May 17, 2008

Ikuti "Lomba Foto Bango" di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

Ikuti "Lomba Foto Bango" di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

"Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango"

Memperebutkan Total Hadiah Senilai Rp 80,000,000!











Pengantar

Dalam rangka pelaksanaan Festival Jajanan Bango 2008 (FJB 08), Bango yang menjadi merk kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar lomba penulisan artikel, lomba foto, lomba ngeblog, dan entry baru yaitu lomba video dokumenter. Penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa kreatif ini merupakan salah satu segmen acara dari road show FJB 08 yang tahun ini digelar di 3 kota yaitu Surabaya, Bandung, dan Jakarta - berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2008 mendatang. Sebanyak 8 (delapan) kota lain mengirimkan wakilnya, yaitu para penjaja makanan, sebagai Duta Bango. Digelarnya FJB tahun ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Bango ke-80, dimana kecap ini telah hadir di Indonesia sejak 1928.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para jurnalis (pewarta), fotografer, bloggers, video makers dan masyarakat luas dalam ikut meningkatkan citra aneka hidangan tradisional khas Nusantara warisan nenek moyang kita dan memajukan kegiatan wisata kuliner di Indonesia, Bango mengundang rekan-rekan yang kreatif untuk berpartisipasi dalam aneka lomba yang memperebutkan hadiah total senilai Rp 80,000,000 (Delapan Puluh Juta) ini.

Lomba dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu:
- Lomba Menulis Bango
- Lomba Foto Bango
- Lomba Blog Bango
- Lomba Video Bango

Lomba Foto Bango

Lomba ini ditujukan khusus untuk para jurnalis foto media cetak, online serta blogger pehobi foto di Indonesia, sebagai bentuk apresiasi dari Bango kepada rekan-rekan pewarta foto dan blogger pehobi foto dalam ikut serta mengangkat citra aneka makanan tradisional warisan nenek moyang dan mempromosikan wisata kuliner melalui media dimana ia berkiprah. Untuk itu, Bango mengundang rekan-rekan fotografer ikut berpartisipasi dalam lomba foto ini.

Tema

"Lomba Foto Bango" kali ini mengangkat tema "Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango", dan terbuka untuk diikuti oleh para jurnalis foto dan blogger dimana saja berada. Karya foto yang diikut sertakan dalam lomba menggambarkan nostalgia kita pada aneka ragam makanan tradisional yang tersaji di "Festival Jajanan Bango" (FJB) serta kemeriahan suasana perayaan 80 tahun Bango.

Hadiah

Hadiah untuk para pemenang Lomba Foto Bango:

Juara 1
Uang tunai senilai Rp 8,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 2
Uang tunai senilai Rp 6,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 3
Uang tunai senilai Rp 3,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara Harapan
Sebanyak 3 orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 1,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam


Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, silakan Anda liput dan abadikan momen-momen menarik pada acara "FJB 2008". Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Anda juga dapat meliput gerai/warung/rumah makan penyanji masakan tradisional yang terpilih sebagai Duta Bango di kota Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Malang, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

• Saat tiba di lokasi FJB, daftarkan diri Anda di tenda "Media Center". Pendaftaran dibuka mulai pukul 9.30 WIB hingga 17.00 WIB, dimana usai acara pembukaan akan digelar media briefing.

Anda juga dapat mendaftarkan melalui email, tujukan ke:

festivaljajananbango@yahoo.com

Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Materi yang diikutsertakan dalam lomba berkaitan dengan acara "Festival Jajanan Bango" (FJB), dimana foto karya Anda menggambarkan suasana kegiatan tahunan yang rutin digelar oleh Bango tersebut. Karya foto dikaitkan dengan pentingnya upaya melestarikan makanan tradisional khas Nusantara warisan nenek moyang kita dan wisata kuliner di Indonesia.

• Peserta dapat mengikut sertakan lebih dari 1 (satu) foto karyanya di lomba ini.

• Karya foto Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri adalah yang dimuat/tayang di media cetak/online/blog dalam kurun waktu 10 Mei hingga 30 September 2008.

• Karya-karya foto yang terpilih sebagai pemenang menjadi hak milik panitia lomba.

• Pengiriman karya foto paling lambat diterima panitia pada 10 Oktober 2008 (cap pos).

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat


Jadwal Pelaksanaan FJB 2008


Surabaya:
Sabtu, 10 Mei 2008 di Stadion Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk (samping Sutos - Surabaya Town Square), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bandung:
jadwal dan lokasi menyusul

Jakarta:
jadwal dan lokasi menyusul


Dewan Juri:

Internal PT Unilever Indonesia, Tbk serta wakil dari Mindshare, Lowe Worldwide dan BizzComm!

Keikutsertaan Lomba

Kirimkan karya foto Anda (ukuran 10 R), dilampiri bukti pemuatan di media cetak/online/blog. Pengiriman karya dilampiri data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) atau lampirkan kartu nama serta foto copy KTP, tujukan ke:

Erni Utami Yamin
BizzComm!
Jl. Seno Lama no 26, Pejaten Timur,
Jakarta Selatan 12510

E-mail: festivaljajananbango@yahoo.com


Pengumuman Pemenang Lomba

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2008 di Jakarta.


Saran

• Bagi rekan-rekan wartawan yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania (KoBaMa) dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

• Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat Anda simak di:

http://www.bango-mania.org


• Nilai plus bagi peserta apabila foto-foto karyanya juga terpajang di www.flickr.com dengan nama file mengandung unsur kata "bango".


May 15, 2008

Pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya

Pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya






Memoria Dwi Prasita, manajer merk Bango, berpose bersama penyanyi Yuni Shara saat berlangsung acara pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Stadion Brawijaya, Surabaya guna merayakan ulang tahun Bango ke-80 pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 lalu. Usai Surabaya, FJB akan hadir di Bandung dan acara puncaknya akan berlangsung di Jakarta.






Memoria Dwi Prasita, manajer merk Bango, menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada penyanyi Yuni Shara saat pembukaan Festival Jajanan Bango (FJB) 2008 di Stadion Brawijaya, Surabaya guna merayakan ulang tahun Bango ke-80 pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 lalu. Usai Surabaya, FJB akan hadir di Bandung dan acara puncaknya akan berlangsung di Jakarta.

_________________________________________

Sekilas tentang Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya kini menjadi salah satu daerah tujuan wisata pilihan wisatawan nusantara (wisnus) maupun dari mancanegara (wisman). Salah satu daya tarik Provinsi Jawa Timur, khususnya Surabaya, adalah kekhasan dan kelezatan aneka makanan tradisional warisan nenek moyang kita. Potensi kekayaan kuliner yang sungguh luar biasa tersebut adalah bagian sangat penting dari budaya yang dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan Surabaya. Di masa depan, kita harapkan Surabaya tak hanya dikenal sebagai etalase kuliner Jawa Timur, tetapi juga sebagai etalase kuliner Indonesia. Melalui serangkaian program bernuansa wisata kuliner ini juga diharapkan dapat membangkitkan kekuatan budaya dan ekonomi serta untuk menjaga warisan kuliner Nusantara agar tidak punah tergerus oleh zaman. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bango yang punya misi untuk ikut melestarikan makanan khas Nusantara kembali menghadirkan acara tahunan Festival Jajanan Bango (FJB) di Surabaya. Tahun 2008 ini adalah kali keempat Bango menggelar FJB di Surabaya, dimana Kota Pahlawan ini mendapat kehormatan sebagai kota perdana untuk gelar
FJB 2008, menyusul kemudian akan digelar di Bandung dan Jakarta. Acara ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Kota Surabaya ke-715 yang diperingati tiap 31 Mei.


"Melalui Festival Jajanan Bango, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara," ucap Memoria Dwi Prasita, Manajer Merk Bango, yang akrab disapa Memor. "Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya," tambahnya. Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.


Sesuai dengan tema pilihan, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan tradisional khas dari kota setempat. Dan masih ditambah lagi partisipasi dari 8 Duta Bango dari luar kota. Para penjaja makanan yang akan tampil di FJB tahun ini mewakili kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, Makassar, Bogor, Solo, dan Medan.


Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2008 adalah Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang, sajian Gudeg dari RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Soto Udang racikan RM Rinaldy mewakili Medan, Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor, Coto Daeng Muchtar khas Makassar, dan Rawon Dengkul Nguling terpilih sebagai Duta Bango yang mewakili Surabaya. Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. "Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah," jelas Memor.


FJB kali ini akan lebih memanjakan para pengunjung.
Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yang ikut meramaikan acara ini. Pada malam hari, para pengunjung juga dapat menikmati penampilan pertunjukan musik yang menghibur. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.



"Kami sangat gembira melihat animo masyarakat dan para penjaja makanan terhadap FJB yang digelar tahun lalu. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi bapak-bapak dan para remaja juga turut berpartisipasi. Hal ini sesuai dengan target Bango yang memang menempatkan FJB sebagai ajang untuk memperkenalkan salah satu warisan budaya yaitu kuliner dan kemasan pertunjukan seni tradisi kepada berbagai generasi dan segenap lapisan masyarakat," papar Memor.


Gelaran FJB tahun ini juga melibatkan para penggemar kecap Bango dan pecinta kuliner Nusantara yang bergabung dalam satu wadah yang diberi nama Komunitas Bango Mania (KoBaMa). KoBaMa akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengedukasi masyarakat tentang perlunya mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:

Radityo Djadjoeri
Mobile: 0817-9802250

May 8, 2008

Kecap Bango rayakan ulang tahun ke-80 di Festival Jajanan Bango 2008

Menyajikan 80 aneka makanan tradisional khas Nusantara dan menghadirkan Duta Bango dari 8 kota

PT. Unilever Indonesia, Tbk melalui merek kecap andalannya, Bango, kembali menggelar acara tahunan bertajuk "Festival Jajanan Bango" (FJB), dimana FJB tahun ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya. "Tahun 2008 ini adalah saat paling istimewa bagi Bango, mengingat bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bango yang ke-80, dimana Bango telah berkiprah di Indonesia sejak 1928," tutur Okty Damayanti, Foods Managing Director PT. Unilever Indonesia, Tbk. Menurutnya, festival kuliner persembahan Bango yang kali ini bertema "80 Tahun Bango, Kualitas Sepanjang Masa", diselenggarakan sebagai upaya Bango untuk mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, sekaligus menjadi ajang perayaan ulang tahun Bango ke-80.

"Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam mensukseskan program Visit Indonesia Year 2008 melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia," jelas Okty. "Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB," imbuhnya. Ia berharap, makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.

Indonesia memiliki beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke. Banyak sekali olahan makanan khas Indonesia yang menggunakan kecap sebagai salah satu bahannya. Kecap, terutama kecap manis, menjadi bagian yang sangat penting dalam kekayaan kuliner Nusantara. Penggunaan kecap yang terbuat dari kedelai hitam dan gula kelapa berkualitas tinggi dapat memberikan kekayaan rasa terhadap masakan. Selain untuk bahan memasak, kecap juga kerap dipakai untuk dicurahkan pada makanan (topping) ataupun sebagai sambal cocolan. "Selama 80 tahun hadir di tengah masyarakat, Bango yang terbuat dari 4 bahan alami pilihan - kedelai hitam, gula kelapa, garam dan air - secara konsisten menjaga kualitas rasa yang telah teruji sejak 1928," pungkas Okty.

Festival Jajanan Bango 2008 akan hadir di 3 kota

Digelar di tiga kota besar di Indonesia, Surabaya menjadi kota pertama ajang FJB 2008. Selanjutnya FJB akan digelar di Bandung (Jawa Barat), menyusul kemudian sebagai acara puncak, FJB akan hadir selama 2 (dua) hari di Jakarta. "Melalui Festival Jajanan Bango, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara," ucap Memoria Dwi Prasita, Manajer Merek Bango, yang akrab disapa Memor. "Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya," tambahnya. Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.

Sesuai dengan tema pilihan, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan tradisional khas dari kota setempat. Dan masih ditambah lagi partisipasi dari 8 Duta Bango dari luar kota. Para penjaja makanan yang akan tampil di FJB tahun ini mewakili kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, Makassar, Bogor, Solo, dan Medan.

Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2008 adalah Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang, sajian Gudeg dari RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Soto Udang racikan RM Rinaldy mewakili Medan, Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor, Coto Daeng Muchtar khas Makassar, dan Rawon Dengkul Nguling terpilih sebagai Duta Bango yang mewakili Surabaya. Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara dengan citarasa mantap dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. "Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah," jelas Memor.

FJB kali ini akan lebih memanjakan para pengunjung. Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yang ikut meramaikan acara ini. Pada malam hari, para pengunjung juga dapat menikmati penampilan pertunjukan musik yang menghibur. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.

Sebagai pemandu acara FJB tahun ini adalah pasangan Bintang Lazuardi dan Dania yang akan mengajak para pengunjung untuk mengikuti kuiz dan games interaktif "Serba 80" dengan aneka ragam hadiah menarik, seperti voucher makan gratis untuk 80 pengunjung pada tiap putaran, dari pagi hingga malam hari. Segmen acara menarik lainnya adalah demo masak bersama Koki Bango yang akan berbagi tips meracik beragam menu masakan tradisional ala Bango.

"Kami sangat gembira melihat animo masyarakat dan para penjaja makanan terhadap FJB yang digelar tahun lalu. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi bapak-bapak dan para remaja juga turut berpartisipasi. Hal ini sesuai dengan target Bango yang memang menempatkan FJB sebagai ajang untuk memperkenalkan salah satu warisan budaya yaitu kuliner dan kemasan pertunjukan seni tradisi kepada berbagai generasi dan segenap lapisan masyarakat," papar Memor.

Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. Sebagai bentuk apresiasi kepada para penjaja makanan yang mengikuti FJB, di penghujung acara Bango akan menganugerahkan penghargaan kepada peserta terbaik, salah satunya pemilihan dekorasi terbaik (best decoration). Total hadiah uang tunai yang diperebutkan sebesar Rp 8 juta untuk masing-masing kota dimana FJB digelar.

Gelaran FJB tahun ini juga melibatkan para penggemar kecap Bango dan pecinta kuliner Nusantara yang bergabung dalam satu wadah yang diberi nama Komunitas Bango Mania (KBM). KBM akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengedukasi masyarakat tentang perlunya mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.



Nama Acara:

Festival Jajanan Bango 2008



Festival Jajanan Bango (FJB) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk. melalui merk kecap andalannya yaitu Bango, dengan tujuan utama untuk melestarikan makanan tradisional khas Indonesia. FJB tahun ini merupakan kegiatan keempat kalinya dari acara serupa yang pernah digelar Bango sejak 2005 lalu.


Tema Acara:

80 Tahun Bango, Kualitas Sepanjang Masa



FJB tahun ini dikemas dengan tema "80 Tahun Bango, Kualitas Sepanjang Masa", guna merayakan ulang tahun Bango ke-80 yang telah hadir di Indonesia sejak 1928.


.

Tujuan penyelenggaraan:


  • Melalui FJB, Bango mengajak masyarakat luas ikut melestarikan aneka ragam makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita yang sudah dikenal dan dinikmati secara turun temurun, dimana keberadaannya saat ini kalah populer dibandingkan makanan siap saji dari mancanegara.
  • Di festival kuliner seperti FJB, kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, yaitu keanekaragaman makanannya. Dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas. Untuk itulah, Bango konsisten ingin terus membangkitkan dan lebih menggaungkan kecintaan masyarakat pada makanan tradisional warisan nenek moyang.
  • Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam mensukseskan program Visit Indonesia Year 2008 melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia.
  • Bango menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB. Untuk itu Bango berharap, makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.

Jadwal penyelenggaraan:



FJB 2008 akan digelar di tiga kota besar di Indonesia. Surabaya menjadi kota pertama yang menjadi ajang FJB 2008, dimana festival ini akan digelar di Stadion Brawijaya pada hari Sabtu, 10 Mei 2008. Selanjutnya FJB akan digelar di Bandung (Jawa Barat), menyusul kemudian sebagai acara puncak, FJB akan digelar di Jakarta.



Sekilas tentang FJB 2008:


  • Menghadirkan 80 macam makanan tradisional khas Nusantara.
  • Para penjaja makanan pilihan yang aikonik dengan citarasa mantap turut berpartisipasi dalam acara yang berdurasi selama 11 jam, mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB.
  • Masing-masing penjaja akan menyiapkan 1.000 porsi makanan per harinya. Selain itu, tersedia aneka jajanan pasar serta tenda minuman yang menyediakan minuman teh Sariwangi, Buavita dan air mineral.
  • Menyediakan arena bermain khusus buat anak-anak.
  • Kompetisi antar penjaja makanan peserta FJB, antara lain pemilihan dekorasi terbaik dengan tema 80 Tahun Bango.
  • Pertunjukan berbagai atraksi seni tradisional dan hiburan dari kelompok musik parodi.
  • Sebagai pemandu acara FJB tahun ini adalah Bintang Lazuardi dan Dania yang akan mengajak para pengunjung FJB untuk mengikuti kuiz interaktif dan games "Serba 80" dengan aneka ragam hadiah menarik.
  • Dalam FJB kali ini, juga akan ada demo meracik aneka makanan tradisional ala Bango dan berbagi tips dari Koki Bango, chef yang berpengalaman.

Kekhasan FJB 2008:


  • 80 Tahun Bango berkiprah di Indonesia menghadirkan kecap berkualitas, yang telah teruji sejak 1928.
  • 80 macam kuliner warisan nenek moyang tersaji di FJB 2008 yang digelar di 3 kota besar di Indonesia: Surabaya, Bandung, dan Jakarta.
  • 8 penjaja makanan tradisional dari luar kota dihadirkan sebagai Duta Bango. Mereka akan memamerkan kebolehan meracik makanan bercita rasa mantap di FJB Surabaya, Bandung, dan Jakarta.
  • 80 voucher makan gratis dibagikan kepada pengunjung FJB di tiap putaran, dari pagi hingga malam hari.
  • Total hadiah uang tunai yang diperebutkan para penjaja makanan sebesar Rp 8 juta untuk masing-masing kota dimana FJB digelar.
  • 80 petani kedelai hitam binaan Yayasan Unilever Peduli ikut hadir dan tampil di FJB. Bango ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang telah berjasa dalam mendukung kiprah bisnis Bango selama ini.
  • 80 juta rupiah, total hadiah untuk para pemenang Lomba Kreativitas Bango.
  • Pemilihan 80 makanan tradisional favorit pilihan warga kota dimana FJB digelar. Pemilihan berdasarkan hasil polling yang dilakukan melalui stasiun radio-radio terkemuka dan pengguna Bango di supermarket serta pasar tradisional.

Komunitas Bango Mania



Gelaran FJB tahun ini juga melibatkan para penggemar kecap Bango dan pecinta kuliner Nusantara yang bergabung dalam satu wadah bernama Komunitas Bango Mania (KBM). KBM akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengedukasi para pengunjung tentang perlunya mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.


www.bango-mania.org


Duta Bango



FJB kali ini mengundang secara khusus para penjaja makanan dari luar kota untuk ikut berpartisipasi sebagai Duta Bango. Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah.


1. Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta

2. Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang

3. Sajian Gudeg dari RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta

4. Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo)

5. Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung

6. Soto Udang racikan RM Rinaldy mewakili Medan

7. Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor

8. Coto Makassar Daeng Muchtar mewakili Makassar

9. Rawon Dengkul Nguling terpilih untuk mewakili Surabaya







"Bersama Bango, mari kita lestarikan warisan kuliner Nusantara"