Jan 2, 2008

Pernyataan sikap Front Mahasiswa Nasional

PIMPINAN PUSAT
FRONT MAHASISWA NASIONAL
JL. Rawasari No 34 B. Rt 11/ RW 09,
Cempaka Putih-Jakarta Pusat, 10570
Email : pimpinanpusat_fmn@yahoo.com
kontak person : +62 815 5363 3082 (Ridwan Lukman)

----------------------------------------------
Nomor : 096/B/PP-FMN/I/2008
Hal : Pernyataan Sikap
Lamp. : Kronologi

Mengecam Tindakan semena-mena Aparat Tramtib dan Aparat Kepolisian Jakarta Pusat yang Membubarkan Aksi Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk Korban Banjir Jawa Timur

Salam Demokrasi!

Tindakan semena-mena dan anti demokrasi kembali ditunjukkan pemerintahan SBY-Kalla terhadap gerakan mahasiswa. Senin (31/12/07), Front Mahasiswa Nasional (FMN) melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk korban banjir Jawa Timur (Jatim) di sekitar kawasan bunderan HI dan Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat dan dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat FMN Ridwan Lukman. Rencananya aksi penggalangan dana ini akan dimulai pukul 18.30 dan diakhiri pukul 22.00 WIB. Hal ini sendiri telah kita diberitahukan kepada petugas kepolisian yang sedang bertugas dan satuan polisi lalu lintas yang ada.

Namun baru sekitar satu setengah jam kegiatan ini dilakukan (pukul 20.00), tiba-tiba datang aparat tramtib kemudian mengambil paksa spanduk penggalangan dan bendera FMN bahkan berupaya mengambil kotak sumbangan yang kita miliki. Bahkan ada upaya untuk menahan beberapa anggota FMN yang saat itu sedang berada di posko pusat sekitar lampu merah depan gedung ABN-AMRO. Pihak aparat Tramtib ini dipimpin oleh petugas bernama Sumiono dengan dengan 7 aparat satpol PP dan 2 anggota kepolisian.

Alasan pembubaran kegiatan ini cukup dibuat-buat dengan dalih tidak sesuai prosedur seperti izin, kawasan VVIP, dilakukan malam hari dan sebagainya. Tapi jika memang demikian, kenapa sejak awal aparat kepolisian yang bertugas tidak melerai kegiatan yang kami lakukan? Kenapa justru sudah separuh jalan baru dilarang? Toh ini juga bukan kegiatan demonstrasi. Kemudian terjadi negoisasi yang alot dan keras antara FMN dengan petugas Tramtib dan aparat kepolisian yang ada. Petugas Tramtib tetap bersikukuh dengan keputusannya dengan gayanya yang congkak “bahwa kalian telah melanggar peraturan titik!” Sementara aparat kepolisian yang ada justru memperkeruh suasana dengan alasan-alasan tidak tahu menahu. Ketika kami mencoba meminta kembali bendera dan spanduk, pihak kepolisian malah lempar tanggung jawab, “tanyakan saja kepada aparat Tramtib tersebut.” Kami pun coba menegoisasikan kembali dengan pihak tramtib, tetapi dia tetap keras kepala.

Yang cukup membuat kami tidak menerima perlakuan semena-mena aparat tramtib dan kepolisian ini, seolah-olah kami adalah kriminal yang patut ditangkap. Padahal kegiatan yang kami lakukan bukan tindakan kriminal bahkan sebuah tindakan yang sangat manusiawi (humanis). Tatkala orang bersiap-siap untuk hura-hura menikmati malam tahun baru, masih ada orang yang mau bersolidaritas membantu saudara-saudaranya yang menjadi korban banjir akibat kepongahan dan ketidakbecusan pemerintah SBY-Kalla.

Berdasarkan hal tersebut, kami terpaksa menghentikan kegiatan kami dan bersepakat untuk tetap membantu warga korban banjit dengan tetap terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan di kampus-kampus. Sebagai informasi, FMN telah mendirikan Posko Kemanusiaan di Padangan dan Bojonegoro Kota di Kabupaten Bojonegoro Jatim. Berdasarkan informasi yang kami terima, bantuan masih sangat terbatas. Kebutuhan-kebutuhan seperti beras, mie instan, minyak, dapur umum, obat-obatan sangat dibutuhkan. Harga-harga melonjak hingga 200 persen, mulai terjadi penjarahan dan transportasi keluar dan masuk ke Bojonegoro terhambat.

Kejadian ini sekali lagi menunjukkan watak dari pemerintah SBY-Kalla yang anti rakyat dan anti demokrasi. Menunjukkan bahwa aparat tramtib dan aparat kepolisian tidak lain adalah mesin-mesin kekerasan untuk menindas rakyat dan perjuangan rakyat. Berdasarkan hal tersebut, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) menyatakan sikap :

1. Mengecam dengan keras tindakan semena-mena aparat tramtib dan kepolisian Jakarta Pusat yang membubarkan aksi penggalangan dana kemanusiaan FMN untuk korban banjir Jatim pada 31 Desember 2007
2. Menuntut dibubarkannya Trambtib dan Satpol PP karena tidak berguna apa-apa selain sebagai “tukang gusur” dan “tukang palak”
3. Mengajak seluruh elemen gerakan massa di Indonesia untuk mengulurkan tenaga dan bantuan untuk membantu korban banjir di berbagai daerah yang telah ditelantarkan oleh rejim SBY-Kalla

Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Mari bantu saudara-saudara kita, jadilah sahabat rakyat! Maju terus perjuangan massa melawan dominasi imperialisme dan rejim boneka dalam negeri, SBY-Kalla!

Jakarta, 1 Januari 2008

Pimpinan Pusat
Front Mahasiswa Nasional


Sekretaris Jenderal
Ridwan Lukman

No comments: