Dec 31, 2007

Makassar, Pintu Gerbang Kehadiran Esia & Wifone di Wilayah Timur Indonesia



Keterangan Foto : Walikota Makassar, Ilham Arief Siradjudin, dalam peresmian Gerai ESIA di Makassar.


Dear Rekan – rekan media,

Terlampir kabar terbaru dari Bakrie Telecom (BTEL).

Semoga dapat menjadi bahan berita yang cukup menarik.


Terima kasih,


Fauziah Syafarina
Corporate Communications
PT Bakrie Telecom Tbk.



SIARAN PERS



Makassar, Pintu Gerbang Kehadiran Esia & Wifone Di Wilayah Timur Indonesia

Makassar, 28 Desember 2007 - Setelah menyelesaikan pengembangan jaringan di 16 kota besar maupun kota kecil di Jawa, Sumatera dan Bali selama tahun 2007, Bakrie Telecom kini mulai melirik wilayah Timur Indonesia. Sebagai kota pertama di wilayah Indonesia Timur dan sekaligus kota penutup pengembangan layanan Esia& Wifone di tahun 2007, maka dipilih Makassar, Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang kehadiran Esia dan Wifone di kota-kota wilayah Timur Indonesia. Makassar menjadi kota ke 34 di Indonesia yang kini sudah dapat menikmati pilihan layanan telekomunikasi yang murah dan handal.

Tahap pertama ekspansi nasional layanan Bakrie Telecom di luar wilayah asalnya (yaitu Jabodetabek/Jawa Barat/Banten), telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu dengan dibukanya 7 kota baru yang meliputi Surabaya, Malang, Semarang, Solo, Jogjakarta, Medan dan Padang. Dilanjutkan kemudian dengan pengembangan tahap kedua di Pulau Sumatera dengan membuka layanan Esia dan Wifone secara berturut-turut di Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Batam. Setelah itu Denpasar, Bali serta beberapa ibu kota kabupaten di Jawa dan Sumatera untuk melengkapi penetrasi layanan Esia& Wifone. Dengan demikian Bakrie Telecom telah melengkapi target pembukaan layanan di 17 kota tahun 2007 ini.

Pengembangan ke luar pulau Jawa, terutama ke arah timur dijelaskan Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk selain dimaksudkan untuk memberikan pilihan layanan telekomunjikasi yang makin beragam juga untuk mendorong laju pertumbuhan pelanggan Esia & Wifone. “Sampai dengan September 2007, kami berhasil melipatgandakan jumlah pelanggan Esia & Wifone dari 1,5 juta menjadi 2,95 juta pelanggan. Melihat laju pertumbuhan tersebut kami optimis target 3,7 juta pelanggan di akhir 2007 dapat kami capai”, ujar Erik dihadapan media pada saat peresmian Gerai Esia di Makassar, Sulawesi Selatan hari ini.

Meskipun optimis dengan pemenuhan target di tahun 2007, Erik masih tampak berhati-hati untuk segera menetapkan target pelanggan Bakrie Telecom di tahun 2008. Bakrie Telecom harus melihat pencapaian jumlah pelanggan realnya diakhir tahun 2007 sebelum mempublikasikan penetapan target di tahun 2008. “Sebagai perusahaan publik kami harus mempertimbangkan secara mendalam setiap corporate action maupun corporate performance karena ada kepentingan pemegang saham dan kepentingan publik disana. Namun yang pasti penetapan target di tahun depan, termasuk jumlah pelanggan akan sangat menantang”, katanya meyakinkan.

Di mata Erik, peluang untuk meningkatkan kinerja Bakrie Telecom masih sangat menjanjikan. Perkembangan ekonomi daerah yang begitu pesat sehingga menumbuhkan daya beli masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama eskpansi Bakrie Telecom keluar pulau Jawa. Pertumbuhan kredit daerah di luar pulau Jawa menurut data Bank Indonesia diatas rata-rata nasional. Bahkan Sulawesi menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhan kredit sebesar 29,7%. Hal ini menandakan semakin menggeliatnya potensi ekonomi daerah.

Selain itu ruang untuk meningkatkan jumlah pelanggan juga masih terbuka luas, meskipun disadari iklim persaingan antar operator telekomunikasi juga semakin ketat. Tingkat penetrasi layanan telekomunikasi belum mencapai 50%. Bersamaan dengan itu semakin banyak pula orang yang punya dua atau lebih nomor telepon. Belum lagi fenomena calling card yang menjadikan pertumbuhan nomor telepon melonjak drastis tapi sesungguhnya tidak memperbanyak jumlah pelanggan secara nyata.

Karena itu daerah akan menjadi primadona dan fokus pengembangan Bakrie Telecom lebih lanjut. Dan Makassar akan menjadi daerah pertama dimana Esia & Wifone akan menembus kawasan timur Indonesia.

Namun Erik pun menyadari potensi pasar yang besar akan sangat tergantung pada kemampuan Bakrie Telecom untuk menjaga tingkat kualitas layanannya. Apalagi industri telekomunikasi dikenal sebagai industri dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.

Untuk itu Bakrie Telecom akan menempuh strategi penjualan dengan jumlah nomor terbatas demi menjaga tingkat kualitas layanan dan memenuhi harapan masyarakat akan jasa layanan telekomunikasi yang bukan saja terjangkau tapi juga handal. Untuk itu Bakrie Telecom akan menyediakan 30 ribu nomor Esia dan seribu nomor Wifone di Makassar yang akan dijual pada masyarakat di empat tempat, yaitu Gerai Esia di Jl. Botolempangan No. 34 A & B, Panekkukang Mall, Mall Ratu Indah dan MTC yang akan dilaksanakan sejak tanggal 28 hingga 31 Desember 2007. Untuk menyemarakkan kehadiran Esia & Wifone di Makassar ini maka pada tanggal 29 Desember 2007 malam penyanyi Shanty akan tampil di Mall Ratu Indah sebagai persembahan Bakrie Telecom untuk masyarakat Makassar.

“Kami tidak ingin minat yang begitu besar dari masyarakat di wilayah baru Esia & Wifone, termasuk Makassar menjadi kecewa karena persoalan kualitas jaringan. Untuk itu dengan penjualan terbatas tersebut kami ingin melihat kemampuan jaringan BTEL dalam menyalurkan lalu lintas percakapan telepon dan SMS”, jelas Erik.

Agar masyarakat dapat mencoba kualitas layanan Esia & Wifone sekaligus memberikan masukan terhadap kemampuan jaringan maka Bakrie Telecom akan membebaskan percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam Makassar. Penawaran khusus gratis telpon antar pelanggan Bakrie Telecom se-Makassar ini akan berlaku selama 3 bulan hingga akhir bulan Maret 2008. “Dengan demikian para pelanggan Esia & Wifone di Makassar dapat mencoba dan membuktikan kehandalan kualitas layanan Esia dan Wifone tanpa harus dibebani lagi oleh tagihan telepon yang tinggi”, ujar Erik. Untuk telpon ke semua nomor Esia dan Wifone di seluruh Indonesia juga tetap diberlakukan tarif “flat” Bakrie Telecom yang sudah menjadi andalannya, yaitu hanya Rp. 50 per menit atau Rp. 1000 per jam dengan menggunakan kode akses telpon esia jarak jauh 01010. Juga telpon ke nomor GSM lokal dari nomor esia adalah jauh lebih murah dibandingkan tarif telpon dari GSM ke GSM lain, yaitu hanya Rp. 800 per menit. Dan juga ponsel terlaris di Indonesia saat ini, HP ESIA, dengan harga hanya Rp. 199 ribu +PPN untuk ponsel dengan layar monokrom, atau Rp. 299 ribu +PPN untuk HP ESIA berlayar warna, akan dipasarkan di Makassar mulai hari ini.

Selain itu Erik pun menjelaskan beroperasinya Esia & Wifone di Makassar diyakininya akan semakin mempercepat kehadiran Bakrie Telecom secara nasional.

“Kami ingin menjaga kepercayaan yang telah diberikan untuk mengembangkan layanan secara nasional. Lagipula memang sejak awal komitmen kami adalah membantu peningkatan teledensitas telepon di Indonesia. Kini saatnya Bakrie Telecom hadir di wilayah Timur Indonesia”, katanya menjelaskan.

Diutarakannya lebih lanjut Bakrie Telecom secara konsisten telah melakukan terobosan untuk mewujudkan keterbukaan akses masyarakat. Pembukaan akses tersebut bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Pembebanan tarif percakapan telepon yang terjangkau, penyediaan handset yang murah tanpa mengorbankan sisi kualitas handset tersebut, serta perluasan wilayah layanan sehingga makin banyak anggota masyarakat, terutama di daerah-daerah untuk turut menikmati layanan telekomunikasi yang murah dan handal.

“Keseluruhan langkah tersebut telah dilakukan oleh Bakrie Telecom. Terbukti memang banyak mendorong penetrasi telepon dan sekaligus memperbesar lonjakan pelanggan Esia. Karena itu kami akan terus menerapkan langkah-langkah ini dengan salah satunya memperluas jangkauan layanan Esia & Wifone keseluruh kota di nusantara ini”, kata Erik.

***

Informasi lebih lanjut :



A. Noorman Iljas
GM Corporate Communications
PT. Bakrie Telecom, Tbk
(021) 926 44 654

noorman@bakrietelecom.com

No comments: