Hapsari, Sultan Djorgi, Jeremy Thomas, Dian Sastrowardoyo, Gading Marten, Indra Aziz (musisi jazz), Malik n the Essential, Nikita Dompas OC Kaligis (pengacara), Citra Darwis, Pingkan, Teguh Ostenrik, Widayanto, Paguyuban Bhayangkara dan masih banyak lainnya.
 
Berikut beberapa pernyataan dari para simpatisan:
 
Saya ingin dapat membantu semampu saya agar anak-anak autis sebisa mungkin dapat memiliki kesempatan untuk menggapai masa depan seperti anak-anak yang dilahirkan berhak untuk memiliki kesempatan yang sama agar dapat meraih masa depan yang cerah.
 
(Susan Bachtiar - Presenter & Guru TK) April 3, 2007
 
Memiliki seorang anak autistik, seperti mendapat anugerah untuk melihat keajaiban terjadi setiap hari dalam hidup ini. Karena ternyata, di balik kekhawatiran dan asumsi bahwa mereka adalah insan yang tidak mampu, mereka adalah juga manusia-manusia yang memiliki potensi kemampuan seperti kita semua. Jadi dengan mendukung program kepedulian autisme, dan mengajak orang untuk peduli pada autisme, aku ingin semua mengerti bahwa dengan tidak mempedulikan mereka sama saja dengan membiarkan potensi manusia terbuang percuma.

(Farhan - Presenter, ayah penyandang autis) April 3, 2007.
 
Saya ingin terlibat dalam kampanye peduli Autism (15/4/07) karena saya memiliki beberapa sahabat dan murid dengan autism. Saya yakin kampanye nanti akan sedikit banyak meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas akan autism. Selain saya sendiri berharap meningkatkan pengetahuan saya.

(Indra Aziz - Vokalis Jazz) April 3, 2007
 
Meningkatkan awareness dan kepadulian kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus.

(Blem Benjamin - Tokoh Masyarakat Betawi) April 4, 2007
 
"Because I care."

(Merry Kasiman - Pianis Jazz) April 4, 2007.
 
Karena sebenarnya manusia autis adalah manusia luar biasa dibanding manusia normal. Kejujurannya juga luar biasa.

(Ali Akbar - Musisi Jazz ex The Groove) April 4, 2007.
 
"I care because they're worth it." (Aisha Noval - Sasha Media Investmenet) April 4, 2007.
Saya ikut dalam kampanye ini karena melihat kegiatan ini sebagai salah satu usaha "membuka jalan" agara anak saya dan anak-anak penyandang autisme bisa mendapat kesempatan yang sama dengan anak-anak lain untuk diterima, bertumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita.

(Frederick Rotty - ayah seorang anak penyandang autis) April 4, 2007.
 
Autisme tidak pernah saya dengar sebelumnya atau mungkin lebih tepatnya terlewatkan dari perhatian. Sampai saya hadir dalam peluncuran buku Autistic Journey, Oscar Dompas 2 tahun yang lalu bersama isteri saya. Mungkin sampai sekarang saya belum terlalu paham mengenai autism tapi yang saya tahu adalah anak adalah anugerah Tuhan dan tugas kita semua adalah memberi mereka kesempatan untuk berkembang.

(Mayjen TNI AS Hotmangraja Pandjaitan - Dan Puster TNI-AD) April 4, 2007
 
Austism bukanlah hambatan untuk menyongsong masa depan yang cerah. Autism dapat ditangani dan diatasi melalui kasih sayang dengan tidak memisahkannya dari masyarakat.

(Prof. Dr. Satryo Soemantri Brojonegoro - Dirjen Dikti) April 4, 2007
 
Aku ingin orang lebih aware tentang autisme ini. Bahwa walaupun banyak yang bilang kalau autis ini tidak tersembuhkan, ada terapi-terapi yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi dampaknya; speech terapy, music therapy, dll. Aku sangat percaya bahwa music therapy bisa membuat si anak jadi lebih bisa berinteraksi dan lambat laun bisa main dengan anak seusianya walaupun memakan waktu yang lama (aku baca ada kasus yang mencapai 3 tahun). Kesabaran adalah kunci utama penanganan autisme.

(Nina Tamam - penyanyi) April 4, 2007.
 
Sejak anak saya bersekolah, kami mulai mengenal dan berinteraksi dengan autistic kids. Saya sangat kagum dan kaget melihat kemampuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai talenta yang hebat sekali! Makanya saya bingung melihat adanya diskriminasi yang sering mereka alami. Ini yang membuat saya ingin ikut acara ini agar dapat membantu mensosialisasikan apa sih autis itu. Supaya jangan ada lagi diskriminasi dan pandangan negatif pada mereka. Karena menurut saya mereka berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak lain.

(Dominique Sanda - ibu rumahtangga) April 5, 2007.
 
Aku ikut karena rasa syukur yang mendalam. Oscar, anak pertama-ku yang Asperger akan di diwisuda pada 14 April, 2007. Oscar membuka mata-ku untuk mengatakan pada dunia, pada masyarakat Indonesia bahwa menyandang traits autistik bukan hambatan untuk meraih masa depan yang gemilang. Sebagai orang tua, kita mencoba menerapkan "Parenting Plus", plus-nya adalah "kesabaran" dengan begitu, anak-anak kita mendapat kesempatan menjadi mandiri.

(Jeffrey Dompas - orangtua Oscar) April 5, 2007.
 
Aku mau belajar segalanya tentang autisme supaya bisa memperlakukan mereka dengan tepat sehingga mereka dapat berkembang seperti anak lainnya.

(Liza Aryanto - seniman) April 5, 2007
 
Mereka ada di antara kita seperti kita juga. Bahkan daya ingatnya, abstraksi ruang dan fantasinya menembus batas kemampuan manusia "normal," yang membuat saya sering cemburu dan ingin belajar lebih banyak lagi dari mereka.

(Teguh Ostenrik - seniman) April 5, 2007.
 
Semua orang tua sampai saat ini tidak akan pernah tahu kapan dan apa yang menyebabkan anak-anak kita menjadi autis, karena dari riset ilmu kedokteran yang saya lihat dari internet pun belum ada yang pasti.
 
Menurut saya, sebagai orang tua dari Matt 9 tahun dan Val 8 tahun, saya punya kewajiban untuk memberi support moril kepada adik-adik/anak balita yang terbawa lahir sebagai autis. Dan faktanya banyak anak autis (yang saya kenal lama Oscar Dompas) ternyata punya kemampuan akademis yang lebih baik dari anak-anak lainnya, artinya autis belum tentu sesuatu yang kurang, bisa menjadi lebih jika kita atau orang tua tahu cara mengatasinya; seperti memberi ekstra perhatian, diet makanan sehat, 'develop positive mental habit' dan selalu memberi 'perhatian kasih sayang'.
 
Di acara tanggal 15 April nanti, saya berharap bisa hadir untuk bisa memberi dukungan moral kepada para orang tua lainnya untuk sedikit peduli. Karena kita tidak akan pernah tahu 'kapan saja' anak-anak kita terlahir sebagai autis. 'Salam semangat autis".

(Jeremy Thomas - artis) April 7, 2007.
 
Informasi lebih lanjut silakan klik:
 
 
 
Untuk konfirmasi kehadiran wartawan, silakan hubungi:
 
Riana atau Radityo 0817-9802250
 
 


Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.

Apr 12, 2007

Pakar kesehatan menyayangkan penggunaan anti-demam yang tidak tepat pada anak

*Sebuah pesan penting bagi orang tua di musim dengue *

Seiring dengan merebaknya kasus dengue di Indonesia, dibutuhkan suatu
edukasi publik seputar penyakit ini, termasuk aspek pencegahan dan
penanganannya. Sejauh ini telah diterbitkan berbagai panduan bagi konsumen
untuk pencegahan dengue. GlaxoSmithKline, sebuah perusahaan farmasi
terkemuka di dunia, hari ini menyelenggarakan lokakarya bagi media bertajuk
"Penanganan Demam Pada Dengue", yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
bahwa demam, terutama pada anak dan pada saat wabah dengue, harus ditangani
dengan penuh waspada dan hati-hati.

Dr. Handrawan Nadesul, seorang Dokter Umum dan kolumnis kesehatan,
menjelaskan, "Diperlukan suatu program komunikasi, informasi dan edukasi
yang komprehensif untuk memerangi dengue, yang mencakup aspek pencegahan,
penanggulangan dan pemulihan. Umumnya, banyak orang tua yang melakukan
pengobatan sendiri dengan memberikan anak mereka obat penurun demam yang
dijual bebas untuk meredakan demam tanpa mengetahui kandungan obat dan
indikasi kontra dari obat tersebut."

Sebuah riset independen terkini mengungkapkan bahwa, sekitar 78% konsumsi
obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah produk yang
yang mengandung *asam asetilsalisilat* *(ASA)* (1) – jenis bahan aktif yang
tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak karena diduga berkaitan dengan
sindroma Reye (2). Selain itu banyak konsumen tidak menyadari bahwa baik *asam
asetilsalisilat* *(ASA) *maupun obat anti inflamasi non-steroid (NSAID)
seperti *ibuprofen, *mempunyai indikasi kontra pada demam dengue. Hal ini
dapat memperburuk terjadinya pendarahan (*haemorrhagic) * pada infeksi
dengue.(3).

Demam, terutama pada kasus dengue, sebaiknya ditangani dengan obat
anti-demam yang aman. Dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. Trop Paed,
mengatakan, "Obat pilihan pertama untuk menurunkan demam pada dengue adalah
*parasetamol. * Hal ini harus diikuti dengan asupan cairan yang cukup seperti
oralit, jus buah, susu dan lainnya. *Ibuprofen* tidak dianjurkan karena
dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam. Obat
yang mengandung *asam asetilsalisilat (ASA)* tidak dianjurkan karena diduga
berkaitan dengan sindroma Reye."

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah fakta bahwa kebanyakan
masyarakat datang terlambat untuk penanganan. Sehingga berisiko menderita
terhadap penyakit yang lebih parah dan karenanya menyebabkan tingkat
kematian lebih tinggi.

Menurut data yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan, dalam enam minggu
pertama tahun 2007, lebih dari 20.000 kasus dengue tercatat di Indonesia,
dengan jumlah kematian 307 kasus. Jawa Barat adalah wilayah dengan angka
kasus paling tinggi, dengan 86 kematian dan sekitar 5.000 orang terinfeksi.
Kejadian fatal lainnya juga dilaporkan di Jakarta, Jawa Tengah dan Timur,
serta beberapa wilayah di Kalimantan Barat dan Selatan, Sulawesi Utara dan
Papua.

Robert Arifin, *General Manager* GlaxoSmithKline *Consumer Healthcare*Indonesia mengatakan, "GlaxoSmithKline sangat prihatin dengan fakta bahwa hanya sebagian kecil keluarga Indonesia yang mengetahui penanganan demam yang tepat pada dengue, terutama untuk anak-anak. Kami menghimbau agar orang tua lebih waspada dalam memilih obat-obatan untuk keluarga mereka. Tentu saja, apabila mereka mempunyai kekhawatiran akan demam yang diderita anaknya, atau keraguan atas obat penurun demam yang seharusnya diberikan, sebaiknya menghubungi dokter."

Khasiat dan keamanan yang sangat baik dari *parasetamol* untuk penanganan
nyeri dan demam, direkomendasikan oleh ahli kesehatan termasuk dokter anak
di seluruh dunia. 4,5,6,7) Bahkan, *parasetamol* menjadi satu-satunya obat
nyeri dan demam yang dapat digunakan secara aman pada demam dengue (8).

-- Ends --

*Tentang Glaxo Smith Kline (GSK) *

GSK merupakan salah satu perusahan farmasi dan produk kesehatan berbasis
riset yang terkemuka di dunia. GSK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
hidup manusia sehingga dapat berbuat lebih banyak, merasa lebih baik dan
hidup lebih lama.

Berkantor pusat di Inggris, dengan pusat operasi bisnis di Amerika Serikat,
GSK beroperasi di lebih dari 130 negara. Dengan dasar ilmu pengetahuan yang
kuat, GSK menemukan, mengembangkan, memproduksi dan mendistribusikan vaksin,
obat-obat yang diresepkan dan berbagai produk kesehatan konsumen.

GSK telah mengembangkan obat-obat yang diresepkan untuk mengobati enam
kategori penyakit utama - asma, *anti viral*, infeksi, kesehatan mental,
diabetes dan gangguan pencernaan. GSK juga merupakan pemimpin pasar dalam
kategori-kategori penting seperti vaksin dan terus menerus mengembangkan
inovasi terapi terkini untuk penyakit kanker.

GSK juga memasarkan beragam produk unggulan lainnya yang masuk ke dalam
kategori obat bebas seperti Panadol, produk-produk perawatan gigi seperti *
Aquafresh*, *Macleans*, dan *Sensodyne*; produk pengendali kebiasaan merokok
*Nicorette*
/*Niquitin*;
dan minuman nutrisi kesehatan.

Di Indonesia, divisi GlaxoSmithKline *Consumer Healthcare* terdaftar sebagai
PT. Sterling Products Indonesia, yang didirikan pada tahun 1971 dan saat ini
memasarkan *Panadol*, obat tetes mata *Insto*, suplemen makanan *Scott
Emulsion* dan pasta gigi *Sensodyne* untuk gigi sensitif.

*Tentang Panadol *

Panadol is one of the world's leading parasetamol based pain and fever
reliever, sells in more than 85 countries. In Indonesia, Panadol is also
available for adults and children. Panadol adults are available in variants:
Panadol Regular (blue), Panadol Extra (red), Panadol Actifast, Panadol Cold
& Flu (green) and Panadol Cold & Flu Night (green with red strip).

Panadol adalah obat penurun demam dan nyeri yang terkemuka di dunia dengan
bahan aktif parasetamol, dan dijual bebas di lebih dari 85 negara. Di
Indonesia, berbagai varian Panadol tersedia untuk pemakaian dewasa dan
anak-anak.

Panadol dewasa tersedia dalam varian:

- Panadol Regular (biru)
- Panadol Extra (merah)
- Panadol Actifast
- Panadol Cold & Flu (hijau)
- Panadol Cold & Flu Night (hijau dengan garis merah)

Panadol Anak, tersedia dalam:

- Panadol Drops – tiap 0,8ml mengandung Parasetamol 80mg untuk bayi <1
tahun
- Panadol Syrup – tiap 5ml mengandung Parasetamol 160mg untuk anak >1
tahun
- Panadol Chewable – tiap tablet mengandung Parasetamol 120mg untuk
anak >1 tahun

*Note: *

*APAP : Acetylparaaminophen ol=acetaminophen =parasetamol*

*ASA : Acetylsalicylic Acid= acetosal*

*NSAID : Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs (e.g. ibuprofen)*

*Untuk informasi, silakan hubungi:*

Indo Pacific Healthcare Communications

Mutia. A. Wisnu/ Rifka Suryandari

Tel: (62-21) 7891906
Fax: (62-21) 78832179

E-mail: mutia@indopacificpr.co.id /
rifka@indopacificpr .co.id

Atas nama:

GlaxoSmithKline Consumer Healthcare Indonesia

c/o PT Sterling Products Indonesia

Elsia Chandrawati (Head of Marketing, Analgesics/Respirat ory)

Yenny T Vedana (Brand Manager)

Tel: (62-21) 2523490 Fax: (62-21) 2523494

Email: Elsia.Chandrawati@gsk.com

yenny.t.vedana@gsk.com