May 15, 2008

Pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya

Pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya






Memoria Dwi Prasita, manajer merk Bango, berpose bersama penyanyi Yuni Shara saat berlangsung acara pembukaan Festival Jajanan Bango 2008 di Stadion Brawijaya, Surabaya guna merayakan ulang tahun Bango ke-80 pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 lalu. Usai Surabaya, FJB akan hadir di Bandung dan acara puncaknya akan berlangsung di Jakarta.






Memoria Dwi Prasita, manajer merk Bango, menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada penyanyi Yuni Shara saat pembukaan Festival Jajanan Bango (FJB) 2008 di Stadion Brawijaya, Surabaya guna merayakan ulang tahun Bango ke-80 pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 lalu. Usai Surabaya, FJB akan hadir di Bandung dan acara puncaknya akan berlangsung di Jakarta.

_________________________________________

Sekilas tentang Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya kini menjadi salah satu daerah tujuan wisata pilihan wisatawan nusantara (wisnus) maupun dari mancanegara (wisman). Salah satu daya tarik Provinsi Jawa Timur, khususnya Surabaya, adalah kekhasan dan kelezatan aneka makanan tradisional warisan nenek moyang kita. Potensi kekayaan kuliner yang sungguh luar biasa tersebut adalah bagian sangat penting dari budaya yang dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan Surabaya. Di masa depan, kita harapkan Surabaya tak hanya dikenal sebagai etalase kuliner Jawa Timur, tetapi juga sebagai etalase kuliner Indonesia. Melalui serangkaian program bernuansa wisata kuliner ini juga diharapkan dapat membangkitkan kekuatan budaya dan ekonomi serta untuk menjaga warisan kuliner Nusantara agar tidak punah tergerus oleh zaman. Bango juga berharap makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bango yang punya misi untuk ikut melestarikan makanan khas Nusantara kembali menghadirkan acara tahunan Festival Jajanan Bango (FJB) di Surabaya. Tahun 2008 ini adalah kali keempat Bango menggelar FJB di Surabaya, dimana Kota Pahlawan ini mendapat kehormatan sebagai kota perdana untuk gelar
FJB 2008, menyusul kemudian akan digelar di Bandung dan Jakarta. Acara ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Kota Surabaya ke-715 yang diperingati tiap 31 Mei.


"Melalui Festival Jajanan Bango, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara," ucap Memoria Dwi Prasita, Manajer Merk Bango, yang akrab disapa Memor. "Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya," tambahnya. Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.


Sesuai dengan tema pilihan, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan tradisional khas dari kota setempat. Dan masih ditambah lagi partisipasi dari 8 Duta Bango dari luar kota. Para penjaja makanan yang akan tampil di FJB tahun ini mewakili kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta, Makassar, Bogor, Solo, dan Medan.


Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2008 adalah Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang, sajian Gudeg dari RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Soto Udang racikan RM Rinaldy mewakili Medan, Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor, Coto Daeng Muchtar khas Makassar, dan Rawon Dengkul Nguling terpilih sebagai Duta Bango yang mewakili Surabaya. Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. "Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah," jelas Memor.


FJB kali ini akan lebih memanjakan para pengunjung.
Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yang ikut meramaikan acara ini. Pada malam hari, para pengunjung juga dapat menikmati penampilan pertunjukan musik yang menghibur. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, tersedia tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi hiburan bagi seluruh anggota keluarga.



"Kami sangat gembira melihat animo masyarakat dan para penjaja makanan terhadap FJB yang digelar tahun lalu. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi bapak-bapak dan para remaja juga turut berpartisipasi. Hal ini sesuai dengan target Bango yang memang menempatkan FJB sebagai ajang untuk memperkenalkan salah satu warisan budaya yaitu kuliner dan kemasan pertunjukan seni tradisi kepada berbagai generasi dan segenap lapisan masyarakat," papar Memor.


Gelaran FJB tahun ini juga melibatkan para penggemar kecap Bango dan pecinta kuliner Nusantara yang bergabung dalam satu wadah yang diberi nama Komunitas Bango Mania (KoBaMa). KoBaMa akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengedukasi masyarakat tentang perlunya mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:

Radityo Djadjoeri
Mobile: 0817-9802250

1 comment:

Just For Music said...

mas/mbak blognya lumayan di search engine kenapa ga di pasang iklan dari Kumpulblogger.com. kan lumayan dapat duit.