Sep 28, 2007

[Pers] Statement Final Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma

Pernyataan Sikap

 

SOLIDARITAS INDONESIA UNTUK RAKYAT BURMA

Dalam 

 Aksi Damai Mendukung Perjuangan Rakyat Burma

Melawan penindasan Junta Militer Myanmar

 

 

Aksi damai yang dimotori para bhiksu melawan junta militer Myanmar untuk menuntut pemulihan demokrasi di Burma akhirnya dihadapi dengan senjata dan tindak kekerasan. Setidaknya 9 orang tewas (1 diantaranya jurnalis) serta ratusan bahkan mungkin ribuan orang ditangkap. Tak hanya itu, junta militer Myanmar juga melakukan pemberangusan media dan isolasi komunikasi dilakukan untuk menghambat arus informasi. Pemimpin perjuangan demokrasi Aung Saan Suu Kyi juga digelandang dari rumah tahanannya ke penjara Insein. Sekali lagi, junta militer Myanmar  menumpahkan darah. Demokrasi di Burma masih harus terus diperjuangkan untuk mengakhiri penindasan junta militer Myanmar. Peta jalan demokrasi yang diharapkan menjadi solusi damai di Burma makin jauh dari kenyataan.

 

Sebagai bagian masyarakat sipil  anti kekerasan dan berjuang untuk penegakan hak asasi manusia dan demokrasi, adalah menjadi tugas kita semua untuk menegakkan dan memperjuangkannya tanpa memandang batas-batas negara. Solidaritas Indonesia Untuk Rakyat Burma, sebuah aliansi masyarakat sipil Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Burma, secara tegas mendukung perjuangan rakyat Burma yang gigih melawan penindasan junta militer Myanmar.

 

Sudah sembilan belas tahun lebih rakyat Burma berjuang melawan kekuasaan militer yang menggunakan kekerasan dan cara-cara tidak demokratis dalam merebut dan mempertahankan kuasa politiknya di Burma. Pembantaian 888 (8 Agustus 1988) dan pembatalan Pemilu demokratis yang dimenangkan kelompok sipil National League of Democracy merupakan tonggak-tonggak berdarah yang menopang rezim junta-militer Myanmar.

 

Tegaknya rezim junta militer Myanmar juga akibat dari dukungan politik dan ekonomi dari China, Rusia dan India yang selalu membela habis-habisan tindakan rezim junta militer Myanmar. Sementara itu, ketidaktegasan ASEAN dalam bersikap secara politik pada junta militer Myanmar juga menjadi modalitas kekuasaan politik rezim anti demokrasi ini.

 

Pemerintah RI hingga detik ini juga tidak pernah bersikap tegas terhadap penyelesaian politik Burma. Indonesia mengambil sikap abstain dalam pengambilan keputusan Resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Burma Di tingkat ASEAN, Indonesia juga tidak berani mengambil inisiatif yang progresif untuk penyelesaian masalah Burma yang selalu menjadi persoalan pelik di ASEAN. Bahkan dalam kunjungannya ke Burma pada bulan Maret 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tegas menolak bertemu Aung San Suu Kyi yang dianggapnya sebagai "pemberontak".

 

Atas dasar hal tersebut, Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma mendesak adanya perubahan sikap politik Pemerintah Indonesia dan mulai sekarang harus bersikap pro aktif dalam penyelesaian politik Burma. Dalam posisi sebagai Ketua Dewan Keamanan PBB, Indonesia harus mendorong adanya resolusi DK PBB untuk mengecam tindak kekerasan junta militer Myanmar dan segera mengirim Special Envoy untuk investigasi kekerasan tersebut. Dalam posisinya sebagai anggota Dewan HAM PBB, Indonesia juga harus mendukung segala inisiatif untuk penyelesaian masalah Burma dalam koridor demokrasi dan hak asasi manusia. Di tingkat ASEAN, Indonesia juga harus berani menjadi pionir untuk mengeluarkan junta militer Myanmar dari keanggotaan ASEAN hingga ada penyelesaian politik yang demokratis di Burma.

 

Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma juga mengecam dukungan membabi-buta dari China , Rusia dan India terhadap rezim junta militer Myanmar, dimana mereka membatalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dimaksudkan untuk mendorong demokrasi di negeri itu pada awal tahun 2007. China, Rusia dan India harus menghentikan dukungannya terhadap junta militer Myanmar.

 

Dan akhirnya, Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma mengutuk tindak kekerasan, pembunuhan, pengekangan hak-hak sipil politik, pemberangusan   pers, pembunuhan jurnalis dan bentuk-bentuk lain pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan rezim junta militer Myanmar terhadap aksi-aksi para bhiksu bersama rakyat Burma yang menuntut pemulihan demokrasi di Burma. Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma menuntut pembebasan tanpa syarat Aung San Suu Kyi dan ribuan tahanan politik Burma lainnya. Tindak kekerasan dan pembunuhan harus segera diakhiri. Rezim junta militer Myanmar mengakhiri kekuasaannya dan mengakui hasil Pemilu Demokratis 1990 sebagai syarat mutlak pemulihan demokrasi di Burma.

 

 

Jakarta, 28 September 2007

 

 

Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Burma

 

ANBTI, INFID, Institut Ungu, KMSUB/Solidamor, DPP PKB, GHURE,
HIKMAHBUDHI, SHMI, MADIA, Papernas, LMND, Demos, UPC, Repdem, Migrant CARE, PIJAR, LBH Jakarta, Arus Pelangi, PBHI Jakarta, Sarekat Hijau
Indonesia, Manusia (Masyarakat Anti Nuklir Indonesia), TIM, YPSEA
Indonesia, GMKI, Tranparency International - Indonesia, Gerakan Mahasiswa
Sosialis, Solidaritas Perempuan, KAPAL Perempuan, YSIK, Praxis, KONTRAS, HRWG, Federeasi Kontras, SIKAP Institute, CePAD, Yayasan Duta Awam, CIMW, PBJ, PMK-HKBP, Institut Perempuan, ALHA-RAKA, PPOTODA FH UNBRAW, KMP-KWI, HAPSARI Sumut, IGJ, Wahid Institute, Sekitarkita, LkiS Yogyakarta, SARI Solo, PKWJ UI, Institute Ecosoc Rights, Perhimpunan Solidaritas Buruh Yogyakarta, SBMI Jatim, Koalisi Perempuan Indonesia, KBRD, Tifa Foundation, ILRC, MDI, IDSPS, LIMA, GANDI, APKP, Pergerakan Indonesia, Forum LSM Yogya, Asian Migrant Centre, Indonesian Migrant Workers Union, KOTKIHO, Seknas ASPPUK, LBH Surabaya, Serikat Tani Nasional, PRM

 

Individu: Sandra Moniaga, Genie Achnas, Dewi Novirianti, Rulita, Damairia, Jacobus Mayongpadang

 

 

 

Wahyu Susilo
Head of  Advocacy and Networking Division
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
Jl. Mampang Prapatan XI/23
Jakarta 12790
Phone: 62-21-79196721/22
Fax: 62-21-7941577
e-mail: wahyu@infid.org
website: www.infid.org, www.infid.be
 
 
__._,_.___


SPONSORED LINKS
Business finances Business finance online Business finance training
Business finance course Business finance schools

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

No comments: