Sep 28, 2007

[Pers] Saksikan Kongkow Bareng Gus Dur di Televisi

Salam,

Silakan saksikan "Kongkow Bareng Gus Dur" di 12 televisi di Indonesia: televisi-televisi kawasan yang menyiarkan acara "Kongkow Bareng Gus Dur" yang direkam dari Kedai Tempo, Komunitas Utan Kayu (KUK).

Acara ini disiarkan untuk bulan Ramadan, untuk informasi tayangan silakan hubungi redaksi televisi di kawasan anda.

Selama bulan Ramadan "Kongkow Bareng Gus Dur" terus mengudara di KBR68H berikut jaringan-jaringannya di Indonesia setiap hari Sabtu pukul 10.00 WIB yang disiarkan secara langsung dari Kedai Tempo. Anda bisa hadir langsung ke Kedai Tempo di Jl. Utan Kayu No 68H untuk berdialog langsung dengan Gus Dur.

Mohamad Guntur Romli
Host Kongkow Bareng Gus Dur di KBR68H

====================================
Informasi Kongkow Bareng Gus Dur di Televisi:
Ariani Djalal
arianidjalal@yahoo.com
ariani.djalal@gmail.com
Telepon 0811864504

Daftar televisi:

1. MAKASSAR TV
   
PT. MAKASSAR LINTASVISUAL CEMERLANG
    
Jl. Pengayoman Blok F-8/13, Panakkukang-Makassar 90231
    
0411-447.652
    
0411-448.740    

www.makassartv.co.id
    

 
2. BATAM TV

PT. BATAM MEDIA TELEVISI

Gedung Graha Pena Batam Lt. 9, Jl. Raya Batam Centre, BATAM
    
0778 – 465.666  
0778 – 462.378
        

3.  PUBLIK KHATULISTIWA TV - BONTANG
    
PT. KHATULISTIWA MEDIA
    
Jl. Alamanda GOR PKT, Lt.2, Komp.PC VI BONTANG 75313 - KAL TIM    

0548-23444 / 0548-109391
    
0548-23444 Ext.85
    

4.  JOGJA TV    

PT. YOGYAKARTA TUGU TELEVISI    

Jl. Wonosari KM 9, Sendang Tirto – Berbah, Sleman - YOGYAKARTA    

0274-451.800  

www.jogjatv.com


5.  BANDUNG TV
    
PT. BANDUNG MEDIA TELEVISI INDONESIA    

Jl. Sumatra No. 19, Bandung 40011 - JAWA BARAT
    
022-7078.5618/19

www.bandungtv.biogspot.com
    


6.  CAKRA TV - SEMARANG    

PT. MATARAM CAKRAWALA TELEVISI INDONESIA
    
Jl. Batur No. 15, Gajah Mungkur - SEMARANG - Jawa Tengah    

024 – 841.5221

024 - 850.4933
    
www.cakrasemarangtv.com
   

7.  KENDARI TV - SULAWESI TENGGARA    

PT. SWARA ALAM KENDARI TELEVISI    

Jalan A. Yani No. 55 Wua-Wua, Kota Kendari – Sulawesi Tenggara 93117    

0401-300.8699    

0401-391.485
    
www.kendari.tv
    

8. TARAKAN TV    

PT. TARAKAN TELEVISI MEDIA MANDIRI
Gedung Gadis Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman No. 76, Tarakan 77112 - Kalimantan Timur
0551-24578 / 35870 / 23684
0551-24578
www.tarakan-tv.com
    

9.  RATIH TV - KEBUMEN    

KOPERASI DUTA WICARA
    
Jl. Kutoarjo No. 6 Kebumen - Jawa Tengah 54312

0287-385.844 / 382.453    

0287-385.844 / 381.102
    
www.ratihtvkebumen.go.id
    

10.  AMBON TV    

PT. AMBON MEDIA ABADI

Jl Kakiali No.5 Kadewatan, Kecamatan Sirimau, Ambon - Maluku    

0911-342.242
    
0911-344.486
    
www.ambon.tv
    

11. BENGKULU TV
Jl S Parman 66 PD Jati Kota Bengkulu

0736 – 21001 0736 345505

0736 – 344359
    

12.  TV KU

Jl. Nakula I No 5-11 Semarang    

024 3568491
    

 


Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] Invitation for Media Workshop on CC for South Asian journalists


Please forward to your journalist friends. Thanks!


Dear Journalist,

The United Nations Development Programme (UNDP) in partnership with SDC (Swiss Development Cooperation) is organizing a Media Workshop to sensitise South and South East Asian journalists to the human impact of Climate Change. Journalists from the following countries are entitled to apply to attend the workshop: China, Nepal, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Bangladesh, Thailand, Indonesia, Philippines and India.


The South Asia Water & Sanitation Programme is sponsoring participants from Pakistan and Bangladesh. The Workshop will be held at the Manesar Heritage Resort, about an hour outside New Delhi, from 29-31 October 2007.

This year's UNDP Human Development Report (HDR) looks at the impact that Climate Change will have on poor and vulnerable communities. As you will be aware as a journalist who covers Climate Change, there is a renewed focus in the media throughout the world with the release of the Reports of the Inter-Governmental Panel on Climate Change (IPCC) over the past few months.  


The aim of this Media Workshop is to create a pool of well informed reporters in selected Asian countries who would be able to report on the findings of this year's HDR when UNDP launches it at the end of November 2007 – the global launch is in Brazil on 27 November 2007. We would also offer this select group of reporters early access to HDR 2007 materials, but these will strictly be subject to a publication embargo.


A concept note on the Workshop and the tentative Agenda is attached. We invite journalists to apply to attend the workshop. Kindly send a two-page CV and scanned files of at least two print articles (if they are in languages other than English, kindly send a synopsis of each, clearly citing the publication and date of publication). Journalists working on the electronic media should send a treatment/synopsis of the story/feature, also citing exact broadcast/telecast dates.


The Workshop will be conducted in English and while we welcome journalists working in local language publications/channels they should be proficient in English.


All airfares, travel within India, accommodation and meals will be covered by the organisers. UNDP and SDC are organizing two short field trips in India before the workshop, where participants will be able to learn about the human impact of Climate Change first-hand and strategies adopted to cope with the impact. Selected participants are invited to apply for either of these trips, details of which will be sent after a journalist is selected.


Please send your expression of interest to Workshop Consultant darryldmonte@gmail.com by 30 September.

We look forward to hearing from you as soon as possible.


Best regards,

Surekha Subarwal

 




 

Surekha Subarwal
Regional Communications Adviser (South Asia)
United Nations Development Programme
55, Lodhi Estate
New Delhi - 110 003, India
91-11-46532346 Direct
91-11-24627612 Fax
91- 9810153924 Mobile

www.undp.org.in

 



[Pers] Statement Final Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma

Pernyataan Sikap

 

SOLIDARITAS INDONESIA UNTUK RAKYAT BURMA

Dalam 

 Aksi Damai Mendukung Perjuangan Rakyat Burma

Melawan penindasan Junta Militer Myanmar

 

 

Aksi damai yang dimotori para bhiksu melawan junta militer Myanmar untuk menuntut pemulihan demokrasi di Burma akhirnya dihadapi dengan senjata dan tindak kekerasan. Setidaknya 9 orang tewas (1 diantaranya jurnalis) serta ratusan bahkan mungkin ribuan orang ditangkap. Tak hanya itu, junta militer Myanmar juga melakukan pemberangusan media dan isolasi komunikasi dilakukan untuk menghambat arus informasi. Pemimpin perjuangan demokrasi Aung Saan Suu Kyi juga digelandang dari rumah tahanannya ke penjara Insein. Sekali lagi, junta militer Myanmar  menumpahkan darah. Demokrasi di Burma masih harus terus diperjuangkan untuk mengakhiri penindasan junta militer Myanmar. Peta jalan demokrasi yang diharapkan menjadi solusi damai di Burma makin jauh dari kenyataan.

 

Sebagai bagian masyarakat sipil  anti kekerasan dan berjuang untuk penegakan hak asasi manusia dan demokrasi, adalah menjadi tugas kita semua untuk menegakkan dan memperjuangkannya tanpa memandang batas-batas negara. Solidaritas Indonesia Untuk Rakyat Burma, sebuah aliansi masyarakat sipil Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Burma, secara tegas mendukung perjuangan rakyat Burma yang gigih melawan penindasan junta militer Myanmar.

 

Sudah sembilan belas tahun lebih rakyat Burma berjuang melawan kekuasaan militer yang menggunakan kekerasan dan cara-cara tidak demokratis dalam merebut dan mempertahankan kuasa politiknya di Burma. Pembantaian 888 (8 Agustus 1988) dan pembatalan Pemilu demokratis yang dimenangkan kelompok sipil National League of Democracy merupakan tonggak-tonggak berdarah yang menopang rezim junta-militer Myanmar.

 

Tegaknya rezim junta militer Myanmar juga akibat dari dukungan politik dan ekonomi dari China, Rusia dan India yang selalu membela habis-habisan tindakan rezim junta militer Myanmar. Sementara itu, ketidaktegasan ASEAN dalam bersikap secara politik pada junta militer Myanmar juga menjadi modalitas kekuasaan politik rezim anti demokrasi ini.

 

Pemerintah RI hingga detik ini juga tidak pernah bersikap tegas terhadap penyelesaian politik Burma. Indonesia mengambil sikap abstain dalam pengambilan keputusan Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Burma Di tingkat ASEAN, Indonesia juga tidak berani mengambil inisiatif yang progresif untuk penyelesaian masalah Burma yang selalu menjadi persoalan pelik di ASEAN. Bahkan dalam kunjungannya ke Burma pada bulan Maret 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tegas menolak bertemu Aung San Suu Kyi yang dianggapnya sebagai "pemberontak".

 

Atas dasar hal tersebut, Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma mendesak adanya perubahan sikap politik Pemerintah Indonesia dan mulai sekarang harus bersikap pro aktif dalam penyelesaian politik Burma. Dalam posisi sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB, Indonesia harus mendorong adanya resolusi DK PBB untuk mengecam tindak kekerasan junta militer Myanmar dan segera mengirim Special Envoy untuk investigasi kekerasan tersebut. Dalam posisinya sebagai anggota Dewan HAM PBB, Indonesia juga harus mendukung segala inisiatif untuk penyelesaian masalah Burma dalam koridor demokrasi dan hak asasi manusia. Di tingkat ASEAN, Indonesia juga harus berani menjadi pionir untuk mengeluarkan junta militer Myanmar dari keanggotaan ASEAN hingga ada penyelesaian politik yang demokratis di Burma.

 

Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma juga mengecam dukungan membabi-buta dari China , Rusia dan India terhadap rezim junta militer Myanmar, dimana mereka membatalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dimaksudkan untuk mendorong demokrasi di negeri itu pada awal tahun 2007. China, Rusia dan India harus menghentikan dukungannya terhadap junta militer Myanmar.

 

Dan akhirnya, Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma mengutuk tindak kekerasan, pembunuhan, pengekangan hak-hak sipil politik, pemberangusan   pers, pembunuhan jurnalis dan bentuk-bentuk lain pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan rezim junta militer Myanmar terhadap aksi-aksi para bhiksu bersama rakyat Burma yang menuntut pemulihan demokrasi di Burma. Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma menuntut pembebasan tanpa syarat Aung San Suu Kyi dan ribuan tahanan politik Burma lainnya. Tindak kekerasan dan pembunuhan harus segera diakhiri. Rezim junta militer Myanmar mengakhiri kekuasaannya dan mengakui hasil Pemilu Demokratis 1990 sebagai syarat mutlak pemulihan demokrasi di Burma.

 

 

Jakarta, 28 September 2007

 

 

Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma

 

ANBTI, INFID, Institut Ungu, KMSUB/Solidamor, DPP PKB, GHURE,
HIKMAHBUDHI, SHMI, MADIA, Papernas, LMND, Demos, UPC, Repdem, Migrant CARE, PIJAR, LBH Jakarta, Arus Pelangi, PBHI Jakarta, Sarekat Hijau
Indonesia, Manusia (Masyarakat Anti Nuklir Indonesia), TIM, YPSEA
Indonesia, GMKI, Tranparency International - Indonesia, Gerakan Mahasiswa
Sosialis, Solidaritas Perempuan, KAPAL Perempuan, YSIK, Praxis, KONTRAS, HRWG, Federeasi Kontras, SIKAP Institute, CePAD, Yayasan Duta Awam, CIMW, PBJ, PMK-HKBP, Institut Perempuan, ALHA-RAKA, PPOTODA FH UNBRAW, KMP-KWI, HAPSARI Sumut, IGJ, Wahid Institute, Sekitarkita, LkiS Yogyakarta, SARI Solo, PKWJ UI, Institute Ecosoc Rights, Perhimpunan Solidaritas Buruh Yogyakarta, SBMI Jatim, Koalisi Perempuan Indonesia, KBRD, Tifa Foundation, ILRC, MDI, IDSPS, LIMA, GANDI, APKP, Pergerakan Indonesia, Forum LSM Yogya, Asian Migrant Centre, Indonesian Migrant Workers Union, KOTKIHO, Seknas ASPPUK, LBH Surabaya, Serikat Tani Nasional, PRM

 

Individu: Sandra Moniaga, Genie Achnas, Dewi Novirianti, Rulita, Damairia, Jacobus Mayongpadang

 

 

 

Wahyu Susilo
Head of  Advocacy and Networking Division
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
Jl. Mampang Prapatan XI/23
Jakarta 12790
Phone: 62-21-79196721/22
Fax: 62-21-7941577
e-mail: wahyu@infid.org
website: www.infid.org, www.infid.be
 
 
__._,_.___


SPONSORED LINKS
Business finances Business finance online Business finance training
Business finance course Business finance schools

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tanggapan Dewan Kesenian Jakarta tentang acara pembukaan Utan Kayu International Literary Biennale 2007

Dengan hormat,
Berikut saya kirimkan Siaran Pers dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai tanggapan terhadap tulisan-tulisan tentang acara pembukaan Utan Kayu International Literary Biennale 2007 di Teater Studio Taman Ismail Marzuki (TIM).
Semoga Siaran Pers ini dapat meluruskan isu-isu miring yang beredar.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Salam,
Radityo Djadjoeri
------------------------------------------------------------
Siaran Pers
untuk diberitakan
Tanggapan tentang Pembukaan UKILB 2007
Tanggapan terhadap tulisan-tulisan tentang:
Acara pembukaan Utan Kayu International Literary Biennale 2007,
tgl 23 Agustus 2007 di Teater Studio, Taman Ismail Marzuki

Sehubungan dengan beredarnya informasi yang tidak tepat di kalangan dunia sastra akhir-akhir ini, izinkanlah kami memberikan beberapa keterangan.

Informasi tidak tepat ini terkandung di dalam tulisan Saudara Chavchay Syaifullah di dalam harian Media Indonesia edisi 26 Agustus 2007 dan pengantar editornya pada edisi 2 September 2007—keduanya pada halaman XII—dan di dalam tulisan-tulisan Saudara Saut Situmorang dalam mailing-list publikseni@yahoogroups.com selama dua minggu yang
lalu.

Sebagaimana dapat diamati sebagai sesuatu yang biasa, terdapat perbedaan dan argumentasi pendapat di antara berbagai komunitas sastra. Tetapi sayangnya dalam argumentasi tersebut telah digunakan beberapa informasi yang salah. Perdebatan yang didasarkan pada informasi yang salah pada akhirnya dapat mencemari dan merugikan dunia kesenian secara keseluruhan, termasuk membingungkan masyarkat luas.
Kami merasa perlu mengimbau masyarakat luas, komunitas sastra dan seniman pada
khususnya, untuk tidak terlibat dalam perdebatan berdasarkan informasi yang salah, dan kami anjurkan untuk memeriksa dulu semua informasi yang diperoleh kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

Kepada saudara-saudara wartawan dan redaksi media massa , kami juga mengimbau untuk menerapkan dengan sungguh-sungguh salah satu prinsip utama jurnalisme, ialah melakukan konfirmasi informasi kepada semua pihak yang bersangkutan, dan meliput pandangan semua pihak tersebut.

Berikut ini adalah informasi yang sudah kami periksa ketepatannya menyangkut beberapa hal yang telah beredar sampai hari ini. Semua ini disampaikan dengan penuh rasa tanggung jawab dan semuanya dapat dengan mudah diperiksa kebenarannya.

Apakah benar ada yang mabuk sesudah acara pembukaan Utan Kayu International Literary Biennale 2007, tgl 23 Agustus 2007 di Teater Studio, Taman Ismail Marzuki?
Tidak benar. Bir disediakan secara sangat terbatas pada malam pembukaan. Lagipula gerai bir sudah ditutup lebih dari satu jam sebelum acara selesai. Jadi ketika acara selesai tidak ada lagi bir yang dapat diminum. Jadi tidak mungkin ada yang mabuk.
Berita bahwa ada yang mabuk telah ditulis secara tidak bertanggung jawab oleh wartawan Chavcay di harian Media Indonesia. Sangat disayangkan bahwa sebuah media massa , yang seharusnya melaporkan fakta, telah mencetak informasi yang salah, tidak ada dalam
kenyataan.
Kami percaya ini bukan kebijakan resmi Media Indonesia, dan karena itu kami mengimbaunya agar mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk perbaikan internalnya.
Apakah benar ada tamu yang diusir dan menangis pada malam itu?
Tidak ada kebijakan untuk mengusir orang. Yang benar adalah insiden karena inisiatif berlebihan dari petugas keamanan. Sdr. Geger Prahara, yang diberitakan "diusir" dan "menangis" di TIM oleh wartawan Chavcay di harian Media Indonesia, sedang mengisi
buku tamu ketika didekati oleh seorang petugas satpam yang berkata, "Maaf, ini acara khusus…" Ini ditafsirkan sebagai mengusir. Nur Zen Hae, ketua komite sastra yang berada di dekat tempat itu kemudian mendekati dan menegaskan bahwa ini acara terbuka, dan Sdr. Geger Prahara dipersilakan masuk dan makan malam. Tetapi karena terlanjur tersinggung, dia memutuskan keluar. Di jalan dia bertemu dengan wartawan Chavcay dan mengatakan bahwa dia "diusir". Wartawan inilah yang kemudian melaporkan bahwa dia "diusir" dan "menangis".
Sdr. Geger Prahara telah membantah bahwa ia menangis. Berita tersebut sepenuhnya karangan Saudara Chavcay, yang juga sama sekali tidak memeriksa kepada panitia biennale tentang kejadian sebenarnya yang disebut "mengusir" itu.
Mengapa DKJ mendukung Utan Kayu International Literary Biennale 2007?
Sastra, sastrawan, seni dan seniman terang memerlukan ruang dan giliran untuk tampil secara ajek berulang, baik untuk bertemu khalayak maupun untuk sekadar bertukar sapa di antara sesama, atau bahkan untuk bersaing secara senang dan tenang. Karena itu suatu biennale, atau bentuk-bentuk lain seperti festival yang berkelanjutan jelas, tegas diperlukan.
Dewan Kesenian Jakarta berkewajiban mendukung kehadiran lembaga dan peristiwa demikian. Sebagai sebuah dewan kesenian dari sebuah ibukota negara, DKJ juga berkepentingan mendorong peristiwa yang bercakupan internasional di ibukota Jakarta ini. Karena itu kami menyambut baik ajakan kerjasama dari Yayasan Utan Kayu untuk
menggarap Biennale ini. Ini sesuai dengan kebijakan DKJ untuk bekerjasama dengan sebanyak mungkin organisasi di luar dirinya sendiri, sehingga kesenian dapat tumbuh dan menyebar kokoh dengan akar rhizoma.
Kami mendukung kegiatan yang meningkatkan pertukaran budaya dan seni seluas-luasnya, melintas batas dan aliran. Lebih dari itu, kami senang bekerja dengan organisasi mana pun yang proaktif dan memiliki visi yang sama dengan kami dalam menyiapkan peristiwa dan kelembagaan kesenian yang berkelanjutan. (Kutipan dari sambutan Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta pada pembukaan Utan Kayu International Literary Biennale 2007 pada tanggal 23 Agustus 2007).
Dana dari DKJ untuk kegiatan tersebut hanya digunakan untuk membiayai peserta dari Indonesia , untuk perjalanan dari dan ke Jakarta, dan untuk biaya akomodasi selama di Jakarta.
Apakah DKJ sengaja tidak mendukung acara Ulang Tahun Sutarji Calzoum Bachri bulan Juli 2007 karena "tidak menyukainya"?
Tidak benar. DKJ tidak memiliki kesempatan menilai apakah acara itu layak atau tidak untuk didukung, karena sama sekali tidak pernah dihubungi atau diberitahu dan tidak pernah menerima proposal atau permintaan dukungandari panitia penyelenggaranya.
DKJ tidak memiliki sikap menyukai atau tidak menyukai berbagai bentuk dan tokoh kesenian. DKJ memilih mendukung kegiatan tertentu berdasarkan kesesuaiannya dengan visi dan program yang dirumuskan setiap tahun.
Untuk setiap tahun berikutnya, program disusun dalam bulan Juli-Agustus. Khusus untuk tahun 2009, program akan disusun dalam bulan Maret-Juli 2008. Saran dan usulan pada bulan-bulan ini akan diterima dengan senang hati, meskipun tentu saja harus disadari
bahwa tidak semua usulan akan serta merta mewujud menjadi program.
Mengapa DKJ menolak memberi bantuan pada permintaan-permintaan mendadak antara bulan Januari-Juli 2007, termasuk misalnya permintan dari Sdr. Sihar Simatupang pada bulan April 2007?
Pada masa Januari-Juli 2007 DKJ sama sekali tidak punya dana, tersebab terlambatnya pencairan dana dari Pemprov DKI. Pada masa itu para anggota DKJ tidak menerima honor apapun. Hanya 17 karyawan DKJ yang tetap menerima gaji. Para anggota Pengurus Harian bahkan harus meminjamkan (tanpa bunga) uang pribadinya untuk membayar gaji 17
karyawan.
Pada dasarnya DKJ tidak dapat menggunakan dana dari Pemprov DKI sebagai pemberian bantuan mendadak, terutama dengan berlakunya Permendagri 13/2006. Penggunaan dana Pemprov DKI didasarkan pada rencana anggaran/kegiatan /program berdasarkan siklus 3 bulanan (kuartal). Karena itu secara umum DKJ tidak memiliki kebijakan memberikan bantuan insidental yang dimintakan mendadak kepada seniman.
Sebagai gantinya, kami sedang melembagakan dukungan produksi kepada (kelompok) seniman yang berprakarsa (selain yang bersifat terprogram oleh DKJ sendiri) menjadi terjadwal dan berkompetisi, melalui program "rangsangan penciptaan" yang didasarkan pada pengajuan proposal.

(informasi selengkapnya lihat di: www.dkj.or.id).
Apakah benar Komite Sastra DKJ, memiliki hubungan berlebihan dan khusus dengan Komunitas Utan Kayu melalui anggota-anggotanya?
Tidak benar. Komite Sastra terdiri dari Sdr. Nur Zen Hae (ketua), Nukila Amal dan Ayu Utami, yang sebagai anggota juga merangkap sebagai sekretaris komite secara bergantian.
Sdr. Ayu Utami memang pernah menjadi anggota pengurus Komunitas Utan Kayu. Tetapi ketika dicalonkan sebagai anggota DKJ dia sudah keluar dari KUK, dan memang itu menjadi syaratnya.
Melalui karya-karyanya, ketiga anggota Komite Sastra tersebut jelas sekali memiliki watak, pemikiran, gaya, dan bahan-bahan perhatiannya masing-masing yang sangat berbeda satu sama lainnya. Kebijakan umum DKJ, dan program-programnya ditetapkan melalui pembahasan bertingkat mulai dari rapat komite sampai akhirnya disetujui oleh rapat pleno DKJ. Program DKJ di bidang sastra juga jelas sama sekali tidak didominasi oleh komunitas atau aliran mana pun. (lihat program DKJ di www.dkj.or.id). DKJ berupaya memperhatikan sebanyak mungkin komunitas dan aliran, meskipun tetap ada keterbatasan karena sedikitnya sumber daya.
Sejauh pengetahuan kami, semua calon anggota DKJ yang sekarang telah dipilih melalui usulan terbuka yang diundang melalui media massa . Sebuah tim seleksi yang dipimpin oleh Sdr. Putu Wijaya kemudian memilih 30 calon yang memenuhi syarat dan mengajukannya kepada Akademi Jakarta . Tiap-tiap orang dari 30 calon itu kemudian diwawancarai secara individual oleh rapat pleno Akademi Jakarta, yang kemudian
memilih 25 anggota DKJ. Dua anggota lain dipilih oleh Gubernur Provinsi DKI, yaitu ex-officio Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, dan Saudara Syaiful Amri.
Demikianlah kami berharap dengan penjelasan ini kita dapat melihat keadaan dengan lebih terang dan tenang. Kami berharap informasi di atas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan niat baik.
----------------------------------------------
Sekilas tentang Dewan Kesenian Jakarta

Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) adalah salah satu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat seniman dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 17 Juni 1969. Tugas dan fungsi DKJ adalah sebagai mitra kerja Gubernur Kepala Daerah Propinsi DKI Jakarta
untuk merumuskan kebijakan guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Propinsi DKI Jakarta.
Pada awalnya, anggota pengurus Dewan Kesenian Jakarta diangkat oleh Akademi
Jakarta, yaitu para budayawan dan cendikiawan dari seluruh Indonesia . Kini dengan berjalannya waktu, pemilihan anggota DKJ dilakukan secara terbuka, melalui pembentukan tim pemilihan yang terdiri dari beberapa ahli dan pengamat seni, selain anggota Akademi Jakarta sendiri. Nama-nama calon diajukan dari berbagai kalangan masyarakat maupun
kelompok seni. Masa kepengurusan DKJ adalah 3 tahun. Kebijakan pengembangan kesenian tercermin dalam bentuk program tahunan yang diajukan dengan menitikberatkan pada skala prioritas masing-masing komite. Anggota DKJ berjumlah 25 orang, terdiri dari
para seniman, budayawan, dan pemikir seni, yang terbagi dalam 6 komite: Komite Film, Komite Musik, Komite Sastra, Komite Seni Rupa, Komite Tari dan Komite Teater.
********

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Kiki Soewarso
Bagian Hubungan Masyarakat
Dewan Kesenian Jakarta
Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya 73
Jakarta 10330
Tel. 021-31937639, 021-3162780,
Fax. 021-31924616
E-mail: kikisoewarso@yahoo.com
Website: http://www.dkj.or.id
Link:

Sep 27, 2007

[Pers] Undangan Bergabung Dalam Aksi Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma, Jum'at 28 Sept 2007 Jam 13.00 WIB

 
Kawan-kawan, tadi sore jam 15.00 WIB sejumlah elemen masyarakat sipil Indonesia bertemu untuk membicarakan rencana aksi solidaritas terhadap rakyat Burma yang sedang direpresi oleh junta militer Myanmar.
 
Disepakati kita melakukan aksi damai di depan Kedutaan besar Myanmar di Jl. Agus Salim Menteng Jakarta Pusat (belakang hotel Nikko) pada hari Jum'at 28 September 2007 dan dimulai pada 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan rally ke Bunderan HI Jakarta.
 
Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergabung dan bersolidaritas dalam aksi tersebut. Diharapkan para peserta aksi mengenakan baju/kaos merah (sebagai dukungan terhadap keberanian rakyat Burma melawan junta militer) dan sarung.
 
Bagi kawan-kawan yang nama organisasinya ingin dicantumkan silahkan reply e-mail ini atau e-mail ke wahyu@infid.org untuk dicantumkan dalam statement..
 
 
 
Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma
(ANBTI, INFID, Institut Ungu, KMSUB/Solidamor, DPP PKB, GHURE, HIKMAHBUDHI, SHMI, MADIA, Papernas, LMND, Demos, UPC, Repdem, Migrant CARE, PIJAR, LBH Jakarta, Arus Pelangi, PBHI Jakarta, Sarekat Hijau Indonesia, Manusia (Masyarakat Anti Nuklir Indonesia, TIM, YPSEA Indonesia, GMKI, Tranparency International - Indonesia, Gerakan Mahasiswa Sosialis
 
salam,
 
Wahyu Susilo
Head of  Advocacy and Networking Division
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
Jl. Mampang Prapatan XI/23
Jakarta 12790
Phone: 62-21-79196721/22
Fax: 62-21-7941577
e-mail: wahyu@infid.org
website: www.infid.org, www.infid.be
 
 
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] [UNDANGAN LIPUTAN ] Buka puasa dan Penyerahan hadiah pemenang Garuda Photo dan Junior Holiday Competition 2007

Rekan-rekan Jurnalis,
GARUDA INDONESIA
Mengundang rekan-rekan untuk hadir pada acara
Buka puasa bersama dan Penyerahan hadiah untuk para pemenang
 Garuda Photo Competition 2007
dan
Junior Holiday Competition 2007
Diselenggarakan pada:
Rabu, 3 Oktober 2007
Pukul 17.00 - selesai
Senayan City, GF. G-06
Jl. Asia Afrika - Jakarta Selatan
Hiburan :                                                           Dihadiri Juri kehormatan :
n Bina Vokalia                                                  n Kak Seto
n Nasyid                                                           n Arbain Rambey & Goenadi Haryanto
 
 
 
 
RSVP : Bagus, Trias, Nadhya 7918 7008 atau email : bagus@indomultimedia.co.id
Undangan berlaku untuk 2 orang







Salam,
~Vie
http://virgina.multiply.com
http://blog.360.yahoo.com/virghien
http://kksmelati.multiply.com


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] Undangan Diskusi Publik: “Penyadapan Telepon Wartawan” kerjasama KBR68H dengan Majalah Tempo dan Koran Tempo

Kepada Yth:
Koordinator Liputan Media Cetak/Elektronik

Perihal : Undangan Diskusi Publik



Dengan hormat,
KBR68H dengan Koran Tempo dan Majalah Tempo mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam acara Diskusi Publik:

"Penyadapan Telepon Wartawan"



Narasumber:

  • Metta Dharmasaputra, Wartawan Tempo

  • Heru Hendratmoko, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Jakarta



TEMPAT DAN WAKTU
Kedai Tempo Komunitas Utan Kayu
Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta Timur
Jum'at, 28 September 2007, Pukul 13.06 – 14.30 WIB




Diskusi terbuka untuk umum. Keterangan lebih lanjut, Paul: tel. 8513386




Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] Ulurkan Tangan Untuk Sebuah Harapan


 

Ulurkan Tangan Untuk Sebuah Harapan

Oleh: Vie
 
Wajah kanannya yang bengkak menutupi seluruh wajahnya terlihat mulai mengganggu penglihatannya, terbayang begitu berat penderitaan yang harus dilaluinya. Sebuah lubang kecil di tenggorokan adalah satu-satunya alat untuk bernafas dan menyalurkan makanan, adakah yang bisa kita perbuat untuk membantunya?
 
Herianto, 30, sebelumnya penah bekerja di salah satu perusahaan keramik  di Jakarta, namun akhirnya dikeluarkan karena sering tidak masuk kerja. Sudah 3 bulan terakhir ini, secara intensif Herianto berobat di rumah sakit Dharmais Jakarta, namun belum banyak perubahan yang berarti didapatnya bahkan sebaliknya kondisi badannya semakin lemah karena penyakit yang dideritanya.
 
Kondisi tersebutlah yang membuat  para dokter yang menanganinya di rumah sakit tak dapat berbuat banyak bahkan untuk sebuah  kemoterapi. Penyakit yang bermula dari sakit gigi biasa ternyata setelah di diagnosa dokter menunjukkan bahwa Herianto mengidap penyakit kanker pada mulut / gusi stadium III.
 
Berbagai upaya telah dilakukan keluarga untuk pengobatannya dan saat ini salah satu masalah utama adalah keterbatasan dana dan biaya pengobatan yang tinggi. Teman dan sahabat dari Herianto berupaya untuk menggalang dana guna mencari dan mendapatkan kesembuhan, agar suatu hari kelak Herianto dapat kembali beraktivitas seperti sediakala, menjadi ayah yang mengajak bermain putri kecilnya yang baru berusia 2 tahun. Putri yang sedang membutuhkan kasih sayang orangtua terutama ayahnya, Maukah Anda membantu mereka? Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi keluarga Herianto, untuk sebuah harapan…[v]
 
 
Informasi lebih lanjut :
 
Keluarga Herianto
Jl. Jembatan II
Gg. Padamulya VIII no. 39
Rt. 001/09 Jakarta   Barat 11330
Pina HP. 08.9999.82264  
Puput HP 0818.0700.6340
Lily  021-70004717
 
Saat ini Herianto berada di RS Dharmais Jakarta, Lt. 8 R804.
 
Sumbangan dapat di transfer melalui : 
 
Bank Central Asia (BCA)
Cabang Pluit
Account no : 168. 1757. 983
a/n.     : OEY PINAWATI




Salam,
~Vie
http://virgina.multiply.com
http://blog.360.yahoo.com/virghien
http://kksmelati.multiply.com


Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sep 26, 2007

[Pers] Undangan Konferensi Pers: Untuk Munir

Kepada Yth:
Koordinator Liputan Media Cetak/Elektronik

Perihal : Undangan Konferensi Pers



Dengan hormat,
KBR68H dan FM 89,2 Utankayu mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam acara:

KONFERENSI PERS "UNTUK MUNIR":
"Lomba Cipta Lagu untuk Munir"



Narasumber:

Jockie Suryoprayogo
Musikus, Juri Lomba

Usman Hamid
Koordinator Kontras, Juri Lomba



TEMPAT DAN WAKTU
Kedai Tempo Komunitas Utan Kayu
Jl. Utan Kayu No. 68H Jakarta Timur
Kamis, 27 September 2007, Pukul 14.06 – 15.00 WIB



Diskusi terbuka untuk umum. Keterangan lebih lanjut, Eko: tel. 8513386




Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sep 25, 2007

[Pers] Diskusi Novel Snow Karya Orhan Pamuk

Salam

Silahkan hadir dalam Diskusi Ramadan Perpustakaan Freedom II
Tentang novel Snow karya Orhan Pamuk, Novelist asal Turki yang mendapat
penghargaan Nobel Sastra tahun 2006. Novel ini menceritakan tentang
benturan identitas, keyakinan antara Islam dan Barat. Dengan setting sosio politik negara Turki yang sekuler dengan mayoritas Islam, dialog,
perdebatan dan gugatan tentang tema Islam yang ditulis novel ini sangat
menantang.

Karya ini akan diulas oleh Ayu Utami (sastrawan, penulis novel Saman)
dan Ihsan Ali Fauzi (Direktur Program Yayasan Paramadina).

Hari : Rabu, 26 September 2007
Jam : 18.00 (didahului buka puasa)
Tempat: Freedom Institute
Jalan Irian No. 8 Menteng Jakarta
Telpon 31909226

Untuk bahan diskusi silakan download di

http://www.freedom-institute.org/id/index.php?page=index&id=296
=========================================================
http://caping.wordpress.com/?s=pamuk&searchbutton=go%21
Pamuk
Ketika Orhan belum berumur 10 tahun, ia membayangkan Tuhan sebagai seorang perempuan tua bertudung putih.
"Tiap kali bayangan itu muncul di depanku, aku rasakan kehadiran yang kuat, luhur dan sublim, tapi anehnya aku tak takut-takut amat," tutur Orhan Pamuk dalam Istanbul (versi Inggrisnya terbit pada tahun 2005). "Seingatku, aku tak pernah meminta tolong Dia dan petunjuk-Nya. Aku sadar Ia tak pernah tertarik kepada orang macam diriku. Ia hanya peduli kepada mereka yang miskin."
Hidup novelis Turki ini memang jauh dari mereka yang miskin. Sampai sekarang, dalam usia 54, ia tinggal di lantai ke-4 bangunan lima tingkat yang dulu seluruhnya ditempati keluarga besar Pamuk dan diatur seorang nenek gemuk dari tempat tidur. Dari jendela kamar itu akan tampak Masjid Hagia Sophia, Laut Marmara, Selat Bosphorus, Istana Topkapi—hiasan termasyhur tamasya Istanbul.
Si kaya yang aman yang tak menganggap penting Tuhan—itulah yang tergambar dari kenangan Pamuk tentang hidupnya di kota tua yang melankolis itu. Malah mungkin ada sikap yang lebih radikal, jika novel Beyaz Kale (versi Inggris: The White Castle) kita anggap mengandung anasir otobiografis si pengarang. Kakek si Faruk, sejarawan pemabuk dalam novel ini, tak percaya kepada Tuhan tapi kepada Pencerahan Eropa. Ia ingin membawa rasionalisme ke Turki dan menulis 48 jilid ensiklopedia. Kakek Si Orhan sendiri gemar menyanyikan "lagu-lagu atheis".
Orhan sadar, cinta Tuhan menjangkau siapa saja di rumah itu. Tapi ia juga tahu: "orang macam kami cukup beruntung tak membutuhkannya". Bagi si kecil ini, Tuhan ada buat menolong mereka yang kesakitan, menawarkan rasa senang kepada mereka yang tak punya uang untuk mendidik anak, membantu para pengemis yang tak henti-hentinya menyebut nama-Nya.
Kesalehan dan kemiskinan, kelas atas dan kemungkaran—pola ini, yang dalam variasi berbeda juga pernah tampak di Indonesia, (dengan lapisan aristokrat yang dekat dengan Belanda dan orang kebanyakan yang mendapatkan kekuatan dari Islam)—dihadirkan Pamuk dengan sedikit sayu, sedikit cemooh, tapi penuh empati.
Dalam Istanbul ada Esma Hanim, misalnya, si batur yang tiap waktu senggang akan cepat-cepat ke biliknya untuk menggelar sajadah dan bersembahyang. "Tiap kali ia merasa bahagia, sedih, takut, atau marah, ia akan teringat Tuhan," tulis Pamuk tentang pelayan pada masa kecilnya itu. "Tiap kali ia membuka atau menutup pintu…, ia akan menyebut nama-Nya dan kemudian membisikkan beberapa kata lain, lirih-lirih."
Umumnya keluarga Pamuk—yang tak pernah berpuasa pada bulan Ramadan tapi menyiapkan berbuka dengan gairah—menerima sikap itu dengan nyaman. "Bahkan bisa dikatakan, kami merasa lega orang-orang miskin itu bergantung pada… kekuatan lain yang membantu mereka menanggungkan beban."
Tentu saja ada rasa waswas, "kalau-kalau orang miskin itu bisa menggunakan hubungan khusus mereka dengan Tuhan untuk menghadapi kami".
"Hubungan khusus" itulah yang memang kemudian dipakai mereka yang melarat dalam Kar, (versi Inggrisnya, Snow, terbit pada tahun 2005), novel tentang seorang penyair yang datang ke sebuah kota miskin di perbatasan. Di kota itu mereka yang merasa terhina oleh dunia modern, oleh "Eropa", memperkuat diri dalam "Islam" dan dengan amarah. Tapi bagaimana akhirnya tak jelas. Mereka tak hanya dituduh anti-Turki, tapi juga anti-masa depan—masa depan yang digariskan Kemal Attaturk: Turki yang "modern" dan "sekuler".
Dalam arti tertentu, karya Pamuk adalah gema Turki dan benturan "sekuler-dan-Islam"-nya—mirip dengan yang di Indonesia berbentuk pergulatan "Timur-Barat". Tapi novel-novel Pamuk jauh lebih dalam dan lebih tak terduga-duga ketimbang karya para penulis dari jenis yang di sini diwakili Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Layar Terkembang—yang sejak tahun 1920-an tak putus dirundung ketegangan orang "Timur" yang harus memilih, atau menampik, yang "modern".
Pamuk merasakan ketegangan macam itu, tapi ia sen-diri tak ikut tegang. Ia pernah mengatakan, di dunia tak ada orang yang menganggap diri sepenuhnya "Timur". Ketika ia ditanya apa artinya itu, Pamuk menjawab: "Saya tak tahu. Biarlah saya nikmati dulu yang puitik dari keadaan itu—keanehannya. Mari kita tak usah memahaminya."
Yang puitik, yang "aneh", yang tak harus 100 persen dipahami, memang hadir dalam prosa Pamuk yang bisa halus, bisa kocak, bisa cemerlang, dan bisa mengejutkan itu.
Dalam Benim Adm Krmz (My Name is Red), pelbagai karakter bicara dalam sebuah cerita pembunuhan pada abad ke-16—termasuk si korban ("Aku sebuah mayat"), si pembunuh yang tak bernama, dan seekor anjing. Dan dari gaya yang mula-mula realistis kita langsung masuk ke kisah si Hitam yang melakukan apa saja dalam waktu sepekan: menyeberangi Bosphorus, cerai lewat pengadilan, kawin secara meriah, memandikan mayat, dan potong rambut….
Atau dalam The White Castle: sosok si Hoja persis sama dengan seorang Italia yang ditangkap dan dipekerjakan di Kesultanan Turki. Bahkan akhirnya Hoja jadi si Italia, pulang ke Venezia dan si Italia jadi Hoja. Seperti Galip yang akhirnya jadi Jelal dalam Kara Kitap (The Black Book), "watak" tokoh dalam novel Pamuk seakan-akan tak ada, selalu dalam proses, dan narasi bergerak ke tujuan yang tak begitu jelas.
Pamuk memang membedakan diri dari banyak pengarang di Dunia Ketiga, pengarang "realis yang datar" yang "merasa sastra harus melayani moralitas atau politik". Ia menampik sastra macam yang di Indonesia dianjurkan Pramoedya Ananta Toer: "Saya tak pernah menginginkan model realisme sosialis Steinbeck dan Gorky".
Ia, pemenang Nobel 2006 buat kesusastraan, memang suara dari dan bagi zaman yang tahu diri: tiap ikhtiar manusia untuk mengubah dunia dengan sastra (salah satu bentuk iradah modernitas) akhirnya gagal—seperti meriam dalam Beyaz Kale yang dibawa pasukan Turki untuk merebut kastil putih Polandia. Senjata modern itu terbenam dalam lumpur.

Goenawan Mohamad
~ Edisi. 35/XXXV/18 - 24 Oktober 2006 ~


Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Sep 22, 2007

[Pers] "We want to invest $30,000 in your Solid Future Income (SFI) business!", 9/23/2007, 12:00 am

Reminder from:   siaran-pers Yahoo! Group
 
Title:   "We want to invest $30,000 in your Solid Future Income (SFI) business!"
 
Date:   Sunday September 23, 2007
Time:   All Day
Repeats:   This event repeats every day.
Location:   https://www.moreinfo247.com/9815361/free
 
Copyright © 2007  Yahoo! Inc. All Rights Reserved | Terms of Service | Privacy Policy
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___