Jan 9, 2008

Agenda South to South Film Festival

Ada apa aja sih di StoS Film Festival

25 – 27 Januari 2008, Goethe-Institut Jakarta

Pameran Foto

"We Are Connected"

Pameran foto akan menampilkan potret-potret penghancuran kawasan sumber daya alam yang jarang atau bahkan tak pernah sampai ke ruang-ruang publik di kota, terutama yang terjadi di belahan selatan dunia. Foto-foto tersebut akan menghubungkan para penghuni kota, yang saat ini menjadi pemakai utama kayu, energi, perhiasan dan barang elektronik, dengan komunitas pedesaan yang menjadi tempat kayu ditebang, sawit ditanam, emas digali dan minyak dibor.

Pameran foto akan dilaksanakan pada hari Jum'at (jam 14.00 – 22.00), Sabtu dan Minggu (jam 10.30 – 22.00)

    Nonton Bareng

    "Vote for Live"

Sebanyak 11 film pendek dan 5 film panjang akan ditayangkan selama 3 hari, Jum'at – Minggu (25 – 27 Januari 2008).

Pada hari pertama (Jum'at, 25 Januari 2008) akan ditayangkan film Sipakapa Is Not for Sale yang bertutur tentang perjuangan masyarakat Sipakapa, Guatemala untuk menentukan masa depan kotanya, menerima atau menolak operasi tambang di wilayahnya lewat referendum.

Pada hari kedua (Sabtu, 26 Januari 2008) akan ditayangkan seri Film Pendek "Forest Series", yaitu Chained to Charcoal, Forest Fortune dan Wildlife's Worry. Dilanjutkan dengan Seri Film Pendek "Water Series", yaitu Fish of Fees, Niger, A Life Line, dan Teluk Jakarta Under Pressure. Film panjang yang diputar hariini adalah Penusa Tana dan Mahua Memoirs. Pemutaran film juga akan diselingi dengan Bincang-bincang bertemakan Vote for Life dan musik dari Cozy Street Corner.

Pada hari terakhir (Minggu, 27 Januari 2008) akan ditayangkan film-film yang berkaitan dengan perubahan iklim, yaitu Laut yang Tenggelam, The Pampas, Jonathan Brown, The Fridge, The Last Boy Riding, dan Suit Utik. Tak ketinggalan film Too Hot Not To Handle akan menutup festival ini. Pemutaran film juga akan diselingi dengan Bincang-bincang bertemakan We Are Connected serta musik asyik dari Seven Soul.

Bincang-Bincang

Bincang-Bincang dilakukan untuk mengajak publik mengenali masalah yang terkait dengan eksploitasi sumber daya alam dan dampaknya bagi masyarakat, baik di hulu maupun di hilir, serta perubahan iklim.

Narasumber terpilih, mulai dari artis, film maker, aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, dan anggota parlemen akan menjadi narasumber untuk membedah permasalahan tersebut.

Musik Asyik

Musik tidak dapat dipisahkan dengan film. Dalam festival ini, pengunjung akan disuguhi dengan musik-musik jazz, seperti Tika, Cozy Street Corner dan Seven Soul yang akan disajikan di sela-sela pemutaran film.

Lomba Poster dan Puisi

Pengunjung dapat menyampaikan gagasan dan ekspresi atas persoalan seputar pengelolaan sumber daya alam yang mendesak untuk diurus oleh penguasa ke depan dalam lomba puisi dan poster bertemakan "Pesan untuk Presiden 2009 – 2014". Puisi dan poster terbaik akan mendapatkan piagam dan hadian dari panitia

Jadi tunggu apa lagi...??

Datang dan ajak kawan-kawanmu ke South to South Film Festival

25 – 27 Januari 2008 di Goethe-Institut Jakarta


No comments: