Feb 17, 2008

Restoran TeSate gelar demo membuat mainan dari janur



Tradisi seni budaya warisan nenek moyang yang nyaris dilupakan masyarakat

Untuk lebih menghidupkan tradisi warisan nenek moyang yang nyaris dilupakan masyarakat, Restoran TeSate menggelar demo membuat mainan yang terbuat dari janur. Seorang pengkriya janur bernama Jaja Budiatin mempertontonkan kebolehannya di Restoran TeSate selama tiga jam lamanya, sejak pukul 11.30 hingga 14.30 WIB. Demo berlangsung pada hari Minggu, 17
Februari 2008 lalu. Pria Betawi berusia 26 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai tenaga lepas di sebuah sanggar pengantin milik Pak Suparmin yang berlokasi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini, Jaja memeragakan cara pembuatan "oncer" (ragam hiasan untuk tenda pesta), ayam-ayaman, bintang, payung, trompet, keris, anyaman tikar, keris, bandul, rantai, burung merak, perahu layar, dan lainnya. Sebagai selingan, Jaja juga dengan terampilnya merangkai janur untuk pembungkus makanan tradisional khas Indonesia, yaitu ketupat (berisi beras) dan lepet (berisi ketan).

"Kami ingin lebih memasyarakatkan kerajinan rakyat yang nyaris punah dengan menggelar demo yang langka bagi masyarakat perkotaan ini," tutur konsultan humas Restoran TeSate, Radityo Djadjoeri. "Selama hampir sebulan lamanya kami mencari pengkriya janur di pelosok Jakarta, dan akhirnya kami temukan Jaja Budiatin yang punya talenta," jelas Radityo.

Sejak zaman dahulu kala, pohon kelapa banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari akar, batang, daun, kembang hingga buahnya. Salah satu bagian dari pohon kelapa tersebut adalah janur, daun muda yang berwarna kekuningan bersemu kehijauan. Kegiatan merangkai janur adalah salah satu tradisi peninggalan nenek moyang kita yang hingga kini masih bertahan, khususnya bagi masyarakat di Tanah Jawa dan Pulau Dewata.

Walau peradaban kian modern, sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi turun temurun peninggalan nenek moyang ini. Sebagai bagian dari adat istiadat warisan seni budaya masa lalu, hiasan janur kerap dipakai untuk berbagai acara kemasan tradisional, seperti pesta pernikahan, upacara adat, dan kegiatan sakral lainnya.

Selain merangkai janur, kegiatan mingguan yang akan digelar secara berkala di Restoran TeSate adalah demo membuat kue serabi, kue coro bikang, kerak telur, membatik dan lainnya.


Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:

Radityo Djadjoeri
Mobile: 0817-9802250
E-mail: mediacare@cbn.net.id, mediacare@yahoo.com

Restoran TeSate
Plaza Senayan lantai 4 unit CP 411
(Cinema XXI Complex)
Jl. Asia Afrika, Jakarta 10270

No comments: