Oct 30, 2007

Workshop Jurnalis: Pemanasan Global dan Dampaknya bagi Ekonomi dan Pertanian, Rabu, 31 Okt 07

Rekan-rekan yang terhormat,

WWF-Indonesia bersama dengan SIEJ (Society of Indonesian Environmental Journalists) - sebuah organisasi jurnalis Indonesia independen (nonprofit dan nonpartisan) - mengadakan diskusi bagi jurnalis selama bulan September November 2007 untuk menyambut COP 13/MOP 3 UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) di Bali tanggal 3 14 Desember 2007.
Kali ini diskusi akan membahas Pemanasan Global dan Dampaknya bagi Ekonomi dan Pertanian. Diskusi ini bertujuan mendukung jurnalis Indonesia pada umumnya dalam peliputan/penulisan laporan isu Perubahan Iklim.
Kegiatan ini diselenggarakan juga untuk mempersiapkan dan memperkuat jejaring media dalam mengirimkan jurnalisnya ke acara UNFCCC.
Oleh karena itu, WWF-Indonesia dan SIEJ mengundang anda untuk hadir dalam sesi II diskusi tersebut yang akan diadakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 31 Oktober 2007
Jam : 09.00 12.00 WIB
Tempat : Putt-Putt Cafe, Senayan Jakarta
Materi : Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Ekonomi dan Pertanian
Semoga kerja sama ini membuat publik paham dengan isu Perubahan Iklim dan bersama-sama melakukan aksi nyata.
Salam hijau,
Sulung Prasetyo Surono
Project Officer SIEJ
cp : Elizabeth Swanti (0818090097) atau Aulia Rahman (0818 863 722)
Jadwal Kegiatan Diskusi Media
31 Oktober 2007

Waktu

Tema

Pembicara

09.00 09.10

Pembukaan (pemutaran film)

09.15 09.45

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia terhadap Ekonomi dalam Periode Jangka Panjang

Prof Emil Salim

09.50 10.20

Kerugian Ekonomi dalam Bidang Pertanian Akibat Dampak Perubahan Iklim

Gatot Irianto (Badan Litbang Deptan RI )

10.25 10.55

Aspek Ekonomi di Indonesia Akibat Perubahan Iklim

Fitrian Ardiansyah (WWF)

11.00 12.00

Tanya Jawab

Gde Maha Adi (Tempo)

12.00 13.00

Makan siang


__,_._,___

Oct 27, 2007

Positions with KABAR: Editorial Staff

English language publications seek dynamic, creative, inquisitive writers who enjoy meeting people and writing about art, travel, culture, fashion, finance, history, health & medicine, lifestyle and everything else...

We are looking for individuals with editorial and managerial potential and a positive attitude.

Please write to jobs@kabarmag.com and tell us why KABAR needs you.

Siaran Pers dari Praha

Siaran Pers
No. 040/Pensosbud/X/07
Harold Crouch: Indonesia Tidak Akan Menjadi Negara Islam

Praha, 26 Oktober 2007 - Dalam ceramahnya di aula KBRI Praha Kamis 25 Oktober 2007 yang lalu, Dr Harold Crouch meyakinkan masyarakat Indonesia, mahasiswa dan para pemerhati Indonesia yang hadir bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara Islam.
Ahli ilmu politik dari The Australian National University (ANU) tersebut dengan gamblang menyampaikan berbagai alasan untuk mendukung pernyataannya tersebut. Berjalannya proses demokratisasi, desentralisasi, adanya perubahan konstitusi, dan penegakan hukum yang semakin baik, serta lancarnya Pemilu dan Pilkada di Indonesia disebutkan sebagai telah membuat Crouch yakin bahwa Indonesia dapat menjawab berbagai tantangan yang mengarah ke perubahan yang tidak baik, termasuk disintegrasi bangsa. Kenyataan seperti itulah juga yang meyakinkannya bahwa Indonesia tidak akan mengubah dirinya menjadi negara Islam.
Pada awalnya Crouch yang juga dikenal sebagai seorang ahli yang banyak menulis mengenai peran politik tentara di Indonesia mengaku sempat skeptis terhadap perubahan yang terjadi pada awal pasca reformasi. Namun setelah melihat adanya perubahan institusi politik yang membaik maka pemikirannya pun berubah. Crouch menegaskan bahwa secara formal institusi politik di Indonesia sudah sesuai dengan ukuran demokrasi internasional.
Ketika menyinggung tentang peran militer dalam panggung politik dewasa ini, Crouch melihat aspek pembiayaan militer sebagai hal serius yang harus segera di atasi, " Seperti saya, akademisi yang menginginkan anak saya mendapat pendidikan bermutu, tentara juga demikian," katanya menjelaskan.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Ceko, Salim Said, Crouch secara singkat menyinggung juga soal hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Mengenai soal di sekitar hubungan kedua negara yang bertetangga dekat itu, Crouch menyatakan bahwa pemerintah Australia berkali-kali menegaskan keinginan mereka untuk menjalin hubungan yang baik dan kerjasama yang erat dengan Indonesia. "Sebagai negara yang bertetangga hubungan baik dan kerjasama yang menguntungkan adalah pilihan terbaik bagi keduanya," tutur Crouch.
Crouch juga menyadari bahwa seringkali terjadi perbedaan pandangan di tataran masyarakat kedua negara terutama mengenai konsep Hak Asasi Manusia (HAM). Namun diharapkan perbedaan tersebut dapat dieliminir dengan mengurangi kesenjangan informasi (information gap) yang selama ini terjadi.
Pada akhir ceramahnya, Crouch mengingatkan bahwa meskipun terjadi perubahan yang membaik, masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Indonesia seperti pembangunan ekonomi yang menyangkut kehidupan rakyat dan penyelesaian konflik lokal yang dapat mengganggu jalannya sistem politik di Indonesia.
Ceramah yang diakhiri dengan tanya jawab tersebut, merupakan kegiatan tetap KBRI Praha dalam rangka peningkatan wawasan warga Indonesia dan pemerhati Indonesia di Ceko. Selain Dr. Harold Crouch, beberapa waktu sebelumnya telah pula tampil Prof. Dr. R. W. Liddle dari Ohio State University, Dr. Syafii Anwar dari Jakarta dan Prof. Dr. Martin Van Bruinissen dari Universitas Utrech, Belanda.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:
Azis Nurwahyudi
Bagian Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Praha, Ceko


__,_._,___

Oct 26, 2007

Primata Dunia dalam Ancaman Kepunahan

Terlampir Siaran Pers mengenai Primata Dunia dalam ancaman kepunahan dari CI Indonesia.

Semoga bermanfaat dan untuk link gambarnya dapat diakses melalui:

http://images.conservation.org/admin/packaging/viewtransmit_ext.aspx?messageId=101838&userName=szumbrunn&session=201f0059051d892f2c9c28910282b035


Oct 5, 2007

Please click the link: Asian Young Leaders Climate Forum


More information on Asian Young Leaders Climate Forum, please visit:


http://www.britishcouncil.org/indonesia-common-bali-cop-2007.htm?mtklink=indonesia-common-bali-cop-2007


British Council and WWF-Indonesia invites

Asian Young Leaders' to join

Asian Young Leaders' Climate Forum

British Council and WWF-Indonesia invites Asian young leaders' aged 18 – 30 yrs, committed to aspects of the climate change debate (ie. Mitigation, adaptation and communicating behaviour change) and able to communicate effectively and convincingly in English to join Asian Young Leaders' Climate forum (AYLCF), at 3 – 7 December 2007 in Bogor, West Java.

AYLCF will involve countries in Asia Pacific e.g. Indonesia , Japan , Korea , Singapore , Malaysia , Taiwan , Thailand , Vietnam , India , China , Hong Kong , Australia and New Zealand , and also UK.

Each country will send 2 young leaders to join in this 4 day program with presentation, workshop and cultural activities culminating in production of an action plan which will be taken to Bali COP for dissemination to a wider audience.

The young leaders would come from young politicians, influential regional scientist, social scientist, young leaders in NGO groups, interested journalist, young business leaders, young lawyers, and other professional and student leaders. All would have a bit of a track record in the field.

13th COP will take place in Bali in December 2007. The fact that climate change is a long-term phenomenon, early awareness amongst tomorrow leaders and their commitment to action will mean the world will be in a better position to meet the challenges being faces.

Through AYLCF, young leaders could demonstrate to the world that the young leaders of Asia are playing their part in tackling this global problem.


Aliansi Islam Damai Dukung Kongkow Gus Dur Ditayangkan Jogja TV

http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2734&Itemid=1


Aliansi Islam Damai Dukung Kongkow Gus Dur Ditayangkan Jogja TV

Yogyakarta, gusdur.net

Penghentian acara Kongkow Bareng Gus Dur (KBGD) di Jogja TV karena diteror FPI membuat prihatin banyak khalayak di Yogyakarta. Kamis malam (4/10/2007) pukul 23.00, sekitar 200 orang dari Aliansi Islam Damai Yogyakarta datang ke studio Jogja TV untuk memberi dukungan pihak Manajemen Jogja TV agar tayangan Kongkow Bareng Gus Dur dilanjutkan.

Aliansi yang dimotori M. Ulin Nuha, M.Hum., ini kecewa sikap FPI lantaran penghentian acara itu didasarkan alasan yang tidak kuat. "Kami merasa dirugikan atas dihentikannya siaran Kongkow Bareng Gus Dur. Sebab acara itu sangat membantu kami memahami Islam sesuai kebudayaan dan hukum masyarakat sehari-hari," tegas Ulin.

Aliansi juga menyatakan kesiapannya jika ada permintaan untuk membantu keamanan Studio Jogja TV. "Kami siap membantu mengamankan Jogja TV," ujar Ulin.

Rombongan Aliansi Islam Damai Yogyakarta diterima oleh Kepala Bagian Produksi Jogja TV Wisnu Wicaksono. Pihak manajemen Jogja TV menjanjikan akan menggelar pertemuan segitiga antara manajemen Jogja TV, pihak Aliansi Islam Damai dan Kepolisian Yogyakarta untuk membahas tayangan-lanjut acara Kongkow Bareng Gus Dur. Pertemuan itu direncakan digelar, Jumat (5/10/2007) di kantor Jogja TV pukul 14.30.

Selain dari Aliansi Islam Damai Yogyakarta, dukungan juga datang dari Generasi Muda Pencinta Demokrasi Yogyakarta yang menyatakan agar Jogja TV tidak takut dan gentar menyuarakan kebenaran dan kebebasan.

KBR68H sebagai produser acara Kongkow Bareng Gus Dur juga telah mengeluarkan siaran pers, Kamis (4/10/2007) melalui Direktur Utama KBR68H Santoso yang menyesalkan penghentian tayangan itu. KBR68H juga berharap media-media lain di negeri ini, terbebas dari berbagai tekanan dan dapat menyiarkan program yang dinilai layak untuk pemirsanya tanpa rasa was-was.[]

============================
Kontak Aliansi Damai Yogyakarta
M. Ulin Nuha, M.Hum
0274-6542215

Oct 4, 2007

[Pers] Siaran Pers: Teror terhadap "Kongkow Bareng Gus Dur" di Jogja TV

Siaran Pers :
 
KBR68H Sesalkan Tekanan Terhadap Yogya TV
 
Sensor oleh kelompok yang tidak toleran pada perbedaan pendapat, rupanya masih saja terjadi. Kali ini menimpa Yogya TV, stasiun televisi lokal yang berbasis di Yogyakarta.
 
Manajemen televisi itu, sejak 3 Oktober tidak dapat melanjutkan penayangan acara "Kongkow Bareng Gus Dur" dikarenakan situasi yang kurang kondusif.  Demikian surat yang kami terima dari manajemen Yogya TV.
 
Menurut laporan yang kami kumpulkan,  Yogya TV dikomplain oleh FPI Yogyakarta karena acara itu dianggap menghina pimpinan mereka. Yogya TV diminta untuk menghentikan penayangan acara Gus Dur tersebut.
 
Kami menghargai keputusan yang diambil Yogya TV. Tetapi kami menyesalkan adanya tekanan tekanan yang masih menghambat kebebasan bersiaran di negeri ini.
 
Kongkow Bareng Gus Dur adalah acara rutin yang diadakan KBR68H setiap Sabtu pagi, dan disiarkan lebih dari 70 radio anggota jaringan di seluruh Indonesia.
 
Selama ramadhan, program itu juga diputar untuk stasiun televisi, dan tersedia 15 episode yang siap tayang. Versi televisi ini diproduksi KBR68H bersama School for Broadcast Media, dan disebarluaskan dengan dukungan Ragam Production House dan Tifa Foundation. Sebanyak 12 televisi lokal, termasuk Yogya TV menyiarkan acara tersebut.
 
Kami berharap Yogya TV,  juga media-media lain di negeri ini,  akan terbebas dari berbagai tekanan, dan dapat menyiarkan program yang dinilainya layak untuk pemirsanya tanpa rasa was-was.
 
Jakarta 4 Oktober 2007
 
Santoso
Direktur Utama
KBR68H
===================
Mohamad Guntur Romli
Host Kongkow Bareng Gus Dur
Jl. Utan Kayu No 68H Jakarta
guntur@utankayu.org
Telp 0815-1319-1313


Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Oct 3, 2007

[Pers] FW: [all] Launching of UNFCCCBALI.ORG

FYI,

 

-----Original Message-----
From: Yoppy Hidayanto
Sent: Tuesday, October 02, 2007 5:12 PM
To: Fahrul P. Amama
Subject: [all] Peluncuran UNFCCCBALI.ORG

 

 

Dear colleagues,

 

The coming UNFCCC COP 13/CMP 3 will be a great opportunity to shape our

future in the fight against climate change. Our direct or indirect

participation is invaluable in finding the path to a stable climate.

 

Burung Indonesia, a partner of the BirdLife International global partnership

for biodiversity conservation, is pleased to help you participate in the

conference by providing information for those travelling to Bali, and also

provides a place for online discussion. So please join the site and

participate - we would appreciate your feedback and suggestions for

improvements.

 

For our better future.

                   http://unfcccbali.org

 

 

 

 

Fahrul P. Amama

 

Social Marketing and Campaign Officer,

Knowledge Center Division

PERHIMPUNAN PELESTARIAN BURUNG LIAR INDONESIA

 

Burung Indonesia

Jl Dadali No. 32 Bogor 16161

PO Box. 310 Boo, Bogor 16003, Indonesia

www.burung.org

 

tel: +62251357222

fax: +62251357961

mobile: +6281343149311

email: fahrul@burung.org

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] We invite YOU: Asian Young Leaders Climate Forum


Asian Young Leaders Climate Forum

Bogor and Bali, 3-10 December 2007

British Council and WWF-Indonesia invites Asian young leaders' aged 18 – 30 yrs, committed to aspects of the climate change debate (ie. Mitigation, adaptation and communicating behavior change) and able to communicate effectively and convincingly in English to join Asian Young Leaders' Climate forum (AYLCF), at 4 – 7 December 2007 in Bogor, West Java.

AYLCF will involve countries in Asia Pacific e.g. Indonesia, Japan, Korea, Singapore, Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, Burma, China, Hong Kong, Australia and New Zealand, and also UK. Each country will send 2 young leaders to join in this 4 day program with presentation, workshop and cultural activities culminating in production of an action plan which will be taken to Bali COP for dissemination to a wider audience.

The young leaders would come from young politicians, influential regional scientist, social scientist, young leaders in NGO groups, interested journalist, young business leaders, young lawyers, and other professional and student leaders. All would have a bit of a track record in the field.

13th COP will take place in Bali in December 2007. The fact that climate change is a long-term phenomenon, early awareness amongst tomorrow leaders and their commitment to action will mean the world will be in a better position to meet the challenges being faces.

Through AYLCF, young leaders could demonstrate to the world that the young leaders of Asia are playing their part in tackling this global problem.

More information on Asian Young Leaders Climate Forum, please contact:

gusni.puspitasari@britishcouncil.or.id

Closing date is 22 October 2007




Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[Pers] Undangan Diskusi Publik FM 89,2 Utankayu dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata: "Lapangan Kerja Pariwisata untuk Perempuan"

Kepada Yth:
Koordinator Liputan Media Cetak/Elektronik

Perihal : Undangan Diskusi Publik



Dengan hormat,
FM 89,2 Utankayu dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam acara Diskusi Publik:

"Lapangan Kerja Pariwisata untuk Perempuan"



Narasumber:

Jero Wacik
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Yanti Sukamdani
Anggota Komisi X, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

Himawan Brahmantyo
Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia,


TEMPAT DAN WAKTU
Olive Tree Restaurant Hotel Nikko
Jl. MH. Thamrin No. 59 Jakarta Pusat
Kamis, 4 Oktober 2007, Pukul 13.06 – 14.30 WIB



Diskusi terbuka untuk umum. Keterangan lebih lanjut, Paul: tel. 8513386





Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Oct 2, 2007

[Pers] PAMERAN KARYA PEMENANG PHOTO GARUDA COMPETITION 2007

 
 
 
Dear para pecinta fotografi,
 
.....KUNJUNGI.....
PAMERAN PHOTO PARA PEMENANG
GARUDA PHOTO COMPETITION 2007
 
4 - 10 Oktober 2007
Senayan City, GF. G-06
Jl. Asia Afrika - Jakarta Selatan
 
Sekarang... Mereka Yang Menang Yang Berpameran,
Tahun Depan... Siapa Tahu Anda Yang Menang!!!
 
Garuda Photo Competition
adalah kompetisi regular tahunan yang diselenggarakan oleh
Garuda Indonesia dan Majalah Garuda.
 




Salam,
~Vie
http://virgina.multiply.com
http://blog.360.yahoo.com/virghien
http://kksmelati.multiply.com


Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Oct 1, 2007

Saksikan Ki Slamet Gundono di TUK

Salam,
Kami mengundang anda dalam acara pertunjukan Wayang Lindur dengan lakon "Uma, Nyai Sendon Kloloran" dengan dalang Ki Slamet Gundono di Teater Utan Kayu (TUK), Jln. Utan Kayu No 68H Jakarta, Kamis dan Jumat, 4 dan 5 Oktober 2007, pukul 20:00 WIB.


Menonton pertunjukan ini tidak dipungut biaya.
Terima kasih
Mohamad Guntur Romli




UMA, NYAI SENDON KLOLORAN
Manikmaya, sang penguasa jagat itu, begitu gemar menguji kesetiaan istrinya: Dewi Uma. Di lantai dua sebuah mal yang megah dan penuh cantelah aneka busaha terkini, Uma berbicara dengan seorang pemuda yang sangat tampan—yang tak lain adalah jelmaan Manikmaya sendiri. Manikamya pun sadar bahwa istrinya tak pernah memahami cinta sebagai sesuatu yang tunggal. Manikmaya murka dan hendak menjatuhkan kutukan. Saat itu Dewa Indra bersedia mengganti kutukan dengan sebuah bangunan mewah, Dewa Baruna menawarkan barter dengan laut dan isinya, dan Kamajaya akan memberi mantra-mantra cintanya—semuanya hanya membentur dinding hati Manikmaya. Kutukan tetap ia jatuhkan ke pundak Uma.

Sesungguhnya Uma telah bertransformasi dari perempuan yang suka menangis menjadi sosok yang ulet, mantap, dan menatap ke depan. Sementara itu nun jauh di kota Berlin, Monha si pengamen dari Tibet berdendang dengan suara sengau dan sumbang seakan menyadarkan kegagalan perubahan dunia. Terusir dari negaranya menjadi nomaden di Eropa, nyanyian Monha yang sumbang terus bergema di alam bahkan muncul di dunia mimpi. Pertunjukan yang didalangi oleh Ki Slamet Gundono ini didukung oleh Indra Panca, Kiki, Miko (penari); Sri Waluyo, Dwi Priyo, Sutrisno, dan Kukuh Widi (pemusik); Ags Arya Dipayana (tata cahaya); dan Miftakhul Jannah.