Nov 30, 2007

Dua karya tangguh dalam Citra Pariwara 2007

Untuk segera diberitakan

PRESS RELEASE


Jakarta, 30 November 2007 – Kekhawatiran terhadap tidak adanya kemenangan emas setelah terpilihnya 41 finalis dari 700 entry kategori Utama, dan 43 finalis dari 178 entry Craft (kriya), terjawab sudah. Emas berhasil diraih dalam kategori Utama Citra Pariwara 2007. Malam Anugerah Citra Pariwara 2007 yang digelar tanggal 30 November 2007, di Upperroom Annex Building Lt.12, hotel Nikko, Jakarta mengumumkan kemenangan emas bagi kategori iklan radio untuk Prambors Rasisonia yang digarap McCann Ericson dan Iklan Integrated Media untuk Museum Wayang Indonesia yang digarap oleh JWT Indonesia.

“Secara keseluruhan, hasil penyelenggaraan Festival Periklanan Indonesia Citra Pariwara 2007, ini cukup memuaskan. Antusiasme generasi muda periklanan Indonesia tercermin pada setiap seminar dalam rangkaian festival. Mengenai hasil penjurian Citra Pariwara, memang belum memuaskan tetapi itulah kenyataan capaian kreatif periklanan Indonesia saat ini yang merupakan capaian terbaik kreatif periklanan Indonesia hingga masa sekarang. Kita masih harus terus belajar dan jangan pernah berpuas diri,” ungkap Narga Habib, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) saat konferensi pers di sela-sela acara Malam Anugerah Citra Pariwara 2007.

Ketatnya penjurian Citra Pariwara 2007, dengan menghadirkan para juri yang berpengalaman sebagai pemenang award dan juri festival kreatif periklanan regional dan manca negara dirancang untuk mewujudkan visi industri periklanan Indonesia, dalam hal kreativitas: “Aim Higher”(Meraih Lebih Tinggi). Ricky Pesik, Ketua Citra Pariwara 2007 menegaskan bahwa
konsekuensi para insan kreatif periklanan Indonesia setelah hasil Citra Pariwara 2007, menjadi lebih berat untuk bisa terus berlaga di Citra Pariwara tahun-tahun berikutnya. “ Justru di sini, nilai perjuangannya.

Kreatif periklanan Indonesia, sudah bangkit, dan harus dipertahankan untuk terus maju menunjukkan capaiannya dalam level yang lebih tinggi.”

Citra Pariwara telah duapuluh satu tahun melahirkan kemenangan iklan-iklan kreatif, dan baru pada tahun 2007 (sebelum CP 2007 digelar), berhasil melahirkan kemenangan kreatif periklanan manca negara, di Asia Pacific (AP) Ad Festival dan Cannes (sebuah festival
periklanan dunia di Perancis) oleh kejayaan JWT Indonesia dan Draft FCB Indonesia. Ridwan Handoyo, Koordinator Penjurian CP 2007 menjelaskan bahwa apresiasi tim juri kali ini, berhasil memberikan gambaran nyata kualitas kreatif periklanan Indonesia. “Begitu banyak entry yang masuk, begitu sedikit yang terpilih jadi finalis, namun terpuaskan oleh apresiasi yang nyata”. Menurut Ridwan, para Juri pula berkomentar bahwa kreatif periklanan Indonesia
menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Utamanya, dalam craft (kriya).

Mewakili tim juri, Hoh Woon Siew, menyatakan bahwa para pemenang hasil penjurian Citra Pariwara 2007 adalah entry-entry yang memang layak berkompetisi di festival-festival kreatif periklanan manca Negara.

Malam Anugerah Citra Pariwara 2007, mengumumkan juga para peraih: Agency Terbaik: JWT Indonesia; Production House terbaik: 25frames; Advertiser terbaik (Pemasang Iklan): Prambors Rasisonia dan Museum Wayang Indonesia.

Gelaran Festival advertising Indonesia Citra Pariwara 2007, juga bergiat menghasilkan generasi baru kreatif periklanan Indonesia. Pasangan Daun Muda Award (pasangan Art Director dan Copywriter di bawah 30 tahun yang sudah bekerja di lingkup kerja advertising) yang terpilih mewakili Indonesia di ajang “Young Lotus”, AP Adfest, Pattaya pada tahun 2008 adalah:
Iswanda Mardio dan Dimaz Muktiarto dari Publicis Indonesia. Sedangkan bagi generasi baru kreatif periklanan yang masih di bangku kuliah – BG Award (baca: Biji Award), terpilih pasangan insan kreatif periklanan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Gold: M. Reza Ahmady dan Atmanto Gunara; yang juga akan diberangkatkan ke AP Adfest, Pattaya 2008.

Djito Kasilo, koordinator Daun Muda dan BG Award menjelaskan bahwa seleksi generasi baru dilakukan dengan workshop untuk membangun pola pemikiran strategis komunikasi periklanan. Pendalaman terhadap pemikiran strategis ini memiliki kadar berbeda dalam masing-masing workshop Daun Muda dan BG Award. “Hal ini mengingat pada Daun Muda Award, para peserta sudah memiliki pengalaman bekerja di bidang periklanan, “ jelasnya.

Irfan Ramli, Sekretaris Jendral PPPI, menjelaskan bahwa Festival Periklanan Citra Pariwara akan terus digelar di masa-masa mendatang, dengan peningkatan capaian yang lebih baik berkaitan dengan prestasi kreatifitas periklanan di manca negara dan membangun regenerasi insan periklanan kreatif berkualitas di dalam negeri. Irfan Ramli atas nama asosiasi PPPI,
juga mengharapkan dukungan para pihak (stakeholders) industry periklanan untuk mewujudkan Citra Pariwara terus berlanjut, baik dari pihak media (cetak dan elektronik), production house, percetakan dan lain-lain yang telah membantu terselenggaranya Citra
Pariwara 2007 ini.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:

Ricky Pesik – Ketua Citra Pariwara 2007 – 0815 1380 2980
Anita Kastubi – Komunikasi dan Humas Citra Pariwara 2007 – 0815 964 0110

Nov 29, 2007

Harvestindo luncurkan reksa dana untuk pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM)

PT Harvestindo Asset Management meluncurkan produk reksa dana yang diberi nama Harvestindo Istimewa. Acara tersebut berlangsung pada hari Rabu (28/11) di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta. "Yang menjadi keistimewaan dari reksa dana Harvestindo Istimewa adalah mayoritas dana yang dikelola akan diinvestasikan terhadap surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang dijamin oleh lembaga penjaminan. Dengan kata lain, risiko pemegang unit penyertaan Harvestindo Istimewa menjadi semakin minimal karena yang menjadi sasaran investasi (underlying) adalah surat utang yang sudah memperoleh jaminan dari lembaga penjaminan," tutur Direktur Utama Harvestindo Asset Management T. Helmy Azwari.
Helmy menambahkan, bahwa keistimewaan lain dari reksa dana Harvestindo Istimewa adalah Pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) diprediksi terus meningkat karena kontribusi terbesar dari pendapatan investasi adalah pendapatan tetap berasal dari diskonto pembelian surat utang yang telah memiliki sertifikat penjaminan dari lembaga penjaminan. Dengan pendapatan yang tetap (fixed), portfolio Harvestindo Istimewa tidak terpengaruh fluktuasi pasar yang volatile tersebut. Praktis tingkat keamanan investor dalam Harvestindo Istimewa sangat tinggi dengan hasil investasi yang juga sudah bisa diprediksi.
Menurut Helmy, sekitar 75 persen dari total dana kelolaan akan diinvestasikan pada surat utang jangka pendek yang telah dijamin lembaga penjaminan tersebut. Sebanyak 25 persen sisanya bagi produk pasar uang dan pasar konvensional lainnya. Dengan komposisi investasi tersebut, reksa dana ini tergolong sebagai Reksa Dana Campuran.
"Pertumbuhan industri reksa dana di Indonesia dewasa ini cukup pesat. Diperkirakan dana yang dikelola reksa dana saat ini mencapai Rp 150 triliun, dengan investasi baik pada instrumen pasar modal maupun pasar uang dengan berbagai variasinya," jelas Herawan Moedjenan, Associate Director PT. Harvestindo Asset Management. "Kian membaiknya iklim
investasi yang kian kondusif ini, menjadikan tuntutan terhadap produk investasi yang lebih spesifik makin dibutuhkan. Industri reksa dana ini tidak mungkin lagi tergantung produk- produk investasi konvensional yang sudah ada. Perlu inovasi agar industri reksa dana yang tengah berkembang ini tidak layu sebelum berkembang karena kejenuihan masyarakat atas produk-produk konvensional," papar Herawan.

Pengembangan UKM dan Sektor Riil
Keistimewaan lain dari Harvestindo Istimewa adalah makin terbukanya peluang pendanaan bagi UKM dari pasar modal. Reksa dana ini akan menjadi bridging finance bagi UKM yang membutuhkan dana untuk modal kerja. Pendeknya lewat reksa dana ini, tidak ada istilah UKM tidak memiliki modal kerja selagi UKM ini, selaku issuer, membuat surat hutang (promissory notes) yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan.
Sertifikat Penjaminan itu yang menjadi sasaran investasi dari reksa dana ini. Diharapkan reksa dana ini akan lebih mendukung aktivitas bisnis perusahaan menengah, sebagaimana yang diharapkan pemerintah. "Kami optimis tujuan memajukan UKM akan bisa diwujudkan sehingga pasar modal sebagai alternatif pembiayaan bagi seluruh skala bisnis yang ada bisa
terakomodasi," kata Helmy.
Helmi juga mengatakan bahwa dibentuknya reksa dana ini adalah untuk menepis opini berbagai kalangan yang mengatakan bahwa pasar modal hanya untuk mendanai perusahaan-perusahaan besar serta kesan bahwa pasar modal sektor riil secara nyata. Anggapan itu mungkin ada benarnya. "Yang go public saat ini adalah perusahaan-perusahaan besar. Ketatnya aturan listing serta alasan efisiensi, menjadi kendala bagi para UKM untuk mendapat dana secara langsung di pasar modal (lewat IPO -Red). Karenanya dengan kehadiran Harvestindo Istimewa ini bisa menghilangkan handicap tersebut," tutur Helmy.
Rencananya, dari reksa dana ini akan diterbitkan sebanyak Rp 1 triliun. Reksa dana ini telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada 22 September 2007 lalu. Sponsornya antar lain dana pensiun dan perusahaan asuransi serta sejumlah lembaga lainnya. Diantaranya PT Asabri, Dana Pensiun Asuransi Jasa Indonesia, Dana Pensiun Bank Bukopin, Dana Pensiun Mitsubishi Krama Yudha Motor, AJ Bumi Asih, Dana Pensiun Gani Djemat dan Partner. Dari dana sponsor sudah terkumpul sekitar 0,73 persen dari total Rp 1 triliun yang akan dikeluarkan, atau setara Rp 73 miliar.

Sekilas tentang Reksa Dana HARVESTINDO ISTIMEWA
Reksa Dana Harvestindo Istimewa adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan Undang-Undang No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kontrak Investasi Kolektif HARVESTINDO ISTIMEWA dituangkan dalam Akta nomor 12 tanggal 24 Agustus 2007 yang dibuat dihadapan Yunisa Martanti, SH, Notaris di Jakarta antara PT. Harvestindo Asset Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank International Indonesia (BII) sebagai Bank Kustodian.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:
Herawan Moedjenan
Associate Director
PT. Harvestindo Asset Management
Mobile: 0818-08186604, (021) 7123-9044

Nov 27, 2007

KPPU terinfeksi kepentingan politik


Kepada Yth.

Rekan-rekan
Media Massa

Salam Anti Monopoli!

Berikut kami kirimkan materi siaran pers mengenai KPPU terinfeksi kepentingan politik. Monopoly Watch menilai telah ada tarik-menarik kepentingan politik dalam institusi KPPU. Monopoly Watch juga mendesak anggota KPPU yang terafiliasi dengan partai politik untuk mundur dari jabatannya, agar secara institusi KPPU tetap terjaga independensinya.

Terimakasih

Jakarta, 26 November 2007

Hormat kami,

Komite Eksekutif Monopoly Watch


Girry Gemilang Sobar
0816 83 97 93

Sekretariat

Permata Senayan Blok C.22
Jl. Tentara Pelajar No. 5, Jakarta Selatan 12210

Telp. +62 21 579 40 75 8, Fax. +62 21 579 40 75 9


--------------------------------------

Siaran Pers Monopoly Watch
No. 022/MW-EX/XI/2007

KPPU TERINFEKSI KEPENTINGAN POLITIK
JakartaSorotan publik terhadap kinerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belakangan ini semakin tajam. Hal ini berkenaan dengan perilaku anggota KPPU yang cenderung tidak serius dalam menegakkan hukum persaingan dan menciptakan persaingan usaha yang sehat di Indonesia. Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah independensi KPPU yang terindikasi memiliki keterlibatan dengan kepentingan politik. Ini merupakan konsekuensi logis yang harus dihadapi KPPU, yang ternyata terinfeksi oleh kepentingan politik dan atau menjadi arena perebutan kewenangan partai.
Hal ini juga membuktikan bahwa penegakan hukum persaingan usaha di Indonesia semakin lemah, dan dapat membuat iklim usaha nasional kembali mengarah kepada ketidakpastian hukum karena aturan bisnis didominasi oleh kepentingan politik. Khususnya Komisi VI DPR RI, memiliki keterkaitan dalam proses rekruitmen keanggotaan KPPU. DPR yang merupakan lembaga politik yang menjalankan fungsi politik yang seharusnya turut mempertahankan profesionalisme KPPU itu sendiri, yaitu dengan menguji dan menghasilkan keanggotaan KPPU yang memiliki integritas dan kompetensi dalam penegakan hukum persaingan usaha yang sehat di Indonesia
KPPU merupakan lembaga independen yang memiliki posisi strategis dalam mengawasi tingkah laku praktik bisnis di dalam negeri. Konsekuensi lain yang harus diterima oleh KPPU adalah tarik-menarik kepentingan politik, dengan kecenderungan mempolitisasi perkara kasus persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Kepentingan partai politik dalam penegakkan UU No 5 Tahun 1999 tentang Laranganan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, hal ini terbukti dengan adanya anggota KPPU yang memiliki afiliasi partai politik.
Anggota KPPU yang terafiliasi dengan partai politik:
1. Tajuddin Noersaid, Ketua DPP Partai Golkar
2. Erwin Syahril (Calon anggota legislatif Sumatera Barat I dari Partai Golkar)
3. Benny Pasaribu (Mantan anggota DPR RI, Balon Sumatera Utara dari PDIP)
4. Didik Akhmadi (Anggota Komisi Kebijakan Publik DPP PKS).
Padahal, tidak terafiliasi dengan partai politik merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh komisi independen seperti KPPU. Kepentingan politik dalam tubuh KPPU memiliki kecenderungan tebang pilih perkara kasus sehingga KPPU kehilangan independensinya. Hal inilah yang menjadikan bumerang bagi KPPU semakin terintimidasi oleh berbagai kepentingan yang semakin meluas, dan atau perkara kasus lain justru akan terabaikan.
Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi penegakan hukum persaingan usaha yang sehat yang tidak konsisten karena politisasi yang terjadi. Karena dunia usaha nasional sangat mengharapkan adanya kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif, sehingga penegakan hukum persaingan usaha dapat memberikan insentif bagi pelaku usaha itu sendiri, dan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
Demikian halnya dalam konteks industri nasional, perubahan mindset juga harus dilakukan yaitu dengan kemandirian lokal harus menjadi prioritas dalam menciptakan roda perekonomian nasional. Perubahan dari mindset inilah akan mendukung adanya pemberdayaan dunia usaha yang akan meng-endorse kemajuan ekonomi nasional.
Perubahan dan pembenahan ini harus segera dilakukan mengingat kepastian hukum persaingan usaha tidak berjalan seiring dengan perkembangan dunia usaha. Agar kedepan, KPPU tidak menjadi institusi yang rusak dan dunia usaha pun memiliki kepastian hukum tanpa intervensi kepentingan partai politik.

SIKAP & REKOMENDASI
1. Mendesak anggota KPPU yang terafiliasi dengan Partai Politik untuk segera mundur dari keanggotaan KPPU periode 2006-2011.
2. Mendesak Komisi VI DPR RI untuk mengkaji lebih serius kinerja KPPU periode 2006- 2011.
3. Mendesak Pemerintahan SBY-JK untuk serius mencermati ketidakpastian hukum dunia usaha saat ini, dan atau KPPU sudah tidak bisa menjamin kepastian usaha di Indonesia akibat intervensi politik.
4. Meminta kepada kalangan dunia usaha tetap mengikuti kebijakan hukum persaingan yang berlaku, agar iklim dunia usaha dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian masyarakat Indonesia secara nyata.

Jakarta, 26 November 2007
Hormat kami,
Komite Eksekutif

Girry Gemilang Sobar


"Oh, people can come up with statistics to prove anything. 14% of people know that."


- Homer Simpson.

JiFFest @ Citra Pariwara 2007!


Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2007 will be present in Indonesia's leading advertisement festival, Citra Pariwara 2007!

From November 28-30, 2007 at Upper Room of Nikko Hotel, Central Jakarta, visit our stand to purchase Membership Card, get our Program Guides, Flyer Schedules, or simply obtain information about our festival. We will be open from 10 am to 6.30 pm.

Only for the three dates as stated! See you there!

------

Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2007 akan hadir di festival periklanan terkemuka Indonesia, Citra Pariwara 2007!

Dari 28 – 30 November 2007 di Upper Room, Hotel Nikko, Jakarta Pusat, kunjungi stand untuk membeli kartu Membership, mendapatkan Program Guides, Flyer jadwal film, atau sekedar bertanya seputar festival kami. Kita akan buka dari pukul 10.00 hingga 18.30 WIB.

Hanya tiga hari saja! Sampai jumpa!

Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 - Minggu, 2 Desember 2007

Jakarta, 21 November 2007
Kepada Yth.
Rekan-rekan Wartawan
Di tempat.
Perihal : Undangan Liputan
Dengan Hormat,
Pada tanggal 2 Desember 2007, KKS melati akan menyelenggarakan Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 sebagai salah satu cara KKS melati untuk mendekatkan akses dan kesempatan kepada anak-anak jalanan untuk dapat berkompetisi secara aktif dan positif dalam mengembangkan minat dan kemampuan di bidang seni dan teknologi.
Selain sebagai ajang mempromosikan kegiatan seni dan pembelajaran tehnologi informasi yang dilakukan di rumah singgah, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong anak-anak jalanan agar bernaung untuk beraktivitas di rumah singgah.
Seperti yang kita ketahui, DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang melarang masyarakat memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran di perempatan lampu merah maupun pasar. Padahal sampai saat ini Perda lain yang dibuat untuk memberikan pelatihan dan penanganan kepada anak jalanan belum lagi dikeluarkan. Festival ini diharapkan bisa menjadi ajang unjuk diri dan unjuk gigi dari anak-anak jalanan di rumah singgah sehingga diharapkan bibit-bibit unggul di bidang seni dan teknologi bisa mendapatkan ruang ekspresi dan apresiasi serta mendapat perhatian dari pemerintah maupun audiens yang memiliki jaringan seni serta membuka kesempatan dan lapangan pekerjaan bagi mereka.
Selain kegiatan festival seni berupa perpaduan unsur tari, musik dan drama, dalam acara ini juga akan digelar pameran seni dan teknologi yang menampilkan hasil karya seni dan teknologi yang dibuat oleh anak-anak jalanan dari rumah singgah di DKI.
Guna mempublikasikan kegiatan Festival Seni & Teknologi Anak Jalanan (FSTAJ) 2007 yang bertema : "Unjuk Diri, Unjuk Gigi!", KKS melati mengundang rekan-rekan wartawan untuk hadir meliput kegiatan ini, pada :
Hari/tanggal : Minggu, 2 Desember 2007
Pukul : 09.00 – 17.00 WIB
Lokasi : SMPN 71,
Jl. Rawasari Timur, Kompleks Perkantoran Rawa Kebo no. 12
Cempaka Putih - Jakarta Pusat (agenda dan peta terlampir)
Kehadiran dan partisipasi rekan-rekan untuk meliput acara ini akan sangat bermanfaat dalam mengapresiasi kemampuan seni dan teknologi yang dimiliki anak-anak jalanan.
Untuk informasi, silakan hubungi:
Ajeng Zahra
HP. 0818999798
Email: sundayniy@yahoo.com
Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Salam,
R. Novian Kurniawibawa
Project Officer FSAJ 2007
KKS Melati
Jl. Ampera II No. 17A
RT 5 RW 9 Jakarta 12550
HP : 0813 1031 1221

Nov 25, 2007

Lomba karya tulis dan foto tentang kondom

Latar Belakang

Pemerintah Indonesia melalui Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) telah mengumumkan Pekan Kondom Nasional (PKN 2007). Sebagai bagian dari peringatan Hari AIDS sedunia, PKN 2007 akan diselenggarakan pada 1-8 Desember 2007.

Di sisi lain, penggunaan kondom di Indonesia masih dinilai kurang signifikan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar dan laju penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS. Sebagai catatan, peredaran kondom di masyarakat saat ini baru mencapai 100 juta buah dalam setahun.

Tingkat penggunaan kondom yang rendah antara lain disebabkan oleh:

- Lingkungan sosial yang masih belum sepenuhnya mendukung membuat stigma terhadap kondom tidak kunjung hilang.
- Pengetahuan dan kesadaran yang masih perlu ditingkatkan tentang manfaat penggunaan kondom.
- Rendahnya kesadaran akan pentingnya penggunaan kondom bagi kesehatan pribadi maupun pasangan untuk mencegah HIV/AIDS atau kehamilan yang tidak terencana.

Berkaitan dengan keprihatinan di atas, DKT Indonesia – sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pemasaran sosial – berperan aktif dalam penyelenggaraan PKN 2007. Sebagai bagian dari program PKN 2007, DKT Indonesia ingin memberikan apresiasi kepada jurnalis dan perorangan yang telah turut membantu memberikan informasi yang benar mengenai manfaat penggunaan kondom kepada masyarakat umum. Bentuk apresiasi ini diwujudkan dalam bentuk Penghargaan Karya Tulis dan Foto

Pekan Kondom Nasional (PKN) 2007 dengan tema ”Kondom Menyelamatkan Jiwa”. Penghargaan ini terbuka kepada wartawan dan penulis perorangan.

Persyaratan Pengiriman Karya

Karya tulis dan/atau foto (media cetak, online dan blog) yang sudah diterbitkan di media atau
ditampilkan di blog masing-masing dalam kurun waktu 12 November 2007 sampai dengan 5 Desember 2007.

Adapun persyaratan umum sebagai berikut:

Penghargaan terbuka bagi jurnalis, fotojurnalis dan penulis blog.
Karya tulis atau foto yang dikirimkan merupakan karya tulis atau foto yang sudah dimuat di media atau blog sesuai dengan kurun waktu penghargaan.
Karya tulis dan foto dikirim dalam bentuk kliping, fotokopi, atau scan dari media yang memuatnya.
Untuk media online dan blog cantumkan pula alamat URL-nya.
Peserta wajib mencantumkan hari dan tanggal pemuatan artikel dan foto.
Artikel dan/atau foto yang dikirimkan adalah hasil karya sendiri. Panitia tidak menerima bentuk karya yang menyadur maupun menjiplak karya orang lain.
Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya tulis maupun foto.
Peserta wajib melampirkan formulir pendaftaran yang diisi dengan benar dan lengkap.
Melampirkan fotocopy atau scan kartu identitas (KTP, SIM, atau kartu pers).


Persyaratan khusus:

Kategori Karya Tulis
Karya tulis hendaknya menekankan pada maanfaat kondom dan bagaimana kondom dapat menyelamatkan jiwa.

Kategori Karya Foto
Foto yang diikutsertakan adalah foto yang menampilkan berbagai kegiatan pekan Kondom
Nasional mulai tanggal 30 Nopember-5 Desember 2007.

Penjurian

Penjurian akan dilakukan pada 6-7 Desember 2007.

Para pemenang akan diumumkan pada 8 Desember 2007.


Dewan Juri penghargaan ini, terdiri dari:

Dr. Nafsiah Mboi, SPA, MPH – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS
Christopher Purdy – Country Director DKT Indonesia
Irwan Julianto – Wartawan Kesehatan Senior

Kriteria penilaian Dewan Juri antara lain:

Teknik dan gaya reportase
Memberikan inspirasi dan kritik yang membangun
memberikan reportase yang akurat dan berimbang

Penghargaan

Penghargaan akan diberikan kepada 2 (dua) karya tulis media terbaik, 1 (satu) karya tulis blog
terbaik, 1 (satu) karya foto media terbaik.

Masing-masing empat orang pemenang dari Kategori Karya Tulis dan Kategori Karya Foto ini akan memperoleh Paket Perjalanan Wisata ke Bangkok selama 4 hari 3 malam bersama tim dari DKT.

Karya harus sudah diterima Panitia Penghargaan paling lambat tanggal 6 Desember 2007 dengan mencantumkan subyek “Karya Tulis” atau “Karya Foto” pada sudut kanan atas amplop dan dikirimkan kepada:

PANITIA PENGHARGAAN KARYA TULIS DAN FOTO PKN 2007
MAVERICK
Jalan Balitung III No. 8
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110


Tentang DKT Indonesia

Yayasan DKT Indonesia merupakan lembaga non-profit yang bergerak di bidang pemasaran sosial untuk pencegahan HIV/AIDS dan penyelenggaraan Keluarga Berencana. Misi utama dari Yayasan DKT Indonesia adalah peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat dan kelompok resiko tinggi dengan cara mencegah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS,
dan kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam kegiatannya, DKT Indonesia bekerjasama dengan
Menteri Kesehatan dan berbagai LSM guna mempromosikan perubahan perilaku, melalui
pemberian informasi dan peningkatan ketersediaan serta penggunaan kondom dengan harga terjangkau bagi masyarakat umum dan kelompok resiko tinggi.

Beberapa produk DKT Indonesia yang telah dikenal luas oleh masyarakat adalah kondom Fiesta, Sutra dan alat kontrasepsi Andalan.


Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

M. Adwi Yudiansyah
Associate
Maverick
Tel: 021 727 898 33
Fax: 021 727 898 34
E-mail: adwi@maverick.co.id

Pierre Frederick
Brand Manager Sutra & Fiesta
DKT Indonesia
Tel: 021 798 6569/71
Fax: 021 798 6570
E-mail: pierre@dktindonesia.org

Azalea Firnindya
Associate
Maverick
Tel: 021 727 898 33
Fax: 021 727 898 34
E-mail: finnie@maverick.co.id

Cresentia Novianti
Asst. Brand Manager Sutra & Fiesta
DKT Indonesia
Tel: 021 798 6569/71
Fax: 021 798 6570
E-mail: cnovianti@dktindonesia.org

Nov 24, 2007

SOHO Group Indonesia raih Hall of Fame Award 2007 se Asia Pasifik

Indonesia Sejajar dengan Jepang, Korea, dan Indi

SOHO Group Indonesia Raih Hall of Fame Award 2007 se-Asia Pasifik
SOHO Group, salah satu perusahaan terdepan di Indonesia dalam produksi dan distribusi produk-produk kesehatan mendapatkan penghargaan paling prestisius untuk implementasi strategi, menggunakan kerangka kerja Balanced Scorecard. Balanced Scorecard Hall of Fame Award 2007 adalah penghargaan bagi perusahaan atau organisasi di seluruh dunia yang menunjukkan kinerja dan pencapaian luar biasa dengan menerapkan sistem Balanced Scorecard. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga internasional Palladium Group, Inc.
Di Indonesia, SOHO Group menjadi perusahaan pertama yang berhasil meraihnya. Penghargaan ini diserahkan kepada Presiden Komisaris SOHO Group, Tan Eng Liang pada 2007 Asia Pacific Balanced Scorecard Summit di Tokyo, Jepang. SOHO Group telah menandatangani Memorandum of Understanding dengan Palladium Group untuk mendirikan Centre of Excellence for Strategy Execution (CoESE). Tujuan CoESE adalah mendukung, mendidik dan menyiapkan komunitas bisnis Indonesia dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi demi keberhasilan pertumbuhan dalam menghadapi kompetisi global.
Kerangka kerja Balanced Scorecard – yang diciptakan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1992 – telah diimplementasikan pada ribuan perusahaan, organisasi, dan pemerintah di seluruh dunia, dan telah dikutip oleh Harvard Business Review sebagai salah satu ide manajemen paling penting selama 75 tahun terakhir. Berdasarkan pada premis sederhana bahwa "apa yang diukur adalah apa yang selesai dikerjakan," Balanced Scorecard menempatkan strategi di tengah-tengah proses manajemen, membiarkan organisasi untuk mengimplementasikan strategi secara cepat dan efektif. Dimulai tahun 2000, Balanced Scorecard Hall of Fame Program secara luas menghargai organisasi-organisasi yang menggunakan Balanced Scorecard dengan sukses untuk mencapai dan mempertahankan terobosan hasil-hasil performa. Hingga saat ini, 96 organisasi di lebih dari 15 negara, diakui secara resmi mewakili banyak industri lintas sektor swasta dan negeri.
Palladium Group, Inc.
Palladium Group, Inc. membantu organisasi-organisasi terdepan di dunia mengukur dan mengatur kinerja yang akan datang hari ini dengan menyediakan layanan-layanan dan pengetahuan dalam strategi, keuangan, dan manajemen teknologi informatika. Melalui pendidikan, konfrensi, pelatihan, layanan advisori, konsultasi, dan solusi teknologi, Palladium membantu klien-klien mengimplementasikan strategi mereka dengan sukses. Balanced Scorecard Collaborative, divisi pendidikan dan sertifikasi Palkladium, mengatur program Balanced Scorecard Hall of Fame for Executing StrategyTM. Palladium memilliki 18 kantor di seluruh dunia dan tambahan 17 kantor afiliasi di Eropa, Amerika Latin, Afrika dan Asia Pasifik. Palladium baru-baru ini memiliki lebih dari 700 klien di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.thepalladiumgroup.com.
SOHO Group
SOHO Group, sebuah perusahaan berusia 60 tahun yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, merupakan salah satu perusahaan terdepan Indonesia dalam produksi dan distribusi produk-produk kesehatan. Saat ini, SOHO Group memiliki 3.300 karyawan dan 25 cabang di seluruh Indonesia .
SOHO Group terdiri dari dua perusahaan produksi farmasi: PT SOHO Industri Pharmasi dan PT ETHICA Industri Farmasi, dan sebuah perusahaan distribusi: PT PARIT PADANG. Dua perusahaan produksi menghasilkan produk-produk farmasi dan natural dalam bentuk oral, cairan dan injeksi. Mereka tidak hanya menyediakan produk-produk berbahan farmasi, tapi juga mengembangkan produk-produk natural. Bisnis SOHO Group telah berkembang dari menghasilkan produk –produk farmasi ke obat-obat herbal berkualitas, kepemilikan obat-obatan dan makanan-makanan sehat dengan berbagai merek. Saat ini, SOHO Group telah tumbuh menjadi sebuah pabrikan global, dan kehadirannya terlihat di banyak negara secara regional dan global.
Media Contact:
Dr. Renyati Latu, MM
Office of Strategy Management Director
SOHO Group
62-21-4605550 ext 336

Nov 8, 2007

Komisi I DPR mengusulkan "joint-cooperation on defense policy analysis" dengan pemerintah Ceko

PRESS RELEASE

No. 50/Pensosbud/XI/07


Praha, 8 November 2007 - Delegasi Komisi I DPR RI yang diketuai oleh Theo Sambuaga dengan angota Marzuki Darusman, Djoko Susilo, Sutradara Ginting, Yusron Izha Mahendra, FX Sukarno, Abdullah Afifudin Thaib, dan Guntur Sasono, bertemu dengan Parlemen Ceko dan Deputi Menteri Pertahanan Ceko, Martin Bartak, tanggal 5 dan 6 November 2007 lalu.

Dalam kunjungan kerjanya ke Praha, Ketua Komisi I Theo Sambuaga, Marzuki Darusman, Djoko Susilo yang disertai Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Salim Said, juga telah bertemu mantan Presiden Vaclav Havel dalam suatu diskusi informal yang membicarakan perkembangan situasi terakhir di Myanmar.


Pada setiap pertemuan baik dengan Senat, Parlemen maupun dengan Dephan, telah dilakukan
pertukaran informasi mengenai perkembangan dalam negeri masing-masing negara. Kedua negara sepakat menilai hubungan bilateral Indonesia-Ceko adalah penting, sehingga perlu ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yang nyata. Pada setiap pertemuan, pihak Ceko selalu
menjelaskan tawarannya untuk menjual pesawat latih L-159 yang diproduksi negara itu kepada Indonesia.

Selain itu kedua delegasi juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan situasi
internasional seperti masalah climate change, nuklir di Iran dan situasi di Myanmar.

Dalam pertemuannya dengan Deputi Menhan Ceko, kedua negara sepakat bahwa hubungan di bidang pertahanan telah berjalan dan berharap dengan ratifikasi perjanjian bidang pertahanan, kerjasama kedua negara akan semakin meningkat. Melihat perkembangan pesat di kawasan Eropa Tengah dan Timur, dimana Ceko dinilai mempunyai peran yang penting, Komisi I DPR mengusulkan dibentuknya suatu Joint Cooperation on Defense Policy

Analysis antara Indonesia dengan Ceko yang ditanggapi secara positif oleh Martin Bartak. Pada semua pertemuan tersebut Duta Besar Salim Said juga menyampaikan rencana kunjungan Menteri Perdagangan Ceko, Martin Riman, ke Indonesia dalam beberapa hari ini, yang dinilai akan meningkatkan kedekatan antara dua sahabat lama, yaitu Ceko dan Indonesia. Para
pengusaha Ceko juga akan turut serta pada kesempatan tersebut. Mereka nampaknya kembali melirik Indonesia sebagai salah satu tempat yang perspektif untuk menanamkan investasi.

Selain pertemuan penting tersebut, Komisi I DPR juga telah mengadakan rapat kerja dengan KBRI Praha untuk mengetahui langkah-langkah yang diambil KBRI dalam mejalankan misi diplomatik dan berbagai kendala yang dihadapi untuk kemudian dapat diselesaikan bersama.


Perwakin

Nov 7, 2007

FSTAJ 2007, Sebuah Festival Untuk Anak-Anak Jalanan

Budaya bertutur di Indonesia sudah sejak lama dilakukan selama turun-temurun. Dalam penyampaian budaya bertutur ini ada banyak sekali pelajaran mengenai budi pekerti, tradisi, suri tauladan, pendidikan moral dan nilai-nilai kemasyarakatan yang dijunjung tinggi. Beberapa abad kemudian, budaya bertutur mulai berubah menjadi budaya baca tulis, karena masyarakat mulai mengganggap bahwa budaya bertutur makin lama makin hilang sedangkan membiasakan diri dengan budaya tulis akan membuat sebuah tulisan menjadi lebih bertahan lama dan lebih banyak bisa dibaca dan dipelajari masyarakat.
Persoalan lain, ternyata budaya tulis yang dilakukan oleh masyarakat dibuat dalam bahasa setempat atau bahasa daerah. Dengan demikian, sejarah atau cerita rakyat hanya diketahui oleh masyarakat setempat saja. Padahal untuk dapat berempati dengan masyarakat daerah, kita bisa menelusuri keragaman budaya dan cerita rakyat yang mereka miliki. Untunglah saat ini sudah banyak dilakukan penerjemahan cerita rakyat dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia, sehingga budaya dan cerita rakyat dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara umum. Malahan saat ini, cerita rakyat sudah mulai dimasukkan ke dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia karena salah satu tujuan dan fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia seperti yang tertera dalam Kurikulum 2004, yaitu sebagai sarana pemahaman keberanekaragaman budaya Indonesia melalui khazanah kesusastraan Indonesia.
Atas dasar pembelajaran keberanekaragaman budaya Indonesia itulah, Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 (FSTAJ 2007) yang akan diselenggarakan oleh KKS Melati bermaksud memperkenalkan khasanah cerita rakyat nusantara kepada anak jalanan dan masyarakat luas pada umumnya. "Banyak pelajaran tentang budi pekerti, tradisi, suri tauladan, dan pendidikan moral di dalam cerita rakyat. Jadi bolehlah sekali-kali kita belajar tentang itu semua dari anak-anak jalanan, sekalian mengapresiasi penampilan mereka," tegas R Novian Kurniawibawa, Project Officer FSTAJ 2007 ini.
Sebanyak 21 rumah singgah di DKI Jakarta telah mengkonfirmasi kesediaan mereka untuk mengikuti Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan (FSTAJ) 2007 yang akan digelar oleh Kelompok Kerja Sosial (KKS) melati. Hari Minggu, 7 Oktober 2007 mereka berkumpul di rumah melati untuk melakukan pengundian judul-judul cerita rakyat yang akan mereka tampilkan. Ada 21 judul cerita yang terpilih dari sekitar 45 judul cerita rakyat yang telah disiapkan.
Cerita-cerita rakyat yang akan dipentaskan pada festival tersebut, diantaranya adalah: Si Pitung - Jakarta, Karang Bolong – Banten, Buaya Ajaib – Papua, Caadara – Papua, Danau Lipan – Kaltim, Tupai & Gabus – Kalbar, Telaga Bidadari – KalSel, Danau Toba – SumUt, Pahit Lidah – Sumsel, Dayang Bandir – SuMut, Tadulako Bulili – Sulteng, Si Lancang – Riau, Telaga Warna – Jabar, Lutung Kasarung – Jabar, Aji Saka – JaTeng, Keong Mas – Jateng, Batu Golog – NTB, Sigarlaki dan Limbat – Sulut dan Rusa dan Kulomang – Maluku.
Uniknya, pada saat pengundian cerita rakyat yang akan mereka tampilkan, beberapa rumah singgah saling merekomendasikan rumah singgah lain yang belum terdata. Diharapkan akan ada lebih banyak rumah singgah lagi yang akan mengkonfirmasikan kesediaan mereka untuk ikut serta dalam festival ini. Saat ini, mereka sedang menyelesaikan pengisian formulir pendaftaran dan pendataan rumah singgah lalu mengirimkannya kepada KKS melati. "Jaringan kerja sama KKS melati bertambah luas dengan hadirnya 21 rumah singgah ini", kata R Novian Kurniawibawa, Project Officer FSTAJ 2007, ketika dikonfirmasi. Saat ini KKS melati memiliki jaringan kerja sama dengan sembilan rumah singgah, sekolah anak jalanan, dan sekolah dhuafa.
Pada kesempatan pengundian judul tampilan, beragam kendala tercuat dan menjadi bahan pemikiran utama bagi panitia penyelenggara. Bapak H Otong dari Rumah Singgah Kurnia Jakarta Timur menanyakan biaya transportasi dan makan siang untuk anak-anak didiknya pada hari FSTAJ 2007 berlangsung. "Soalnya agak sulit mencari biaya transportasinya, Bu", katanya. Begitu banyak persoalan yang masih dihadapi oleh pengelola Rumah Singgah saat ini mulai dari sulitnya mendidik anak-anak rumah singgah untuk tidak lagi turun ke jalan, sulitnya mencari kegiatan sulitnya mendapatkan akses pendanaan operasional Rumah Singgah, dan lainnya. Hal ini merupakan tantangan bagi panitia FSTAJ 2007 untuk dapat memfasilitasi mereka semua.
Tentu saja tidak semua Rumah Singgah mengalami kendala yang sama. Ketimpangan kondisi di antara rumah singgah yang ada di Jakarta sangat terasa dikarenakan perbedaan akses dan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendanaan. Rumah Singgah yang memiliki akses dekat kepada pendanaan atau mereka yang memiliki program mandiri untuk pendanaan operasional rumah singgah, biasanya memiliki dana operasional yang cukup lumayan, dibandingkan dengan mereka yang sedikit memiliki akses. Hal itu dibenarkan oleh Krisno dari Rumah Singgah dan Belajar Anak Jalanan Setia Kawan Raharja Jakarta Utara. Itu sebabnya, para pengelola rumah singgah merasa bahwa kesempatan untuk saling bertemu diantara mereka dapat menjadi ajang saling bertukar pengalaman dan suka duka. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan pengelolaan rumah singgah mereka dengan lebih baik lagi.
Adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang melarang masyarakat memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran di perempatan lampu merah maupun pasar dinilai oleh para pengelola rumah singgah cukup meresahkan anak-anak didik mereka karena ruang ekspresi seni mereka menjadi terbelenggu. Memang diperlukan jalan keluar untuk membuat mereka mandiri dan lepas dari kehidupan jalanan. Bapak Sunato, pengelola Rumah Singgah Kinanti Jakarta Utara menyarankan agar kegiatan FSTAJ seperti ini dapat dilakukan setiap tahun sehingga kegiatan ekspresi seni anak jalanan dapat selalu dinikmati oleh masyarakat banyak.
Tentu saja menarik melihat antusias mereka untuk saling "Unjuk Diri, Unjuk Gigi !" agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka. Harapan senantiasa dicurahkan agar mereka dapat terbantu menjadi lebih mandiri dalam hidupnya dan tidak perlu lagi turun ke jalan untuk mengekspresikan rasa seni dan kepiawaian berteknologi di jalanan.
Festival Seni dan Teknologi Anak Jalanan 2007 yang akan digelar oleh KKS Melati pada tanggal 2 Desember di SMPN 71, Jakarta Timur adalah salah satu cara untuk mendekatkan akses dan kesempatan anak-anak jalanan agar dapat berkompetisi secara aktif dan positif dalam mengembangkan minat dan kemampuan mereka di bidang seni dan teknologi.Selain sebagai ajang mempromosikan kegiatan seni dan pembelajaran teknologi informasi yang dilakukan di rumah singgah, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong anak-anak jalanan agar bernaung di rumah singgah.
Kebijakan DKI Jakarta yang telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang melarang masyarakat memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran di perempatan lampu merah maupun pasar bukanlah sebuah solusi efektif untuk penanganan masalah anak-anak jalanan, karena hingga saat ini belum ada Perda yang dikeluarkan untuk memberikan pelatihan dan penanganan kepada anak jalanan.
Festival ini diharapkan bisa menjadi salah satu ajang unjuk diri dan unjuk gigi bagi anak-anak jalanan di rumah singgah dan diharapkan bibit-bibit unggul di bidang seni dan teknologi dapat bermunculan, karena anak-anak jalanan mendapatkan ruang ekspresi dan apresiasi serta mendapat perhatian dari pemerintah maupun audiens yang memiliki jaringan seni serta membuka kesempatan di lapangan pekerjaan.
Selain kegiatan Festival Seni berupa perpaduan unsur tari, musik dan drama, dalam kegiatan ini juga akan diadakan Pameran Seni dan Teknologi yang menampilkan hasil karya seni dan teknologi yang dibuat oleh anak-anak jalanan dari 21 rumah singgah di DKI Jakarta.[RN]
Informasi Lebih Lanjut hubungi :
KKS Melati
Jl. Ampera II RT 005/09 No. 17A
Jakarta Selatan 12550
R. Novian Kurniawibawa (Project Officer)
HP. 081310311221
Tiket pertunjukan Rp. 30.000,-
Prima 08129405322 atau Diah 08128797258.


Salam,
~Vie
http://virgina.multiply.com
http://blog.360.yahoo.com/virghien
http://kksmelati.multiply.com
__,_._,___