Jan 28, 2008

Sikap Politik YLBHI: Soeharto Bukan Pahlawan

SIARAN PERS

NOMOR 003/SP/YLBHI/I/2008

SIKAP POLITIK YAYASAN LBH INDONESIA

Soeharto Bukan Pahlawan

Berita kematian Soeharto pada 27 Januari 2008 menghiasi media massa nasional dan internasional. Beberapa media massa menampilkan dengan sangat berlebihan. Berlebihan, dalam arti mengajak pemirsa mengenang kembali 'jasa-jasa' penguasa Orde Baru selama 32 tahun itu. Tayangan tersebut berusaha menyeret simpati publik terhadap sosok Soeharto.

Sikap politik dan 'keberpihakan' terhadap Soeharto juga ditunjukkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, pemerintah meminta rakyat Indonesia mengibarkan bendera merah-putih setengah tiang sebagai tanda berkabung selama tujuh hari berturut-turut. Sikap politik pemerintah terhadap Soeharto juga ditunjukkan dengan wacana berupa penyematan gelar pahlawan buat Soeharto.

Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) menilai sikap dan proses politik yang mengiringi kematian Soeharto yang ditunjukkan oleh pemerintah begitu gegabah dan berlebihan. Pasalnya, kita tahu, pada kematiannya di usia 86 tahun tersebut, Soeharto meninggal tanpa pernah diadili atas perbuatan-perbuatannya.

YLBHI menilai peringatan tujuh hari berkabung atas kematian Soeharto tidak patut dilakukan. Memang, sebagai sesama anak manusia dan anak bangsa, tentu kita patut turut berduka cita kepada siapa pun yang meninggal dunia, tidak terkecuali Soeharto. Bahkan, boleh juga kita mendoakannya.

Kendati demikian, kita patut mengerti, bahwa, Soeharto berpulang dalam kondisinya berlumuran darah atas perbuatan masa lalu di masa Orde Baru. Kasus pembantaian orang-orang yang dituduh Partai Komunis Indonesia (PKI) 1965, kasus penembakan misterius (Petrus), kasus Tanjung Priok, kebijakan daerah operasi militer di Aceh dan Papua, adalah contoh lumuran darah masa Soeharto.

Selain itu, perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang dilakukan oleh Soeharto dan keluarga serta kroni-kroninya, juga telah merusak mental bangsa Indonesia, selain memporak-porandakan bangunan ekonomi dan sosial bangsa Indonesia.

Karena itulah, YLBHI bersikap, sangat tidak patut dan layak, pemerintah memberikan predikat pahlawan kepada Soeharto. Ketidaklayakan itu didasarkan pada alasan bahwa secara hukum, Soeharto tidak bisa dikatakan bersalah maupun tidak bersalah, karena proses hukum atas perbuatannya tidak selesai.

Keputusan pemerintah memberikan predikat pahlawan dan memberikan penghormatan tujuh hari berkabung merupakan sikap yang gegabah dan tidak berdasar, bertentangan dengan prinsip proporsionalitas dan alas hukum yang rasional.

Jakarta, Senin, 28 Januari 2008

Yayasan LBH Indonesia

Badan Pengurus

Patra M. Zen Agustinus Edy Kristianto

Ketua Dir. Publikasi dan Pendidikan

Yayasan LBH Indonesia (YLBHI)

Jl. Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat

Telepon: 62-21-314 00 24 Fax: 62-21-319 30 140

E-mail : info@ylbhi.or.id

Website : http://www.ylbhi.or.id

Kontak: 085691614625 (Agustinus Edy Kristianto)

Email: agustinus.kristianto@ylbhi.or.id


Jan 24, 2008

Novartis Media Writing Competition

NOVARTIS MEDIA WRITING COMPETITION

Menyambut Terobosan Baru Penatalaksanaan Hipertensi :
'Menggali Potensi Direct Renin Inhibitor untuk Memerangi The Silent Killer


LATAR BELAKANG
  • Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia (1 milyar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa mengidap penyakit ini dan akan meningkat 1,6 milyar menjelang tahun 2025)
  • Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang masih rendah – penanganan dan pengobatannya tidak tepat / tidak memadai
  • Media mempunyai peran yang kuat dalam mengedukasi dan meningkatkan pemahaman mengenai penyakit maupun penanganannya
  • Masih kurangnya liputan media mengenai hipertensi :
BBC online : Number of news stories June 2006 to May 2007
  • AIDS1,020 stories
  • Serangan jantung – 820 stories
  • Flu Burung – 210 stories
  • Kanker Paru – 150 stories
  • Stroke – 140 stories
  • SARS70 stories
  • Diabetes – 60 stories
  • Bowel cancer - 30 stories
  • Arthritis – 11 stories
  • Hipertensi - 9 stories

TUJUAN
  • Umum: Penyebaran Informasi, Pengetahuan, Pemahaman dan Penatalaksanaan (4P) mengenai penyakit hipertensi kepada masyarakat Indonesia
  • Khusus:Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang terobosan dalam penatalaksanaan hipertensi di masa depan (breakthrough in future hypertension management)

KRITERIA LOMBA
Kriteria umum
  • Peserta adalah wartawan media cetak / online Indonesia
  • Memiliki ketertarikan di bidang hipertensi
  • Menulis artikel yang membahas tema yang telah ditentukan (lihat tema di atas)
Kriteria khusus
  • Naskah terdiri dari minimal 3500 karakter
  • Menggunakan referensi dari www.id.novartis.com sebagai salah satu referensi
  • Naskah bersifat deskriptif persuasif untuk menggugah minat pembaca agar peduli terhadap hipertensi dan mengenal lebih jauh mengenai Direct Renin Inhibitor (DRI)
  • Naskah sudah harus diterbitkan di media cetak/online, mulai dari 10 Desember 2007 sampai dengan 28 Februari 2008;
  • Naskah yang diserahkan terdiri dari naskah yang sudah dipublikasikan (foto kopi kliping) dan naskah asli
  • Tidak menyebutkan merek dagang obat ybs, kecuali nama generik jika diperlukan
  • Memiliki aspek kelengkapan, kejelasan, deskripsi, akurasi serta cara penulisan yang baik

BAGAIMANA CARA IKUT SERTA ?

Mengisi formulir yang dapat diperoleh melalui www.id.novartis.com
  • Bersama dengan formulir, mengirimkan naskah artikel asli dan naskah yang sudah dipublikasikan (foto kopi kliping artikel) dengan disertai dengan :
  • Fotokopi identitas wartawan
  • Foto terbaru (berwarna, tidak perlu pas foto)
Pilih salah satu dari cara di bawah ini untuk mengirimkan dokumen tersebut di atas: Panitia Lomba Penulisan Media Novartis
d/a Novartis Indonesia, Wisma 46, Kota BNI, Lt.35, Jakarta
Telp/faksimili : 021-2513251 / 021-5747455

Catatan:
  • Penerimaan naskah paling akhir 22 Februari 2008 (cap pos) atau melalui email
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu materi publikasi;
  • Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah 1 Maret 2008 (10 nominator)


PENGHARGAAN
  • a. Juara I : Uang Rp 5 juta + Tropi/Plakat + Piagam
  • b. Juara II : Uang Rp 3 juta + Tropi/Plakat + Piagam
  • c. Juara III : Uang Rp 2 juta + Tropi/Plakat + Piagam


JURI
Juri lomba penulisan ini terdiri dari 3 unsur yakni :
  • Dr Faisal Baraas, SpJp (pakar hipertensi)
  • Nugroho Dewanto (wartawan Tempo, anggota Aliansi Jurnalis Independen-AJI)
  • dr Wibawa Roan (Medical Affairs Manager Novartis Indonesia)


TENTANG NOVARTIS INDONESIA

PT Novartis Indonesia berperan secara aktif di masyarakat melalui kontribusi ekonomi, melalui manfaat positif pada lingkungan dan sosial dari produk-produknya di berbagai area terapetik seperti kardiovaskular, onkologi, penyakit infeksi dan transplantasi, serta obat-obatan umum, dan melalui dialog terbuka dengan para pemangku kepentingan. Nilai-nilai utama perusahaan meliputi kesederhanaan, pemberdayaan, komitmen, kepercayaan, integritas dan saling menghargai.


INFORMASI LEBIH LANJUT

Wanda Harahap
Toll free number : 0800-1402814

Jan 16, 2008

Undangan: Doa dan Keprihatinan untuk Slamet

Doa dan Keprihatinan untuk Slamet
Rabu kemarin (16/1) lagi-lagi ada berita yang menyayat hati kita semua. Slamet seorang pedagang gorengan di Pasar Badak Pandeglang Banten terpaksa mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Ia tak tahan dengan tekanan hajat hidup yang semakin berat. Sebagai pedagang kecil pendapatannya terus menurun, sementara minyak tanah semakin sulit didapat dan harganya terus naik. Ditambah melonjaknya harga bahan-bahan pokok dagangannya: tempe, tepung terigu, tepung tapioka, sayuran dan minyak goreng.
Slamet adalah satu dari ribuan pedagang makanan yang terkena dampak dari buruknya pemerintah mengatur negeri ini. Tidak pernah jelas sampai sekarang bagaimana program pemerintah membantu masyarakat miskin. Yang ada justru setiap kebijakan pemerintah semakin membuat masyarakat miskin susah.
Manakala seluruh doa dan perhatian di negeri ini dipusatkan ke Soeharto, nasib Slamet semakin terpinggirkan, dan mungkin akan terlupakan. Peristiwa Slamet ini mengetuk hati kita, dan menggugah nurani bahwa hari demi hari masa depan rakyat kecil semakin tak pasti di negeri ini. Slamet adalah tumbal dari pembiaran dan ketidakpedulian, serta kesewenang-wenangan Pemerintah yang terus menerus berlangsung.
Untuk itu kami, Komunitas Utan Kayu, mengundang anda mengadakan doa dan keprihatinan untuk almarhum Slamet. Acara akan diadakan di Komunitas Utan Kayu, Jl Utan Kayu No 68H, Jakarta, Kamis 17 Januari 2008, pukul 19.00-selesai.
Acara akan diisi doa dan pencerahan oleh Musdah Mulia (ICRP, Islam), Bikhu Bhadravidya (Majelis Buddhayana Indonesia), Gomar Gultom (PGI), KH Wahid Maryanto (Pengasuh Pesantren), Benny Susetyo (KWI), Abd Moqsith Ghazali (Wahid Institute), Albertus Patty (GKI), Martin Sinaga (STT), Neng Dara Affiah (Fatayat-NU), Zafrullah Pontoh (JAI), dan tokoh-tokoh agama lainnya, yang kemudian ditutup dengan orasi keprihatinan oleh Goenawan Mohamad.


Mohamad Guntur Romli
Jl Utan Kayu No 68H, Jakarta
mohamad@guntur.name
http://guntur.name/

Jan 11, 2008

Serunya Scriptwriting Playgroup

Jakarta, 11 Januari 2008 -- Serunya Scriptwriting Playgroup adalah salah satu program Pidisme yang berbentuk klub "bermain" skenario. Artinya, semua kegiatan dari klub ini (seperti pemutaran film, script doctor, synopisis compeptition, dan charity games) akan selalu berhubungan dengan penulisan skenario. Meski demikian, semua acara itu akan dikemas secara menyenangkan, bahkan kekanak-kanakan seperti saat berada dibangku playgroup.

Program jangka pendek dari klub yang telah memulai aktifitasnya sejak 2 April 2007 ini adalah acara duamingguan Virtual Conference (online) dengan cara chatting internet menggunakan Yahoo Messenger! mulai 3 Januari 2008. Di samping itu, ada pula acara duamingguan tatap muka (offline) di (ak.'sa.ra) Kemang Jakarta mulai 13 Januari 2008.

Kami barharap selain sebagai pilihan acara refreshing, Serunya Scriptwriting Playgroup juga menjadi wadah bagi para pecinta penulisan skenario untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan di bidang penulisan skenario. Melalui kegiatan yang ringan ini pula, kami berharap dapat turut mendukung perfilman Indonesia khususnya dalam hal skenario ke arah yang lebih baik.

Satu hal yang perlu diperhatikan dari acara ini:

kalau kamu membayangkan kegiatan ini berupa kursus, workshop, atau seminar tentang penulisan skenario, maaf,
KAMU SALAH!

Deskripsi Acara Serunya Scriptwriting Playgroup (Online)

Teknologi internet memungkinkan hubungan antara orang-orang yang berada di tempat berjauhan. Inilah yang menginspirasikan kami untuk mengadakan acara Virtual Conference, sebuah acara klub skenario yang dilaksanakan dengan cara chatting menggunakan Yahoo Messenger!. Sejauh ini, anggota dari acara ini tidak hanya berasal dari Jakarta tetapi juga dari luar Jakarta seperti Malang, Medan, Jogja, Surabaya, Bali, dan Bandung. Dengan obrolan yang penuh canda, acara ini membahas topik-topik ringan yang berhubungan dengan skanario.

Acara ini dilaksakan duamingguan tiap Kamis pukul 16.00-18.00 mulai 3 Januari 2008 menggunakan Yahoo Messenger! dan milis

writeandplay@yahoogroups.com

Di samping Virtual Conference, kami juga sedang mempersiapkan website yang berisi segala hal yang berhubungan dengan penulisan skenario, seperti informasi tentang seminar dan kursus, wawancara dengan penulis skenario profesional, serta database skenario film panjang dan pendek Indonesia. Rencananya website ini akan diluncurkan awal tahun 2008.

Deskripsi Acara Serunya Scriptwriting Playgroup (Offline)

1. Pemutaran Film

Film yang diputar adalah film-film yang sinopsis atau skenarionya pernah didiskusikan di acara scriptwriting playgroup sebelumnya. Dalam sesi ini, sang pembuat film diminta tanggapan singkat mengenai perubahan skenario antara sebelum dan setelah datang ke "playgroup".

2. Script Doctor

Forum bersama-sama membahas skenario yang akan segera difilmkan dengan mendatangkan filmmaker yang nantinya menangani film tersebut, misalnya penulis, sutradara, kamerawan, produser, dan lain sebagainya.

3. Synopsis Competition

Forum membaca dan memberikan suara (voting) untuk sinopsis milik peserta kompetisi yang dianggap paling menarik. Sinopsis yang paling banyak dipilih memenangkan kompetisi dan pemilik sinopsis berhak menerima hadiah.

4. Charity Games

Peserta bersama-sama mengikuti permainan yang didesain untuk mengasah kreatifitas anggota dalam membuat cerita. Anggota yang beruntung akan mendapatkan hadiah berupa voucher yang tidak lazim seperti voucher tambal ban pinggir jalan, naik bajaj, beli sayur di penjual sayur keliling, ojek payung di rumah sakit, semir sepatu di terminal, dan lain sebagainya.

Apabila pemenang menukarkan voucher, diharapkan pemenang mendapatkan inspirasi ketika berada di tempat yang mungkin jarang dikunjunginya tersebut. Namun apabila pemenang tidak menukarkan vouchernya sampai batas waktu yang ditentukan, berarti uang tunai yang telah diserahkan panitia langsung menjadi milik rekanan kami (tukang sayur, semir sepatu, dll) tersebut.

Setiap bulannya Serunya Scriptwriting Playgroup akan mengangkat tema-tema yang kemudian menjadi kerangka acara yang diadakan bulan tersebut, misalnya Januari sebagai bulan pembaruan, Februari sebagai bulan cinta, Maret sebagai bulan sinema, April sebagai bulan perayaan, Mei sebagai bulan pemuda, Juli sebagai bulan anak, Agustus sebagai bulan kemerdekaan, Oktober sebagai bulan horor, November sebagai bulan pahlawan, dan Desember sebagai bulan kesehatan. Acara Offline Serunya Scriptwriting Playgroup dilaksanakan duamingguan setiap hari Minggu mulai 13 Januari 2008 pukul 15.00-17.30 di (ak.'sa.ra) Kemang, Jakarta.

Rekanan Serunya Scriptwriting Playgroup

Saat ini Serunya Scriptwriting Playgroup sedang menjalin kerjasama dengan:

1. Holiday Pictures Indonesia

Holiday Pictures Indonesia adalah komunitas film yang melakukan kegiatan produksi hanya pada masa liburan. Dengan adanya kerjasama ini, nantinya hasil karya tulis peserta Serunya Scriptwriting Playgroup yang dianggap memenuhi syarat akan difilmkan oleh komunitas yang telah berdiri sejak 6 Februari 2007 ini.

2. Akademi Samali

Salah satu kegiatan Akademi Samali adalah Klub Komik yang diadakan secara rutin setiap bulan di (ak.'sa.ra) Kemang Jakarta. Dengan adanya kerjasama ini, nantinya hasil karya tulis peserta Serunya Scriptwriting Playgroup yang dianggap memenuhi syarat akan diwujudkan dalam bentuk komik.

3. Boemboe

Boemboe adalah distributor film pendek yang memberikan tempat di kantornya bagi tim kreatif Serunya Scriptwriting Playgroup untuk berkumpul, berdiskusi, dan menghasilkan program-program menarik yang hasilnya bisa dinikmati banyak orang. Disamping membahas skrip secara intensif, fungsi tim kreatif juga menjadi agen yang menghubungkan penulis skenario dengan rumah produksi (PH), komunitas film, pembuat film, atau institusi lain yang membutuhkan tenaga kreatif untuk menghasilkan produk kreatif*)

4. (ak.'sa.ra) Kemang

Sejak lama toko buku ini dijadikan tempat diadakannya acara-acara hip anak muda Jakarta. Toko buku ini pulalah yang menjadi tempat diadakannya acara tatap muka (offline) Serunya Scriptwriting Playgroup secara reguler.

5. Penerbit buku

Serunya Scriptwriting Playgroup saat ini juga sedang dalam penjajakan kerjasama dengan beberapa penerbit buku nasional untuk menerbitkan karya tulis peserta Serunya Scriptwriting Playgroup dan artikel skenario yang ada di website kami.

10 alasan kamu gabung jadi peserta Serunya Sriptwriting Playgroup

1. Baca, bahas, dan dapet inspirasi dari skrip yang akan segera difilmkan

2. Nonton film-film yang cerita dan cara penyajiannya beda

3. Latian bikin cerita yang menarik dan disukai banyak orang

4. Bersenang-senang sambil beramal

5. Berteman dengan sesama pecinta penulisan skenario se-Indonesia

6. Menang kompetisi dan bawa pulang hadiah-hadiahnya

7. Latian nulis sinopsis unik dalam hitungan menit

8. Dapet pin, ID card, dan kartu nama unik yang dibuat khusus untuk kamu *)

9. Karena bertempat di (ak.'sa.ra), kamu bisa baca dan beli buku yang kamu disukai

10. ........ (kamu bisa isi bagian ini kalau udah gabung Serunya Scriptwriting Playgroup)

Komitmen Serunya Scriptwriting Playgroup

Serunya Scriptwriting Playgroup menghargai namun tidak akan mengangkat isu dan memihak salah satu gender, kepercayaan, adat istiadat, suku, dan partai politik. Meski demikian, kami akan membuka kemungkinan kompromi apabila isu-isu tersebut menjadi isi dari skenario yang dibahas atau film yang diputar dalam acara Serunya Scriptwriting Playgroup.

Syarat Keanggotaan Serunya Scriptwriting Playgroup

1. Turut mendukung kelancaran acara Serunya Scriptwriting Playgroup

2. Mengisi formulir keanggotaan Serunya Scriptwriting Playgroup (bisa melalui online)

3.Khusus untuk peserta offline:

• Membayar biaya pendaftaran Rp. 20.000 untuk mendapatkan pin, kartu keanggotaan, kartu nama, alas kertas, alat tulis, buku petunjuk yang didesain unik

• Membayar biaya keanggotaan Rp. 100.000 untuk 3 bulan

(dapatkan diskon 50% untuk 20 pendaftar pertama!). Pembayaran hanya dilakukan di tempat acara.

• DIHARAPKAN untuk tidak mengenakan pakaian berwarna gelap atau putih pada saat acara.

Gratis! bagi peserta yang baru pertama kali datang ke acara offline SSP.

4.Siap bersenang-senang ala Serunya Scriptwriting Playgroup!

Deskripsi singkat Pidisme

Pidisme

adalah badan usaha yang bergerak dibidang audio visual. Badan usaha yang dipimpin Perdana Kartawiyudha ini telah mengadakan kegiatan-kegiatan filmis, seperti Komunitas Hobi dengan nama "Klub Penulisan Skenario" dan Produksi Film dengan nama "Kartu Perdana Films".

Image

yang diciptakan Pidisme dalam produk-produk yang dihasilkannya adalah fun, creative, and playful. Oleh karena itu, mulai 1 Januari 2008, Klub Penulisan Skenario pun berubah konsep, manajerial, dan nama menjadi Serunya Scriptwriting Playgroup.

Kartu Perdana Films telah menghasilkan karya-karya film yang unik, antara lain Dunia Ini Panggung Sandiwara: Ceritanya Mudah Berubah (2005), Terlahir Beda (2006), trologi U! (2007), dan Hedone Palace (2007).

Pidisme berkomitmen untuk secara konsisten menjalankan program-program yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga "menyenangkan" sebanyak mungkin orang.

Perdana Kartawiyudha (Pidi)

Project Officer Serunya Scriptwriting Playgroup

pidisme@gmail.com

0813 100 335 24

*) syarat dan ketentuan berlaku

Jan 9, 2008

Agenda South to South Film Festival

Ada apa aja sih di StoS Film Festival

25 – 27 Januari 2008, Goethe-Institut Jakarta

Pameran Foto

"We Are Connected"

Pameran foto akan menampilkan potret-potret penghancuran kawasan sumber daya alam yang jarang atau bahkan tak pernah sampai ke ruang-ruang publik di kota, terutama yang terjadi di belahan selatan dunia. Foto-foto tersebut akan menghubungkan para penghuni kota, yang saat ini menjadi pemakai utama kayu, energi, perhiasan dan barang elektronik, dengan komunitas pedesaan yang menjadi tempat kayu ditebang, sawit ditanam, emas digali dan minyak dibor.

Pameran foto akan dilaksanakan pada hari Jum'at (jam 14.00 – 22.00), Sabtu dan Minggu (jam 10.30 – 22.00)

    Nonton Bareng

    "Vote for Live"

Sebanyak 11 film pendek dan 5 film panjang akan ditayangkan selama 3 hari, Jum'at – Minggu (25 – 27 Januari 2008).

Pada hari pertama (Jum'at, 25 Januari 2008) akan ditayangkan film Sipakapa Is Not for Sale yang bertutur tentang perjuangan masyarakat Sipakapa, Guatemala untuk menentukan masa depan kotanya, menerima atau menolak operasi tambang di wilayahnya lewat referendum.

Pada hari kedua (Sabtu, 26 Januari 2008) akan ditayangkan seri Film Pendek "Forest Series", yaitu Chained to Charcoal, Forest Fortune dan Wildlife's Worry. Dilanjutkan dengan Seri Film Pendek "Water Series", yaitu Fish of Fees, Niger, A Life Line, dan Teluk Jakarta Under Pressure. Film panjang yang diputar hariini adalah Penusa Tana dan Mahua Memoirs. Pemutaran film juga akan diselingi dengan Bincang-bincang bertemakan Vote for Life dan musik dari Cozy Street Corner.

Pada hari terakhir (Minggu, 27 Januari 2008) akan ditayangkan film-film yang berkaitan dengan perubahan iklim, yaitu Laut yang Tenggelam, The Pampas, Jonathan Brown, The Fridge, The Last Boy Riding, dan Suit Utik. Tak ketinggalan film Too Hot Not To Handle akan menutup festival ini. Pemutaran film juga akan diselingi dengan Bincang-bincang bertemakan We Are Connected serta musik asyik dari Seven Soul.

Bincang-Bincang

Bincang-Bincang dilakukan untuk mengajak publik mengenali masalah yang terkait dengan eksploitasi sumber daya alam dan dampaknya bagi masyarakat, baik di hulu maupun di hilir, serta perubahan iklim.

Narasumber terpilih, mulai dari artis, film maker, aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, dan anggota parlemen akan menjadi narasumber untuk membedah permasalahan tersebut.

Musik Asyik

Musik tidak dapat dipisahkan dengan film. Dalam festival ini, pengunjung akan disuguhi dengan musik-musik jazz, seperti Tika, Cozy Street Corner dan Seven Soul yang akan disajikan di sela-sela pemutaran film.

Lomba Poster dan Puisi

Pengunjung dapat menyampaikan gagasan dan ekspresi atas persoalan seputar pengelolaan sumber daya alam yang mendesak untuk diurus oleh penguasa ke depan dalam lomba puisi dan poster bertemakan "Pesan untuk Presiden 2009 – 2014". Puisi dan poster terbaik akan mendapatkan piagam dan hadian dari panitia

Jadi tunggu apa lagi...??

Datang dan ajak kawan-kawanmu ke South to South Film Festival

25 – 27 Januari 2008 di Goethe-Institut Jakarta


Undangan dari Sindangbarang: Seren Taun Guru Bumi

Sampurasun,
Pupuhu Kampung Budaya Sindangbarang, Pasir Eurih, Bogor mengundang Bapak/Ibu/Sdr untuk hadir pada acara:

SEREN TAUN GURU BUMI
Hari/Tanggal:
Rabu-Minggu, 23 - 27 Januari 2008

Tempat:
Kampung Budaya Sindangbarang, Pasir Eurih, Bogor
Susunan Acara
Rabu, 23 Januari 2008
Jiarah ¡V Makam Mama H. Ali
- Makam Embah Jamaka
- Makam Mama H. Abdullah
Makam Abah Lurah Etong
Kamis, 24 januari 2008
Pembukaan Bakti Sosial dan Do¡¦a
- Proses Khitanan masal (Sudat: salah satu acara mengawali Seren Taun Guru Bumi)
Jumat, 25 Januari 2008
Mengambil air dari 7 mata air (Cai Kukulu)
Upacara Pembukaan Seren Taun (Ngangkat)
Siraman Rohani dalam rangka 1 Muharam
Do¡¦a
Sabtu, 26 Januari 2008
Ijab
Sedekah kue (meupeus Kue)
Ngarak Munding (Pelen) untuk disembelih
Penyembelihan Munding
Sedekah daging
Acara hiburan panggung
Hiburan Umum
Kecapi pantun Buhun
Minggu, 27 Januari 2008
Persiapan ngarak Dongdang
Helaran kesenian menuju kampung budaya
Acara inti upacara adat Seren Taun:
- Upacara Majikeun Pare
- Sambutan - sambutan
- Persembahan tarian masal oleh padepokan
- Doa bersama oleh saksi adat

Berebut isi Dongdang

Hiburan Umum
Hiburan lanjutan
Kami mengundang Anda!

Warga Sindangbarang menyambut para tamu, rombongan tamu akan dipersilakan untuk menginap di rumah warga setelah mendaftar pada panitia.

Terima kasih atas perhatian Anda.
Salam Hormat,

Pupuhu
Ama Maki

Kontak:
Karbet 0859 2163 6414
Agi 0813 1660 3534
salam,
agni

Jan 5, 2008

Undangan diskusi: Kenapa Leonardo?

UNDANGAN DISKUSI

KENAPA LEONARDO?


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia mengadakan diskusi sehubungan dengan pertunjukan "KENAPA LEONARDO?" yang akan digelar oleh TEATER KOMA, 11-25 Januari 2008 di GBB-TIM. Diskusi ini menghadirkan EVALD FLISAR dari Slovenia sebagai pengarang dari lakon ini.

Diskusi akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal : Senin, 14 Januari 2008

Waktu : pukul 13.00 wib

Tempat : Gedung 4, Ruang 4101 – FIB UI

Sedikit ringkasan dalam naskah KENAPA LEONARDO? adalah pertarungan antara neurologi, psikologi dan politik. Saat hukum kasualitas tak lagi berlaku dan kita kehilangan kemampuan untuk saling menghargai, itulah kengerian bagi dunia. Jati diri setiap individu masa kini, kian dikurung oleh beragam tuntutan yang semakin sukar dipenuhi. Sementara itu, keadaan dan kondisi di sekitar, sangat tidak mendukung. Akibatnya, jiwa pun berangsur sakit. Masyarakat yang juga sakit, merupakan akibat lebih jauh. Lakon ini bisa menjadi wadah untuk mempertimbangkan, akankah terus jadi penonton, atau tersadar sejak dini? Korbankah kita atau malah kita sendiri penyebabnya?

· Tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum.

· Konteks diskusi dalam bahasa Inggris.

Salam,

Ratna Riantiarno

Jan 2, 2008

Anak jalanan dilindungi negara!

Jakarta Centre for Street Children (JCSC)
Alamat kantor: Jl. Pemuda II No.20 RT.12 RW.02 Rawamangun Pulogadung Jakarta Timur 13220; Telp.081382917852 (Heru); Email: jcsc.indo@gmail.com;

Surat Terbuka
Anak Jalanan Dilindungi Negara!
Perda DKI Jakarta No.8/2007 tentang Ketertiban Umum Mencederai Hak-hak Anak-anak Jalanan
No : 04/SK-JCSC/XII/2007.
Lamp : -
Jakarta, 18 Desember 2007.
&nbp;
Kepada Yth,
Bapak Mardiyanto
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Di tempat.
Anak yang bekerja di jalan atau yang biasa disebut “anak jalanan” bukan sekadar realita sosial dampak dari kemiskinan atau peniadaan asuh layak dari orang tua mereka. Lebih dari itu. Realita sosial anak jalanan ini mengungkap sistem sosial disorganis dari suatu organisasi besar yang bernama Negara. Adanya anak jalanan menandakan bahwa pengelolaan Negara dalam mensejahterakan rakyatnya dinilai begitu gagal dan abai tercela karena anak merupakan unit kelompok terkecil dalam masyarakat. Pengabaian hak-hak anak sampai pada adanya anak yang hidup dan atau atau bekerja di jalan merupakan bentuk pengingkaran terbesar atas hak-hak manusia yang harus dipenuhi Negara terhadap rakyatnya.
Sementara tujuan konstitusi yang ingin memartabatkan kehidupan rakyat Indonesia sampai saat ini hanya cita-cita tanpa arah program kerja yangmengakar atau dirasakan nyata dan jelas dari Pemerintah. Program-program yang ada untuk anak-anak jalanan kurang mengakomodir kebutuhan psiko-sosial-ekonomi sebagian besar anak jalanan di Jabodetabek yang sampai saat ini mencapai sekitar 80 ribu anak.
Kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya, lebih menitikberatkan penertiban dan penangkapan anak jalanan dibandingkan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang layak. Kalau pun ada kebijakan pemberdayaan bagi anak-anak jalanan, di tingkatan implementasi tidak pernah terlaksana dengan baik. Bahkan, tidak ada sama sekali.
Hasil pendampingan anak-anak jalanan di Jakarta yang dilakukan oleh Jakarta Centre for Street Children (JCSC) menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak jalanan mendapatkan perlakuan tindak kekerasan yang dilakukan aparat Polisi Pamong Praja ketika melakukan operasi penertiban. Pemerasan, perampasan, pemukulan, pelecehan seksual, pemerkosaan, bahkan penganiayaan hingga meninggal dunia, seperti alm. Irfan Maulana, empatbelas tahun, yang bekerja menjadi joki “three in one” oleh sembilan Polisi Pamong Praja (Pol. PP), seringkali diterima oleh anak jalanan. Tindak kekerasan ini tidak pernah dipidanakan, justru dilindungi oleh Pemerintah DKI Jakarta beserta jajarannya.
Anak jalanan beserta kelompok warga miskin lainnya yang hidup di Jakarta mendapatkan lebelisasi sebagai kelompok yang berpenyakit kesejahteraan berada di dalam ruang sosial kota. Selain itu, adanya perda ketertiban umum No.11 tahun 1988 dan direvisi menjadi No.8 tahun 2008 menjadi legitimasi dan justifikasi bagi aparat Pemrov untuk mengebiri hak-hak anak jalanan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya. Hal ini menandakan bahwa Pemrov DKI Jakarta telah mengabaikan perlindungan hak-hak anak yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, kami dari JCSC beserta kelompok anak-anak jalanan di Jakarta menolak pemberlakuan Perda No.8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum wilayah DKI Jakarta karena sebagai berikut:
1. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya:
a. UUD Pasal 27 ayat (2) yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”;Pasal 28A menyatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”; Pasal 28D ayat (2) menyatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja"; Pasal 28H menyatakan bahwa “(1). Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan; (2). Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan’’. Dan Pasal 34 menyatakan bahwa “(1). Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”; “(2). Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”.
b. Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui UU No. 11 Tahun 2005, Pasal 6 menyatakan bahwa “(1). Negara Pihak dari Kovenan ini mengakui hak atas pekerjaan, termasuk hak semua orang atas kesempatan untuk mencari nafkah melalui pekerjaan yang dipilih atau diterimanya secara bebas, dan akan mengambil langkah-langkah yang memadai guna melindungi hak ini; (2). Langkah-langkah yang akan diambil oleh Negara Pihak pada Kovenan ini untuk mencapai perwujudan hak ini sepenuhnya, harus meliputi juga bimbingan teknis dan kejuruan serta program-program pelatihan, kebijakan, dan teknik-teknik untuk mencapai perkembangan ekonomi, sosial dan budaya yang mantap serta lapangan kerja yang penuh dan produktif, dengan kondisi-kondisi yang menjamin kebebasan politik dan ekonomi yang mendasar bagi perorangan’'; Pasal 11 ayat (1) menyatakan bahwa “Negara Pihak pada Kovenan ini mengakui hak setiap orang atas standar kehidupan yang layak baginya dan keluarganya, termasuk pangan, sandang dan perumahan, dan atas perbaikan kondisi hidup terus menerus. Negara Pihak akan mengambil langkah-langkah yang memadai untuk menjamin perwujudan hak ini dengan mengakui arti penting kerjasama internasional yang berdasarkan kesepakatan sukarela”.
c. Konvenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No. 12 tahun 2005 tentang Hak-hak Sipil dan Politik, Pasal 1 menyatakan bahwa “Semua bangsa berhak untuk menentukan nasib sendiri. Berdasarkan hak tersebut mereka bebas untuk menentukan status politik mereka dan bebas untuk mengejar kemajuan ekonomi, sosial dan budaya mereka.”; Pasal 12 menyatakan bahwa “Setiap orang yang secara sah berada dalam wilayah suatu Negara, berhak atas kebebasan untuk bergerak dan kebebasan untuk memilih tempat tinggalnya dalam wilayah tersebut.”; Pasal 24 menyatakan bahwa, “Setiap anak berhak untuk mendapat hak atas langkah-langkah perlindungan karena statusnya sebagai anak di bawah umur, terhadap keluarga, masyarakat dan Negara tanpa diskriminasi berdasarkan ras, warna, jenis kelamin, bahasa, agama, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan atau kelahiran.”; dan Pasal 26 menyatakan bahwa “Semua orang berkedudukan sama di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun. Dalam hal ini hukum harus melarang diskriminasi apapun, dan menjamin perlindungan yang sama dan efektif bagi semua orang terhadap diskriminasi atas dasar apapun seperti ras, warna, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lain.”
d. Konvenan Internasional tentang Hak Anak yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 4 menyatakan bahwa “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”; Pasal 8 menyatakan bahwa “Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.”; Pasal 15 ayat (d) menyatakan bahwa “Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan.”; Pasal 16 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.”; ayat (2) menyatakan bahwa “Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum.”; dan ayat (3) menyatakan bahwa “Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.”; Pasal 17 menyatakan bahwa “Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk: ayat (a) mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang dewasa; ayat (b) memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya hukum yang berlaku; dan ayat (c) membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak memihak dalam sidang tertutup untuk umum.”; Pasal 18 menyatakan bahwa “Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya.”; Pasal 21 menyatakan bahwa “Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental”; Pasal 55 ayat (1) menyatakan bahwa “Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar, baik dalam lembaga maupun di luar lembaga.
e. UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 5 ayat (3) menyatakan dengan tegas bahwa “Setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya”; Pasal 9 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya; Pasal 38 menyatakan bahwa “(1).Setiap warga negara, sesuai dengan bakat, kecakapan, dan kemampuan, berhak atas pekerjaan yang layak; (2). Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan yang adil”;
f. UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 28 ayat (a) menyatakan bahwa “Kepala daerah dan wakil kepala daerah dilarang membuat keputusan yang secara khusus memberikan keuntungan bagi diri, anggota keluarga, kroni, golongan tertentu atau kelompok politiknya, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, merugikan kepentingan umum, dan meresahkan sekelompok masyarakat, atau mendiskriminasikan warga negara dan/atau golongan masyarakat lain”; Pasal 136 ayat (4) menyatakan bahwa “Perda sebagaimana yang dimaksud ayat (1) dilarang bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi”; Pasal 139 menyatakan bahwa “(1). Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan Perda; (2). Persiapan pembentukan, pembahasan, dan pengesahan rancangan Perda berpedoman kepada peraturan perundang-undangan”; Pasal 145 ayat (2) menyatakan bahwa “Perda sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) yang bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dapat dibatalkan oleh pemerintah”.
g. UU No. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Pasal 53 menyatakan bahwa “Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan undang-undang dan rancangan peraturan daerah”;
2. nya.
3. Substansinya implisit dan eksplisit tidak mengindahkan keadilan sosial, justru diskriminatif dan represif, bernuansa memusuhi dan memerangi rakyat miskin karena perda ini selain mengancam keberadaan dan tempat tinggal rakyat miskin, juga sumber panghasilan informal, seperti pengamen, pemulung, PKL, pengayuh becak, pengemis, pengelap mobil, ojek sepeda dan motor, bemo dan bajaj, dokar, transportasi sungai, tukang parkir, joki three in one, dan berbagai bentuk kreatif sumber penghasilan lainnya sebagai upaya untuk bertahan hidup dan pemenuhan kebutuhan yang seharusnya pemerintah terlebih dahulu mewujudkan jaminan sosial yang riil dan merata kepada rakyat miskin sebagai suatu kewajiban Negara terhadap rakyatnya. Tidak hanya itu, rakyat miskin ditutup akses interaksi sosial-ekonomi dari masyarakat kelas menengah-keatas sama saja dengan membunuh rakyat miskin perlahan. Pada konteks ini, rakyat miskin ditempatkan secara formal sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial mengartikan bahwa rakyat miskin sumber masalah ketidakteraturan atau ketidaktertiban sosial di kota Jakarta sehingga layak ditangkap, ditahan, dan diusir dari ibu kota Jakarta.
4. Membuka peluang yang lebih lapang bagi pemerintah provinsi DKI Jakarta beserta aparaturnya melakukan tindak kekerasan, penyiksaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang selama ini sering digunakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap anak jalanan dan kelompok rakyat miskin lainnya. Selain itu, membuka peluang praktik suap, pungutan liar, dan model korupsi lainnya dari penyidik, yakni Pegawai Negeri Sipil dan Satpol PP, bahkan Gubernur.
5. Tidak menjamin perlindungan hak-hak anak-anak yang hidup dan bekerja di jalan karena hanya berisi larangan-larangan dan hukuman, bukan solusi ketertiban kota dan juga bagaimana mengatasi persoalan anak-anak yang bekerja di jalan, seperti program pemberdayaan. Prakteknya, anak-anak jalanan ditangkapi represif, ditahan bersama orang-orang dewasa dengan pelayanan kebutuhan dasar yang minim, dan dipulangkan semena-mena ke daerah asal menurut aparat. Dalam perda ini tidak ada pengaturan dan kewajiban yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta aparaturnya sebagaimana diatur dalam undang-undang lainnya.
Demikianlah surat ini kami buat. Atas perhatian dan kesediaan Bapak beserta jajaran Depdagri mengkaji Perda No.8 tahun 2008 tentang Ketertiban Umum DKI Jakarta guna membatalkan pemberlakuan perda ini, kami mengucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Heru Suprapto
Pengurus Harian JCSC
Kunjungi web blog kami di http://www.jcsc-indonesia.blogspot.com

Pernyataan sikap Front Mahasiswa Nasional

PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL
JL. Rawasari No 34 B. Rt 11/ RW 09,
Cempaka Putih-Jakarta Pusat, 10570
Email : pimpinanpusat_fmn@yahoo.com
kontak person : +62 815 5363 3082 (Ridwan Lukman)

----------------------------------------------
Nomor : 096/B/PP-FMN/I/2008
Hal : Pernyataan Sikap
Lamp. : Kronologi

Mengecam Tindakan semena-mena Aparat Tramtib dan Aparat Kepolisian Jakarta Pusat yang Membubarkan Aksi Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Korban Banjir Jawa Timur

Salam Demokrasi!

Tindakan semena-mena dan anti demokrasi kembali ditunjukkan pemerintahan SBY-Kalla terhadap gerakan mahasiswa. Senin (31/12/07), Front Mahasiswa Nasional (FMN) melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk korban banjir Jawa Timur (Jatim) di sekitar kawasan bunderan HI dan Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat dan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat FMN Ridwan Lukman. Rencananya aksi penggalangan dana ini akan dimulai pukul 18.30 dan diakhiri pukul 22.00 WIB. Hal ini sendiri telah kita diberitahukan kepada petugas kepolisian yang sedang bertugas dan satuan polisi lalu lintas yang ada.

Namun baru sekitar satu setengah jam kegiatan ini dilakukan (pukul 20.00), tiba-tiba datang aparat tramtib kemudian mengambil paksa spanduk penggalangan dan bendera FMN bahkan berupaya mengambil kotak sumbangan yang kita miliki. Bahkan ada upaya untuk menahan beberapa anggota FMN yang saat itu sedang berada di posko pusat sekitar lampu merah depan gedung ABN-AMRO. Pihak aparat Tramtib ini dipimpin oleh petugas bernama Sumiono dengan dengan 7 aparat satpol PP dan 2 anggota kepolisian.

Alasan pembubaran kegiatan ini cukup dibuat-buat dengan dalih tidak sesuai prosedur seperti izin, kawasan VVIP, dilakukan malam hari dan sebagainya. Tapi jika memang demikian, kenapa sejak awal aparat kepolisian yang bertugas tidak melerai kegiatan yang kami lakukan? Kenapa justru sudah separuh jalan baru dilarang? Toh ini juga bukan kegiatan demonstrasi. Kemudian terjadi negoisasi yang alot dan keras antara FMN dengan petugas Tramtib dan aparat kepolisian yang ada. Petugas Tramtib tetap bersikukuh dengan keputusannya dengan gayanya yang congkak “bahwa kalian telah melanggar peraturan titik!” Sementara aparat kepolisian yang ada justru memperkeruh suasana dengan alasan-alasan tidak tahu menahu. Ketika kami mencoba meminta kembali bendera dan spanduk, pihak kepolisian malah lempar tanggung jawab, “tanyakan saja kepada aparat Tramtib tersebut.” Kami pun coba menegoisasikan kembali dengan pihak tramtib, tetapi dia tetap keras kepala.

Yang cukup membuat kami tidak menerima perlakuan semena-mena aparat tramtib dan kepolisian ini, seolah-olah kami adalah kriminal yang patut ditangkap. Padahal kegiatan yang kami lakukan bukan tindakan kriminal bahkan sebuah tindakan yang sangat manusiawi (humanis). Tatkala orang bersiap-siap untuk hura-hura menikmati malam tahun baru, masih ada orang yang mau bersolidaritas membantu saudara-saudaranya yang menjadi korban banjir akibat kepongahan dan ketidakbecusan pemerintah SBY-Kalla.

Berdasarkan hal tersebut, kami terpaksa menghentikan kegiatan kami dan bersepakat untuk tetap membantu warga korban banjit dengan tetap terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan di kampus-kampus. Sebagai informasi, FMN telah mendirikan Posko Kemanusiaan di Padangan dan Bojonegoro Kota di Kabupaten Bojonegoro Jatim. Berdasarkan informasi yang kami terima, bantuan masih sangat terbatas. Kebutuhan-kebutuhan seperti beras, mie instan, minyak, dapur umum, obat-obatan sangat dibutuhkan. Harga-harga melonjak hingga 200 persen, mulai terjadi penjarahan dan transportasi keluar dan masuk ke Bojonegoro terhambat.

Kejadian ini sekali lagi menunjukkan watak dari pemerintah SBY-Kalla yang anti rakyat dan anti demokrasi. Menunjukkan bahwa aparat tramtib dan aparat kepolisian tidak lain adalah mesin-mesin kekerasan untuk menindas rakyat dan perjuangan rakyat. Berdasarkan hal tersebut, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) menyatakan sikap :

1. Mengecam dengan keras tindakan semena-mena aparat tramtib dan kepolisian Jakarta Pusat yang membubarkan aksi penggalangan dana kemanusiaan FMN untuk korban banjir Jatim pada 31 Desember 2007
2. Menuntut dibubarkannya Trambtib dan Satpol PP karena tidak berguna apa-apa selain sebagai “tukang gusur” dan “tukang palak”
3. Mengajak seluruh elemen gerakan massa di Indonesia untuk mengulurkan tenaga dan bantuan untuk membantu korban banjir di berbagai daerah yang telah ditelantarkan oleh rejim SBY-Kalla

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Mari bantu saudara-saudara kita, jadilah sahabat rakyat! Maju terus perjuangan massa melawan dominasi imperialisme dan rejim boneka dalam negeri, SBY-Kalla!

Jakarta, 1 Januari 2008

Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Sekretaris Jenderal
Ridwan Lukman

WWF dan Digital Studio gelar kompetisi blog

WWF dan Digital Studio menyelenggarakan KOMPETISI BLOG tingkat nasional dengan tema PEMANASAN GLOBAL! Tagline nya "HOT BLOG FOR COOL EARTH". Kompetisi berhadiah total belasan juta rupiah ini terbuka untuk pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa sampai masyarakat umum.

Agar info Kompetisi ini terdengar secara merata dari Aceh sampai Merauke, kami meminta bantuan teman2 sekalian untuk secara volunteer membantu WWF menyebarkan poster Kompetisi ini di kota Anda. Poster bisa ditempel di SD, SMP, SMA, kampus, gedung perkantoran, tempat kursus, tempat fitnes atau tempat2 publik lainnya.

Bagi yang berminat, silakan kirim email ke: nmariza@wwf.or.id (Nazla) email saya disertai nama lengkap dan alamat kirim yang jelas dengan kode pos. Sebutkan juga Anda butuh berapa poster dan akan ditempel dimana saja.

Kami tunggu email teman2 sekalian. Terima kasih atas bantuannya untuk mensuskeskan kompetisi dan kampanye ini.

Salam

WWF-Indonesia
Kantor taman A9, Unit A-1
Jl. Mega Kuningan Lot 8-9/A9
Mega Kuningan
Jakarta 12950
Phone: +62 21 5761070 Ext. 606
Fax: +62 21 5761080
nmariza@wwf.or.id
www.wwf.or.id ( http://www.wwf.or.id/ )
www.akusayang.com ( http://www.akusayang.com/ )

Perhumas

Ingin mengenal Perhumas secara lebih dekat?

Silakan hubungi:

Sekretariat Perhumas
Gedung Patra Jasa, Lantai 17, Suite 1709,
Jalan Gatot Subroto Kav 32-34,
Jakarta 12950

Phone/Fax : 021-52900231-232
email : ira_zxcv@yahoo.com, sekretariat@perhumas.or.id