Nov 8, 2007

Komisi I DPR mengusulkan "joint-cooperation on defense policy analysis" dengan pemerintah Ceko

PRESS RELEASE

No. 50/Pensosbud/XI/07


Praha, 8 November 2007 - Delegasi Komisi I DPR RI yang diketuai oleh Theo Sambuaga dengan angota Marzuki Darusman, Djoko Susilo, Sutradara Ginting, Yusron Izha Mahendra, FX Sukarno, Abdullah Afifudin Thaib, dan Guntur Sasono, bertemu dengan Parlemen Ceko dan Deputi Menteri Pertahanan Ceko, Martin Bartak, tanggal 5 dan 6 November 2007 lalu.

Dalam kunjungan kerjanya ke Praha, Ketua Komisi I Theo Sambuaga, Marzuki Darusman, Djoko Susilo yang disertai Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Salim Said, juga telah bertemu mantan Presiden Vaclav Havel dalam suatu diskusi informal yang membicarakan perkembangan situasi terakhir di Myanmar.


Pada setiap pertemuan baik dengan Senat, Parlemen maupun dengan Dephan, telah dilakukan
pertukaran informasi mengenai perkembangan dalam negeri masing-masing negara. Kedua negara sepakat menilai hubungan bilateral Indonesia-Ceko adalah penting, sehingga perlu ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yang nyata. Pada setiap pertemuan, pihak Ceko selalu
menjelaskan tawarannya untuk menjual pesawat latih L-159 yang diproduksi negara itu kepada Indonesia.

Selain itu kedua delegasi juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan situasi
internasional seperti masalah climate change, nuklir di Iran dan situasi di Myanmar.

Dalam pertemuannya dengan Deputi Menhan Ceko, kedua negara sepakat bahwa hubungan di bidang pertahanan telah berjalan dan berharap dengan ratifikasi perjanjian bidang pertahanan, kerjasama kedua negara akan semakin meningkat. Melihat perkembangan pesat di kawasan Eropa Tengah dan Timur, dimana Ceko dinilai mempunyai peran yang penting, Komisi I DPR mengusulkan dibentuknya suatu Joint Cooperation on Defense Policy

Analysis antara Indonesia dengan Ceko yang ditanggapi secara positif oleh Martin Bartak. Pada semua pertemuan tersebut Duta Besar Salim Said juga menyampaikan rencana kunjungan Menteri Perdagangan Ceko, Martin Riman, ke Indonesia dalam beberapa hari ini, yang dinilai akan meningkatkan kedekatan antara dua sahabat lama, yaitu Ceko dan Indonesia. Para
pengusaha Ceko juga akan turut serta pada kesempatan tersebut. Mereka nampaknya kembali melirik Indonesia sebagai salah satu tempat yang perspektif untuk menanamkan investasi.

Selain pertemuan penting tersebut, Komisi I DPR juga telah mengadakan rapat kerja dengan KBRI Praha untuk mengetahui langkah-langkah yang diambil KBRI dalam mejalankan misi diplomatik dan berbagai kendala yang dihadapi untuk kemudian dapat diselesaikan bersama.


Perwakin

No comments: