Apr 12, 2007

Pakar kesehatan menyayangkan penggunaan anti-demam yang tidak tepat pada anak

*Sebuah pesan penting bagi orang tua di musim dengue *

Seiring dengan merebaknya kasus dengue di Indonesia, dibutuhkan suatu
edukasi publik seputar penyakit ini, termasuk aspek pencegahan dan
penanganannya. Sejauh ini telah diterbitkan berbagai panduan bagi konsumen
untuk pencegahan dengue. GlaxoSmithKline, sebuah perusahaan farmasi
terkemuka di dunia, hari ini menyelenggarakan lokakarya bagi media bertajuk
"Penanganan Demam Pada Dengue", yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
bahwa demam, terutama pada anak dan pada saat wabah dengue, harus ditangani
dengan penuh waspada dan hati-hati.

Dr. Handrawan Nadesul, seorang Dokter Umum dan kolumnis kesehatan,
menjelaskan, "Diperlukan suatu program komunikasi, informasi dan edukasi
yang komprehensif untuk memerangi dengue, yang mencakup aspek pencegahan,
penanggulangan dan pemulihan. Umumnya, banyak orang tua yang melakukan
pengobatan sendiri dengan memberikan anak mereka obat penurun demam yang
dijual bebas untuk meredakan demam tanpa mengetahui kandungan obat dan
indikasi kontra dari obat tersebut."

Sebuah riset independen terkini mengungkapkan bahwa, sekitar 78% konsumsi
obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia adalah produk yang
yang mengandung *asam asetilsalisilat* *(ASA)* (1) – jenis bahan aktif yang
tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak karena diduga berkaitan dengan
sindroma Reye (2). Selain itu banyak konsumen tidak menyadari bahwa baik *asam
asetilsalisilat* *(ASA) *maupun obat anti inflamasi non-steroid (NSAID)
seperti *ibuprofen, *mempunyai indikasi kontra pada demam dengue. Hal ini
dapat memperburuk terjadinya pendarahan (*haemorrhagic) * pada infeksi
dengue.(3).

Demam, terutama pada kasus dengue, sebaiknya ditangani dengan obat
anti-demam yang aman. Dr. Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. Trop Paed,
mengatakan, "Obat pilihan pertama untuk menurunkan demam pada dengue adalah
*parasetamol. * Hal ini harus diikuti dengan asupan cairan yang cukup seperti
oralit, jus buah, susu dan lainnya. *Ibuprofen* tidak dianjurkan karena
dapat menurunkan trombosit dan menyebabkan perdarahan organ dalam. Obat
yang mengandung *asam asetilsalisilat (ASA)* tidak dianjurkan karena diduga
berkaitan dengan sindroma Reye."

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah fakta bahwa kebanyakan
masyarakat datang terlambat untuk penanganan. Sehingga berisiko menderita
terhadap penyakit yang lebih parah dan karenanya menyebabkan tingkat
kematian lebih tinggi.

Menurut data yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan, dalam enam minggu
pertama tahun 2007, lebih dari 20.000 kasus dengue tercatat di Indonesia,
dengan jumlah kematian 307 kasus. Jawa Barat adalah wilayah dengan angka
kasus paling tinggi, dengan 86 kematian dan sekitar 5.000 orang terinfeksi.
Kejadian fatal lainnya juga dilaporkan di Jakarta, Jawa Tengah dan Timur,
serta beberapa wilayah di Kalimantan Barat dan Selatan, Sulawesi Utara dan
Papua.

Robert Arifin, *General Manager* GlaxoSmithKline *Consumer Healthcare*Indonesia mengatakan, "GlaxoSmithKline sangat prihatin dengan fakta bahwa hanya sebagian kecil keluarga Indonesia yang mengetahui penanganan demam yang tepat pada dengue, terutama untuk anak-anak. Kami menghimbau agar orang tua lebih waspada dalam memilih obat-obatan untuk keluarga mereka. Tentu saja, apabila mereka mempunyai kekhawatiran akan demam yang diderita anaknya, atau keraguan atas obat penurun demam yang seharusnya diberikan, sebaiknya menghubungi dokter."

Khasiat dan keamanan yang sangat baik dari *parasetamol* untuk penanganan
nyeri dan demam, direkomendasikan oleh ahli kesehatan termasuk dokter anak
di seluruh dunia. 4,5,6,7) Bahkan, *parasetamol* menjadi satu-satunya obat
nyeri dan demam yang dapat digunakan secara aman pada demam dengue (8).

-- Ends --

*Tentang Glaxo Smith Kline (GSK) *

GSK merupakan salah satu perusahan farmasi dan produk kesehatan berbasis
riset yang terkemuka di dunia. GSK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
hidup manusia sehingga dapat berbuat lebih banyak, merasa lebih baik dan
hidup lebih lama.

Berkantor pusat di Inggris, dengan pusat operasi bisnis di Amerika Serikat,
GSK beroperasi di lebih dari 130 negara. Dengan dasar ilmu pengetahuan yang
kuat, GSK menemukan, mengembangkan, memproduksi dan mendistribusikan vaksin,
obat-obat yang diresepkan dan berbagai produk kesehatan konsumen.

GSK telah mengembangkan obat-obat yang diresepkan untuk mengobati enam
kategori penyakit utama - asma, *anti viral*, infeksi, kesehatan mental,
diabetes dan gangguan pencernaan. GSK juga merupakan pemimpin pasar dalam
kategori-kategori penting seperti vaksin dan terus menerus mengembangkan
inovasi terapi terkini untuk penyakit kanker.

GSK juga memasarkan beragam produk unggulan lainnya yang masuk ke dalam
kategori obat bebas seperti Panadol, produk-produk perawatan gigi seperti *
Aquafresh*, *Macleans*, dan *Sensodyne*; produk pengendali kebiasaan merokok
*Nicorette*
/*Niquitin*;
dan minuman nutrisi kesehatan.

Di Indonesia, divisi GlaxoSmithKline *Consumer Healthcare* terdaftar sebagai
PT. Sterling Products Indonesia, yang didirikan pada tahun 1971 dan saat ini
memasarkan *Panadol*, obat tetes mata *Insto*, suplemen makanan *Scott
Emulsion* dan pasta gigi *Sensodyne* untuk gigi sensitif.

*Tentang Panadol *

Panadol is one of the world's leading parasetamol based pain and fever
reliever, sells in more than 85 countries. In Indonesia, Panadol is also
available for adults and children. Panadol adults are available in variants:
Panadol Regular (blue), Panadol Extra (red), Panadol Actifast, Panadol Cold
& Flu (green) and Panadol Cold & Flu Night (green with red strip).

Panadol adalah obat penurun demam dan nyeri yang terkemuka di dunia dengan
bahan aktif parasetamol, dan dijual bebas di lebih dari 85 negara. Di
Indonesia, berbagai varian Panadol tersedia untuk pemakaian dewasa dan
anak-anak.

Panadol dewasa tersedia dalam varian:

- Panadol Regular (biru)
- Panadol Extra (merah)
- Panadol Actifast
- Panadol Cold & Flu (hijau)
- Panadol Cold & Flu Night (hijau dengan garis merah)

Panadol Anak, tersedia dalam:

- Panadol Drops – tiap 0,8ml mengandung Parasetamol 80mg untuk bayi <1
tahun
- Panadol Syrup – tiap 5ml mengandung Parasetamol 160mg untuk anak >1
tahun
- Panadol Chewable – tiap tablet mengandung Parasetamol 120mg untuk
anak >1 tahun

*Note: *

*APAP : Acetylparaaminophen ol=acetaminophen =parasetamol*

*ASA : Acetylsalicylic Acid= acetosal*

*NSAID : Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs (e.g. ibuprofen)*

*Untuk informasi, silakan hubungi:*

Indo Pacific Healthcare Communications

Mutia. A. Wisnu/ Rifka Suryandari

Tel: (62-21) 7891906
Fax: (62-21) 78832179

E-mail: mutia@indopacificpr.co.id /
rifka@indopacificpr .co.id

Atas nama:

GlaxoSmithKline Consumer Healthcare Indonesia

c/o PT Sterling Products Indonesia

Elsia Chandrawati (Head of Marketing, Analgesics/Respirat ory)

Yenny T Vedana (Brand Manager)

Tel: (62-21) 2523490 Fax: (62-21) 2523494

Email: Elsia.Chandrawati@gsk.com

yenny.t.vedana@gsk.com

No comments: