Oct 1, 2007

Saksikan Ki Slamet Gundono di TUK

Salam,
Kami mengundang anda dalam acara pertunjukan Wayang Lindur dengan lakon "Uma, Nyai Sendon Kloloran" dengan dalang Ki Slamet Gundono di Teater Utan Kayu (TUK), Jln. Utan Kayu No 68H Jakarta, Kamis dan Jumat, 4 dan 5 Oktober 2007, pukul 20:00 WIB.


Menonton pertunjukan ini tidak dipungut biaya.
Terima kasih
Mohamad Guntur Romli




UMA, NYAI SENDON KLOLORAN
Manikmaya, sang penguasa jagat itu, begitu gemar menguji kesetiaan istrinya: Dewi Uma. Di lantai dua sebuah mal yang megah dan penuh cantelah aneka busaha terkini, Uma berbicara dengan seorang pemuda yang sangat tampan—yang tak lain adalah jelmaan Manikmaya sendiri. Manikamya pun sadar bahwa istrinya tak pernah memahami cinta sebagai sesuatu yang tunggal. Manikmaya murka dan hendak menjatuhkan kutukan. Saat itu Dewa Indra bersedia mengganti kutukan dengan sebuah bangunan mewah, Dewa Baruna menawarkan barter dengan laut dan isinya, dan Kamajaya akan memberi mantra-mantra cintanya—semuanya hanya membentur dinding hati Manikmaya. Kutukan tetap ia jatuhkan ke pundak Uma.

Sesungguhnya Uma telah bertransformasi dari perempuan yang suka menangis menjadi sosok yang ulet, mantap, dan menatap ke depan. Sementara itu nun jauh di kota Berlin, Monha si pengamen dari Tibet berdendang dengan suara sengau dan sumbang seakan menyadarkan kegagalan perubahan dunia. Terusir dari negaranya menjadi nomaden di Eropa, nyanyian Monha yang sumbang terus bergema di alam bahkan muncul di dunia mimpi. Pertunjukan yang didalangi oleh Ki Slamet Gundono ini didukung oleh Indra Panca, Kiki, Miko (penari); Sri Waluyo, Dwi Priyo, Sutrisno, dan Kukuh Widi (pemusik); Ags Arya Dipayana (tata cahaya); dan Miftakhul Jannah.

No comments: